Wanita Nakal

Wanita Nakal
Wanita Nakal Musim3_ Kejujuran 6


__ADS_3

Melupakan seseorang yang pernah singha di hati adalah proses yang sangat lama, membutuhkan kekuatan hati untuk belajar kembali untuk menguatkan hati. Belajar melupakan bukanlah hal yang muda di lakukan, semuanya butuh proses. Tak cukup satu hari ataupun dua hari, tapi butuh proses yang sangat lama untuk saling menyembuhkan hati mereka masing masing. Putus cinta tak hanya membuat kita belajar untuk saling menerima sebuah takdir yang menyakitkan tapi putus cinta membuat kita belajar bahwa sebuah pengorbanan yang mengatas namakan cinta juga perlu di lalui untuk sebuah puncak kebahagian.


Semua Takdir orang berbeda beda, semua Takdir mempertemukan setiap insan juga berbeda beda. Ujian mereka untuk mempertahankan sebuah cinta juga berbeda beda. Hanya saja terkadang meskipun berusaha sekuat apapun kita bertahan, melawan semua Takdir, jika Tuhan sudah mengatakan bukan jodoh, maka semua itu akan percuma, kalian akan tetap berpisah.



Selama perjalan menuju ke perusahan Zac dan Steve saling diam, rasa canggung itu seakan membunuh mereka berdua, bos dan asisten itu kini saling menyelami pikiran mereka masing masing.


Kini mereka tiba di sebuah perusahan itu, Zac dengan segera turun dari mobil nya dia dengan segera melangkahkan kaki nya masuk ke dalam dan meninggalkan asisten nya itu.


Steve yang juga sudah berada di ruangan nya kini segera menyibukkan dirinya agar dirinya bisa melupakan semua kesedihan yang ada di hati nya.


" Tuan ini adalah laporan yang anda minta kemarin dari data keuangan perusahan..." Steve kini menyodorkan sebuah map laporan keuangan untuk bulan sekarang.


" Hmm.. buat lowongan seorang audit yang handal aku ingin memiliki satu orang audit..." Steve mengangguk.


" Saya akan katakan pada bagian HRD Tuan..." Zac juga mengangguk dengan mengamati semua angka angka itu.


" Dan ini adalah yang harus anda tanda tangani Tuan, gaji mereka bulan ini..." Zac membuka semua data data yang harus dia tanda tangani dengan segera.

__ADS_1


" Saya ingin bertemu dengan Tuan Zac."


Bruak!! seorang yang tiba tiba membuka pintu itu membuat kedua orang itu langsung menoleh kearah pintu yang terbuka.


" Tuan maafkan saya, saya sudah katakan bahwa anda tak bisa di temui, tapi-" Seorang resepsionis dari tadi mengikuti langkah langkah orang itu yang memaksa ingin bertemu dengan bos nya.


" Pergilah tak apa..." Steve kini yang membuka suaranya, mata Steve menatap seseorang yang dia kenal di depan pintu itu. Bahkan mereka sempat bertatapan sebentar sebelum Steve berjalan di sebelah bos nya itu.


" Jadi anda yang bernama Tuan Zac Kozan, pimpinan perusahan ini dan memiliki aset aset jutaan, memilik banyak perusahan dan semua aset aset bernilai yang tak masuk akal itu..." Seseorang kini berbicara dengan langkah menuju ke arah Zac yang masih duduk di kursi kebesaran nya itu.


" Tuan Zac Kozan yang nama nya terkenal di pasar perusahan, nama Zac Kozan yang membuat semua pebisnis mana pun mengenal nya, bahkan nama nya meroket tinggi, semua perusahan nya berada di rata rata tertinggi, bahkan saham nya juga naik pesat..." Sambungnya lagi dengan sinis.


