
Mentari pagi seakan tak mendukung mereka untuk beranjak dari kasur empuknya. Matahari yang biasa nya cerah kini menjadi gelap seakan pertanda akan ada badai atau hujan yang akan lebat. Udara Ac yang menambah dingin tubuh mereka seakan menusuk ke tulang tubuh mereka yang masih polos tanpa menggunakan sehenang kain,hanya selimut merah marun yang menutupi tubuh polos mereka.
Getaran ponsel yang begitu keras dan berulang kali membuat sosok tangan kekar mencapainya dengan mata yang terpejam. Menekan tombol hijau tanpa melihat siapa yang menghubunginya sepagi ini.
"Hallo.."suara jonathan yang serak pertanda dia memang masih tidur.
" siapa kau?,dimana jovanka?,kenapa kau yang mengangkat telfon jovanka ha?"teriakan nya membuat jonathan terkejut,menjauhi ponselnya dan melihat ponsel siapa yang diambil dan nama siapa yang terterah di sana.
" honey.. peluk aku.. dingin.." jovanka yang tak menyadari semuanya malah merapatkan tubuhnya. Jonathan semakin memeluk tubuh jovanka dengan erat.
" tenanglah jangan teriak teriak,aku mendengarkan.." jonathan menempelkan benda kecil itu di telinganya kembali. "Kau bisa membangunkan kekasihku tuan alfred.." sambungnya dengan santai.
" tuan.. jonathan.." terdengar alfred yang tak menyangka bahwa suara laki laki itu adalah jonathan. " bagaimana bisa kau di sini?" Sambungnya dengan bingung.
" apa kau meragukan kekuasan ku tuan?"
" honey tidurlah,kita baru tidur sebentar kenapa kau berisik sekali.." protes jovanka dengan sedikit kesal. Pertempuran dirinya dan jonathan kemarin seakan membuat dirinya lelah dan baru tidur tadi pagi tapi sekarang sang pelaku malah berisik.
" jovanka kau dimana.."teriaknya lagi.
"Sssttt.. diamlah,nanti kekasihku bangun?" Jonathan sangat santai menanggapi alfred yang bisa dipastikan kemarahan nya sekarang.
"Kalian dimana tuan,jangan bersikap kurang ajar pada jovanka."
" kurang ajar?" Jonathan tertawa terbahak bahak di sana,tawanya jonathan membuat mata jovanka terbangun,menatap jonathan dengan perasan kesal. " kau siapa berani mengatakan hal itu padaku,aku dan ara adalah satu kau dengar. Tak ada yang bisa memisahkan kita meskipun itu kau.."sambungnya lagi dengan kesal.
Jovanka baru sadar bahwa itu adalah ponselnya. Sebelum alfred menjawabnya jonathan sudah memutuskan panggilan tersebut. "Kau memang kurang ajar tuan jonathan.." jovanka menyipitkan matanya. " kau memberiku tidur tadi hampir pagi dan sekarang kau sangat berisik,astaga. Aku mengantuk honey,ayolah tidur.." sambungnya dengan memeluk tubuh kekasihnya lagi.
__ADS_1
"Kita harus bangun honey. Aku akan menemui keluargamu sekarang.."katanya dengan serius.
" kita tidur sebentar saja honey."
" tidak honey,ayo kita akan berangkat segera.." suara jonathan yang tegas membuat jovanka mau tak mau harus bangun dari rasa kantuknya. Jonathan yang sudah masuk kedalam kamar mandi hanya ditatap rasa tak suka oleh jovanka.
" apa gak bisa nanti siang,ini masih terlalu pagi, da*n.." umpatnya dengan rasa kesalnya. Padahal bukan hanya jovanka yang harus menahan rasa kantuk yang seperti itu,jonathan juga harus menahan rasa kantuk yang hebat. Bahkan dia juga belum istirahat sepenuhnya. Perjalan yang panjang serta pertempuran yang melelahkan juga menguras tenaga dirinya.
***
" tidurlah jika kamu masih mengantuk honey.." jonathan mengelus rambut jovanka begitu lembut.
" honey sepertinya akan ada badai, lihatlah langit begitu gelap dan banyak jalan yang dialihkan.."jovanka mengatakan hal lain ketika melihat banyak polisi yang mengatakan harus putar balik.
