
Mereka bertiga kini menaiki pesawat untuk datang ke Meksiko, Albert yang sebenarnya kurang setuju akan mereka yang akan datang kemari terpaksa harus menyetujuinya.
" Al kau marah padaku?" Violet sadar bahwa kekasihnya saat ini memang tak menyetujui dirinya akan datang ke Meksiko tapi karena memang ada beberapa hal penting yang harus mereka ambil di sana.
" Tidak..." Jawabnya dengan singkat.
" Albert..." Panggilnya.
" Tidurlah perjalanan kita masih lama..." Albert lebih baik diam. Diam nya laki laki kadang bukan karena dirinya yang marah tapi melainkan sedang memikirkan sesuatu hal yang kadang pihak wanita tak bisa menjangkaunya.
" Sayang please jangan marah..." Katanya dengan penuh permohonan.
Violet tau apa yang sedang di pikirkan kekasihnya, tak hanya Albert yang sedang memikirkan nya tapi sebenarnya dia juga sedang memikirkan nya.
" Sudahlah Al percuma bicara kepada mu, marah saja aku tak peduli..." Violet akhirnya menyerah. Violet kini memejamkan matanya.
🥀🥀
" Selamat siang saya Dokter Anton..." Sang dokter yang dari tadi di tunggu kini akhirnya datang.
" Dokter selamat datang..." Gusman kini membalas menyalami sang Dokter.
Sedangkan James hanya diam dengan menatap datar ke arah depan nya. Pandangannya lurus tak ada arti apa apa dari pandangan tersebut. James lebih banyak diam dia masih terpaku dengan apa yang terjadi.
" Dokter ini adik saya James..." Sang Dokter hanya mengangguk pelan dengan menatap James dengan penuh arti.
" Tuan James apa kabar..." Sang Dokter kini duduk di depan James.
James tak menjawabnya dia masih saja diam dengan menatap ke depan lurus.
" Tuan James bisa mendengar saya?" James hanya diam dia tidak mengatakan apapun.
__ADS_1
Sang dokter menatap Gusman yang juga ada di sana. " Tuan James bisa mendengar apa yang saya katakan?" Ulangnya lagi.
" James..." Sentuhan tangan pada pundak James membuat laki laki yang tadi diam kini sedikit terkejut. Matanya langsung menatap ke arah kakaknya yang berdiri di sebelahnya.
" James ada Dokter yang aku katakan tadi."
" Tuan James apa kabar?"
James hanya menatapnya dengan datar dia tak berniat menjawabnya tapi sentuhan lain nya yang di berikan oleh kakak nya membuat dia membuang sedikit nafasnya.
" Saya baik..." Jawabnya dengan pelan.
" Tuan James saya tidak bisa mengobati anda jika anda tidak bisa bekerja sama dengan saya. Semua penyakit pasti ada obatnya jadi anda jangan khawatir, penyakit anda pasti akan memilih obat."
" Saya tidak sakit..." Ujarnya dengan sinis.
" James."
James dengan secara langsung mengatakan sendiri apa yang dia rasakan selama ini dan sang Dokter menulis apa yang perlu dia catat untuk memastikan nya.
" Lalu apa hanya dalam sek*s saja yang membuat anda senang Tuan, maksud saya jika anda melihat pasangan anda tiba tiba menangis?"
" Saya lebih suka jika menyiksa mereka ketika sedang melakukan hubungan badan."
" Apa anda ingat sejak umur berapa anda mengalami hal tersebut?" James menggeleng dia tidak mengigat apapun. " Apa anda pasangan anda menerima nya?, maksud saya menerima jika anda perlakukan seperti itu?"
" Istri saya yang pertama menerima nya meskipun pada awal awal nya dia menolak tapi karena saya selalu mengikatnya kelamaan dia memulai mengimbangi semuanya dengan baik, kepergian istri saya membuat saya sedikit terpukul, karena waktu itu saya tengah melakukan hal ekstrim kepadanya?"