" Saya tak perlu basa basi tentang ini semua..." Orang itu melemparkan semua kertas kecil. Steve dengan cepat membuka nya karena bos nya bahkan tak ingin membuka nya. Steve selalu cekatan dalam hal apapun, dia dengan cepat membuka kertas kecil yang beramplop coklat itu.


Steve yang membaca nya terkejut bawa itu sebuah surat untuk interogasi bos nya. Steve menatap kearah mereka yang tersenyum penuh kemenangan.


" Atas dasar apa anda ingin membawa bos saya?"


" Seperti nya saya tak perlu basa basi saat ini, anda tau siapa wanita yang berada di samping saya, dia adalah agen CIA yang selama beberapa bulan ini mengamati perusahan anda, dia juga yang mengatakan semua nya pada saya. Dan daftar nama itu sudah kami selidiki dan mereka hilang tak ada di mana pun..." Mereka adalah Agen CIA yang ingin menangkap Zac Kozan, mereka datang karena Jennifer telah mengatakan semua yang dia ketahui, dan pagi ini mereka datang dengan surat perintah atas penangkapan Zac Kozan.

__ADS_1


Steve tersenyum kecut menatap semua orang yang ada di sana. bahkan Steve menatap tajam kearah Jennifer yang berdiri di sana dengan membawa sebuah borgol dan sebuah pistol di pinggang nya itu.


" Mari ikut saya Tuan Zac..." Kini Jenni membuka suaranya dengan tegas.


" Kau ingin menangkap bosa saya maka lawan saya sebagai asisten pribadi nya. Jika kalian berani menyentuh bos saya, saya pastikan tangan kalian semua lepas dari tubuh kalian..." Ancam Steve dengan dingin dan tegas.


" Kau berani mengancam aparat negara?, kau sungguh berani..." Jenni kini yang berucap dengan sinis.


" Jangan berulah karena kami datang kemari dengan baik baik, jadi kami minta anda ikut kami dengan baik baik agar anda tak merasa malu di sini..." David yang menjadi pimpinan penangkapan itu kini berbicara dengan tak kalah dingin nya.


" Sebaiknya anda pergi dari sini karena saya tak akan mengijinkan siapa pun membawa bos saya..." Steve kini dengan suara nya ketus seakan mengusir semua orang yang ada di sana.


" Kami akan pergi jika Tuan Zac ikut kami, kami tak akan pergi dengan tangan kosong..." Kini Jenni menatap dengan tatapan tajam nya dan Steve tentu saja membalas tatapan tajam itu.


" Silahkan anda pergi karena saya tetap tak memberikan ijin kalian membawa bos saya meskipun anda memaksa..." Steve dan Jenni kini saling bertatapan dengan tatapan tajam dan dingin nya.


Tatapan yang sendu kemarin kini menjadi tatapan yang saling mematikan untuk mereka berdua, tatapan yang kemarin penuh cinta kini tergantikan dengan tatapan dingin dari mereka berdua. Isak tangsi perpisahan kemarin kini tergantikan dengan wajah mereka yang sama sama datarnya itu. Kewajiban mereka bertugas kini melukai kedua hati mereka. Steve bahkan menatap wanita yang dia cintai dengan tatapan tak bisa di artikan sedangkan Jenni hanya menatap datar kearah mantan kekasihnya itu. Jantung nya terasa berdetak tak karuan ketika tatapan mematikan dari Steve itu.


" Sebenarnya atas kasus apa yang ingin kau bongkar kepada bos mu itu Jenni?, aku tak tau bahwa di dalam perusahan ku ternyata memiliki kasus yang harus di tangani oleh CIA sendiri, apa ada yang tak aku ketahui di sini?" Zac yang dari tadi diam kini membuka suara nya.

__ADS_1


Steve menyerahkan semua nama nama orang yang berkhianat di perusahan nya, nama orang orang yang pernah di bongkar sendiri dengan Jennifer sendiri. Zac awal nya terkejut tapi dia bisa mengendalikan dirinya dengan cepat.


__ADS_2