" aku tahu honey. Tapi jalan di rumahmu hanya ini yang aku tahu."
" ada sebuah jalan tebing di belokan sana,tapi jika hujan seperti ini pasti jalan nya akan sangat licin dan itu sangat bahaya."
" aku akan hati hati.."jonathan mengikuti arah yang ditunjukkan oleh jovanka dengan sangat hati hati. Hujan yang begitu deras beserta angin yang kencang seakan menutupi kaca mobil mereka tapi jonathan tetap melajukan mobilnya dengan sangat pelan.
" tidak ara,aku sangat hati hati."
"Tapi aku takut.."suara jovanka begitu khawatir.
" pejamkan matamu dan jangan dilihat oke.."katanya begitu lembut dan senyuman yang begitu tulus.
Debaran jantung jovanka seakan lebih cepat dari biasanya, meskipun dia sudah memejamkan matanya tapi hati nya begitu panik serta takut.
Citttttttt
__ADS_1
Suara ban mobil yang sedikit tergelincir karena jalan yang begitu licin. " honey."
" tak apa ara. Kenapa kau takut sekali hem.." jonathan seakan tersenyum tapi senyuman yang tak biasanya.
Bruak !! Satu tabrakan yang menabrak mobil belakang jonathan dan menjadikan mobil jonathan juga terkena imbasnya.
Bruak !! " aaahhhhh.." teriakan jovanka. Cittttttt !! Ban mobil belakang yang tergelincir karena sangking licin nya dan benturan dari belakang. Jonathan membanting setir nya ke kanan membuat mobilnya menabrak sesuatu yang tak terlihat mata nya.
Hanya teriakan kecil yang di dengar jonathan sebelum bibir mobilnya berada di ujung tebing. Sekali bergerak akan membuat semuanya jatuh kebawah. Mobil yang di sana juga berguling karena kerasnya menabrak mobil jonathan.
" segera hubungi pihak kepolisian.." teriakan pengendara lain yang di sana.
" keluar ara.." suara pelan jonathan dengan menatap ke depan.
" tidak jo.."air mata jovanka sudah tak bisa ditahan lagi.
" aku gak apa apa honey. Setelah kamu keluar maka aku akan keluar. Kita akan keluar bergantian."
bugh !! Aww teriakan orang yang di luar ketika mobil itu hampir terjatuh dari tebing. " aku gak akan meninggalkanmu honey hiks hiks.."tangisan jovanka kini kembali pecah.
" honey keluarlah.." jonathan memegang tangan jovanka mencium nya dengan berulang kali.
"Nggak akan jonathan. Kita akan di sini bersama sama dengan menunggu pihak kepolisian.." jovanka tetap dengan keras kepalanya.
" keluar kumohon keluarlah honey.." jonathan seakan di uji di sini. Jonathan mengusir jovanka agar cepat keluar dari mobilnya yang sudah hampir jatuh sedikit lagi.
" jonathan jangan seperti ini hiks.." batu yang dipakai untuk berpijak ban mobil kini mulai berjatuhan turun ke lautan dengan ketinggian yang sangat tinggi.
"Aku mencintaimu ara. Ambillah ini.." jonathan memberikan ponsel nya pada jovanka. " kau bisa buka setelah kau keluar dari sini,semua nya ada disitu kau bisa tanyakan pada kris. Dia akan membantumu.." katanya dengan tetap tenang.
" honey hiks hiks."
__ADS_1
" keluarlah dulu sayang, aku akan menyusul oke.." jonathan tetap tenang setenang mungkin. Jovanka hanya menggeleng pelan. " keluar ara, keluar.." bentaknya yang membuat jovanka mau tak mau harus keluar. " hati hati honey.. jangan lihat ke depan lihatlah ke samping, banyak orang yang akan membantumu.. aku akan menunggu pertolongan.." senyuman yang manis dan tatapan cinta dari mata jonathan membuat jovanka semakin menangis.
" aku mencintai mu jonathan dan ku mohon tetaplah bersama ku dan keluarlah dengan selamat.." jovanka mengatakan sebelum dia membuka pintu dan sebuah uluran tangan dari orang orang yang di sana membantunya keluar dari mobil yang sudah nyaris jatuh.