
Pov Alinna Kanna
Aku berusaha tenang ketika laki laki yang di depan ku menanyakan tentang kehamilan ku. Aku menelan ludah ku dengan kasar ketika mata kami saling menatap, wajah yang terlihat banyak kerutan, badan nya yang kurus membuat ku merasa bersalah telah meninggalkan nya, tapi apalah aku yang wanita lemah tak bisa membantah apa yang di katakan ibu nya.
" Kau hamil anak ku honey?" Aku hanya terdiam ketika pertanyaan itu keluar dari bibir nya. Kenapa dia harus bertanya, apa dia pikir aku hamil anak orang lain, Alex bodoh. Aku kesal karena dia harus bertanya.
" Honey katakan ku mohon..." Air mata nya tergelincir begitu saja, aku tahu dia akan emosional ketika kami bertemu.
" Alex lepaskan, aku ingin pergi, biarkan aku dari sini..." Aku memohon untuk keluar dari ruangan yang tadi nya dingin kini menjadi panas karena tatapan mata nya.
Mata yang aku rindukan, bibir yang pernah aku rasakan dan orang yang masih sangat aku cintai, kini berdiri di depan ku, aku merindukan nya, tapi aku tak bisa melakukan apapun, janjiku pada ibu nya untuk pergi dari hidup Alex kini teringat lagi, ibu nya yang ingin aku pergi bukan aku yang ingin pergi dari nya.
" Kau ingin pergi dari ku, setelah semua nya aku lakukan, dan aku mencari mu berbulan bulan, setelah kita bertemu kau malah ingin lari dari ku lagi..." Bukan hanya dia yang terluka tapi aku juga terluka, tapi kali ini aku terang terangan melukai nya.
" Apa kau sudah tak mencintai ku Cla?, apa kau sudah melupakan ku?, apa anak kita tak butuh sosok ayah nya..." Siapa yang tak ingin keluarga kecil yang bahagia, aku juga menginginkan nya tentu saja, tapi hubungan yang tak di landas restu itu sama saja akan melukai banyak orang.
" Biarkan aku tanggung jawab untuk kalian, aku tak ingin kau melewati ini sendiri, jangan kau tangung ini semua nya sendiri..." Aku tahu dia serius dengan apa yang dia katakan.
" Aku bisa membesarkan anak ku sendiri, kau bisa mencari wanita lain yang lebih baik dari ku Alex..." Dia melepaskan tangan ku, memundurkan langkah nya dengan tatapan yang dingin, aku baru melihat pertama kali tatapan yang seakan menusuk jantung ku.
__ADS_1
Prang !! aku terkejut ketika dia memecahkan satu gelas dan dia mengambil pecahan itu dan menggenggam nya dengan erat.
" Alex apa yang kau lakukan..." Aku panik ketika aku melihat pecahan itu sudah dia genggam.
" Jika kau sudah tak ingin bersama ku, lebih baik aku mati. Jika aku mati kau akan lebih tenang..." Aku merasa semakin bersalah kali ini, dia tak boleh mati, tidak.
" Biarkan aku mati dengan tenang, aku sudah mendengar sendiri bahwa kau tak ingin bersama ku, aku sudah tenang..." Senyuman itu aku bisa melihat nya bahwa dia merasakan sakit pada telapak tangan nya.
" Alex jangan gila..." Aku sedikit membentak nya.
" Aku memang gila, gila mencari mu berbulan bulan, gila mencintai mu..." Baru pertama kali ini Alex menaikan nada bicara nya. " Dan sekarang kau sudah tak menginginkan ku, bahkan kau lebih baik sendiri membesarkan anak kita, lebih baik aku mati di depan mu, dari pafa aku menanggung beban yang menyakitkan hati ku..." Hati ku seakan tersayat, juga merasakan luka, bukan hanya dia yang terluka tapi aku juga terluka, aku meringis sakit ketika tangan nya semakin mengeluarkan darah dari telapak tangan nya.
" Alex jangan lakukan itu.. aku mohon..." Aku maju ingin menghampirinya.
" Honey, buang itu aku mohon..." Pecahan itu terjatuh dari tangan nya ketika aku memanggil nya dengan sebutan itu.
Aku sedikit berlari menabrak tubuh nya, memeluk nya dengan erat, dengan kami yang sudah derai air mata, aku yakin mata kami akan bengkak setelah ini.
" Alex, aku mohon jangan lakukan itu, aku mohon, hiks.. hiks..." Aku memeluknya dengan menumpahkan air mata ku di sana, aku merasakan dia membalas memeluk ku dengan erat.
__ADS_1
" Jangan pergi, ku mohon. Aku akan memperjuangan kalian, tapi tetaplah di samping ku..." Aku kalah, aku membuang keras kepala ku, aku membuang egoku. Berada di pelukan nya seperti ini seakan tak pernah terpikirkan oleh ku.
" Berjanjilah untuk tetap di sisi ku, kita akan membesarkan anak kita sama sama..." Aku hanya mengangguk pelan dengan derai air mata yang terus keluar dari tadi.
" Alex bagaimana dengan ibu mu?" Aku takut semua nya akan menjadi rumit setelah ini.
" Jangan pikirkan ini dulu, kita akan menikah dulu, setalah itu aku akan mengurus yang lain..." Aku hanya bisa pasrah ketika Alex mengatakan semua nya, aku tak akan membantah nya.
" Aku takut..." Aku melepaskan pelukan nya dengan saling bertatapan.
" Ada aku, tak perlu ada yang kau takutkan Honey, aku akan memperjuangkan kalian, tugas mu hanya berada di samping ku, jangan pergi kemana pun, apapun yang terjadi..." Inilah yang aku sukai dari Alex, dia akan berusaha membuatku aman dan nyaman, meskipun dia harus berjuang sendiri.
" Aku mencintai mu Alex..." Aku tanpa sadar mengatakan nya, tapi itu memang tulus dari hati ku.
Alex menggapai bibir ku, mencium nya dengan lembut, melu*mat nya dengan pelan, dan aku membalas nya, dia semakin menekan tengkuk ku, bertukar Slavina, saling membelikan lida*h, bernafas dalam ciuman nya adalah hal yang aku rindukan.
Mungkin saat ini aku harus egois demi bayi yang aku kandung saat ini. Apapun yang terjadi nanti aku tak mau tahu, yang jelas biarkan aku menikmati ini. Menghukum nya selama ini tak adil bukan karena bukan dia yang menolak ku berada di samping nya, mengikis jarak di antara kami sudah tak perlu. Aku mencintai nya dan dia juga mencintai ku, hanya itu yang aku tahu saat ini.
πΌπΌπΌ
Kemarin malam kalian sudah ritual belum mak π€ mimin kagak jadi ritual mak ππ palang merah π mau di terobos takut ditilang gak di terobos kok yo nanggung bikin kepala cenut cenut ππ Hayo pada ngaku kemarin malam siapa yang ritual βοΈ
__ADS_1
Ramaikan like dulu yu, sudah kasih vote belum mak π€ sudah di pertemukan Alex dan Cla nya π€ sabar dulu ya traveling nya ππ jadi minta hadiah dan vote dulu boleh ya baru kita traveling rame rame πππ pokok nya siapkan para suami kalian ya, jangan boleh pergi kalau belum baca π€π€