James seakan kembali ke masa lalu nya di mana dia bersama istri pertama nya yang bahagia dan sang mendiang sang istri menerima nya meskipun pada awalnya ada pertengkaran.
" Apa anda sangat mencintai nya?" Sang dokter tak ingin membuka hal yang membuat pasien nya bersedih.
__ADS_1
" Kami sangat mencintai, rumah tangga kami baik baik saja. Kami berpacaran tiga tahun dan kami memutuskan untuk menikah karena kamu tak ingin saling meninggalkan. Hidup kami normal seperti hal lainnya, kami menikmati masa masa kebahagian kami."
James mengatakan semuanya dia menceritakan kebahagian dia bersama mendiang istrinya. James tersenyum tipis ketika mengingat kejadian kejadian lucu serta rumah tangga yang penuh dengan kebahagian.
Rumah tangga itu baik baik saja dan normal begitu saja, mendiang istrinya seakan menerima semua perlakukan James. Dari hal yang kasar hal yang lembut dan hal yang begitu ekstrim juga pun di terima oleh mendiang istrinya.
Kebahagian James bertambah waktu ketika sang istri di kabarkan mengandung buah cinta mereka. Hari hari mereka bertambah bahagia, mulai awal kehamilan hingga sembilan masa kehamilan nya.
" Sepertinya anda sangat menyanyangi mending istri anda. Apakah putri anda di sini?"
" Angel dia adalah malaikat kecil ku yang aku sayangi saat ini..." Senyumnya kini tambah berkembang ketika mengatakan hal itu.
" Jika saya boleh tau kenapa istri anda meninggal?"
James terdiam dia memutar memory di mana pada akhirnya kejadian itu yang membuat sang istri meninggalkan dirinya selamanya.
" Saya waktu itu terlalu banyak minum dan membuat saya lupa jika saya tidak boleh menyentuh istri saya dengan kasar..." James memejamkan matanya dengan rasa sakit yang penuh dengan rasa luka di hatinya.
" Saya mengikat kedua tangan nya, serta kedua kakinya. Istri saya sudah memberontak tak karuan tapi saya tidak peduli, saya menutup matanya dengan dasi. Saya menghujani tubuh istri saya dengan kasar dan tak terkendali..." Ingatnya lagi.
" Dia menangis, dia merintih di bawah tubuh saya dan saya malah tertawa keras waktu itu. Dia memberontak, dia mengeliat tapi aku tetap tak peduli, tangisannya tak membuat aku redah tapi malah membuat aku semakin menaikan gaira* sek*s. Aku menampar nya, aku memukulnya dengan gasper ku, tanpa sengaja gasper ku mengenai perutnya yang membuat istri ku berteriak kencang dan membuat ku sadar."
Gusman bahkan membayangkan gimana menderita adik iparnya tapi dia hanya bisa mengepalkan tangannya dengan kuat. Emosi tak ada gunanya karena semuanya sudah terjadi.
" Istri ku pendarahan, banyak darah yang keluar dan bodohnya aku yang masih mencerna apa yang terjadi, ketika dia memohon menangis aku baru sadar jika semuanya adalah kesalahan ku."
Penyesalan kini terlihat nyata di matanya. " Jika aku bisa mengobati ini semua mungkin aku tak akan kehilangan istri ku, tapi semakin aku berusaha untuk mengobati ini maka seakan semakin membuat rasa itu semakin membara di dalam tubuh ku."
" Apa anda pernah berobat sebelumnya?"
James mengangguk pelan. " Tapi pengobatan ini tak berhasil sejak aku bertemu dengan istri ku yang kedua, dia yang membuat aku semakin seperti ini. Setiap melihatnya malah semakin membuat jiwa dalam tubuh ku terbakar. Aku mencintainya tapi semakin aku mencintainya malah membuat aku semakin ingin menyiksa nya."
__ADS_1
Gusman hanya diam dia tak menyangka adiknya separah ini sakitnya, dan dia baru tau jika adiknya juga tersiksa.