Wanita Nakal

Wanita Nakal
Wanita Nakal Musim3_ Kemarahan Mereka 22


__ADS_3

Cuaca Meksiko kini begitu panas, terik matahari seakan menyengat di setiap kulit manusia. Seakan kulit mereka terasa terbakar hangus ketika keluar dari rumah mereka.


Gusman yang tadi mendengar kabar bahwa ketua dari Dio Della Morte akan tiba di sana, membuat Gusman tanda tanya dengan kepanikan yang tak bisa di artikan lagi oleh laki laki itu.


Gusman hanya bisa mondar mandir di dalam ruangannya. " Apa tak ada yang tau kenapa mereka ingin bertemu dengan ku secara pribadi?"


" Tuan Gusman maafkan kami tapi kami tak mengetahui apapun, mereka hanya berkata bahwa Singa dari mereka akan datang satu jam lagi, dan mereka berpesan kedatangan mereka menjadi rahasia, jangan sampai James tau tentang pertemuan ini..." Asisten dari Gusman yang tadi mendapatkan kabar itu secara panik dengan tergesa-gesa langsung mengatakan kepada bosnya.


" James?, bukankah James membawa pertemuan dengan membawa tawaran untuk mereka bekerja sama?"


" Benar Tuan, tapi mungkin Tuan James menyinggung mereka atau Tuan James berbuat ulah, saya juga tidak tau. Yang jelas sebentar lagi mereka akan tiba Tuan."


Gusman kini tambah cemas dia tak tau pertemuan penting ini ada apa, yang dia pikirkan bahwa memang ada masalah yang tak bisa di katakan oleh Mafia tersebut, hingga mereka merasa harus datang kemari dengan menemui mereka secara langsung.


Sedangkan Zac dan tim nya kini sudah mendarat dengan sempurna, Jet pribadinya yang membawa mereka jauh datang ke Meksiko. Perjalanan 11 jam membuat rasa lelah di tubuh mereka, tapi mereka tak ingin beristirahat sedikit pun.


" Selamat datang di Meksiko Bos..." Perwakilan dari kelompok Mafia Dio Della Morte yang ada di Meksiko kini menyambut para Bos nya yang menginjakan kakinya di tanah Meksiko.



" Kau sudah sampaikan kepada mereka bawa kami akan datang?" Zac dengan gaya dingin nya, gaya gagah nya kini membuat kesan Singa melekat dengan sempurna.


Nama Singa itu seakan cocok untuk laki laki dingin dan kejam seperti Zac Kozan. Dia begitu kejam dengan para musuhnya tapi dia begitu melindungi semua keluarganya. Tak ada kata kata bawahan di sana, tapi Zac menganggap mereka adalah keluarga besar dari Dio Della Morte.


__ADS_1


" Sudah Bos!, mereka bertanya tanya kenapa anda datang secara pribadi ke sini, padahal ada orangnya yang membawa surat perjanjian kerja sama dengan kita."


Kini mereka dengan mengobrol ringan dengan berjalan menuju mobil mereka yang akan membawa mereka ke tempat di mana Gusman berada. Sepuluh mobil yang sudah siap akan membawa mereka untuk sebuah pertemuan kedua Mafia yang terkenal di negara mereka masing masing. Tapi Mafia Singa lah yang tetap unggul di setiap Negara hanya saja tak banyak yang tau bahwa setiap negara mereka ada di sana.



Limousine mobil termewah dan anti peluru



" Biarkan mereka menjadi penasaran dengan kedatangan kita..." Timpal Jonathan yang juga duduk di sana dengan gaya tenangnya.


Kini mereka saling diam dengan melihat ke luar jendela mobil yang mereka naiki. Sedangkan Violet kini semakin gusar bukan main, dia merasakan gugup bukan main. Albert hanya bisa mengenggam tangan nya dengan erat.


" Kamu harus tenang, ada kami di sini..." Bisik ya dengan lembut. Violet hanya mengangguk dengan tersenyum getir.


" Violet jangan takut, kami tak akan menyerahkan kamu kepada mereka!, jika dia tetap tak mau mendengarkan mu maka kita akan melawannya..." Zac yang tau wanita itu ketakutan kini berbicara pelan dengan mencoba menenangkan hati wanita itu.


" Terima kasih Tuan, tapi saya tidak bisa menutupi ketakutan hati saya..." Jawabnya dengan gugup.


" Tak apa, yang terpenting kamu mencoba tenang. Kami ada di sini membantu mu menyelesaikan ini semua."


Violet hanya bisa mengangguk pelan dengan menahan senyum tipisnya. Dia pikirannya dia takut bahwa Gusman tidak percaya dan pikiran satunya memikirkan Angel yang di tinggal. Violet takut bahwa James akan menemukan Angel.


Kini mobil rombongan Zac tiba di sebuah markas yang begitu luas, semua orang orang itu kini berjajar menyambut kedatangan para tamu yang begitu penting. Kartel Sinaloa juga sama sama cemas nya di tambah melihat para tamu itu membawa pasukan yang tak sedikit, pasukan yang mereka bawa bahkan lebih banyak dari pasukan Kartel.

__ADS_1


" Selamat datang Tuan.. selamat datang..." Seorang asisten dari Gusman kini dengan segera menyambut kedatangan mereka, dia dengan cepat menghampiri orang orang yang di kira bos dari mereka semua.


" Selamat datang Tuan, suatu kehormatan bagi kelompok kami kedatangan anda..." Gusman kini juga langsung menghampiri para orang orang yang turun dari mobil pertama.


Gusman yang belum pernah bertatapan muka dengan pimpinan Dio Della Morte kini secara langsung bisa menatap wajah mereka. Tajam dan dingin hanya itu yang bisa menggambarkan wajah mereka.


" Mari Tuan silahkan, kami menunggu anda sedari tadi..." Mereka mempersilahkan masuk ke dalam markas tersebut.


Orang orang Zac kini dengan segera melihat masuk ke dalam markas, menetralisir ruangan dengan cepat dan itu berhasil membuat semua orang yang melihatnya hanya bisa menelan ludahnya dengan kasar. Mereka membawa alat untuk mengindentifikasi bom atau ranjau yang sengaja di pasang di ruangan tersebut.


" Aman Bos..." Orang orang itu kini berhasil mengamankan markas itu dan tak ada apapun di sana yang teridentifikasi berbahaya.


Kini mereka semua masuk secara perlahan dan menatap dalam markas tersebut, tak ada apapun yang mewah di ruangan markas dari sebuah Kartel tersebut.


Zac beserta Jonathan kini duduk di sana dengan menatap datar ke arah orang orang Kartel yang ada di sana. " Siapa yang bernama Gusman di sini?" Asisten dari Singa kini berbicara dengan suaranya yang datar.


" Saya Gusman."


" Kau tau kami datang kemari untuk apa?" Bariton dari Jonathan kini membuat semua orang yang ada di sana saling menelan ludahnya dengan kasar, suara Jonathan yang besar membuat semua orang Kartel itu hanya bisa merinding ketakutan.


" Maafkan atas kebodohan kami Tuan, tapi kami sungguh tak ada yang tau kenapa anda datang kemari?, padahal kami mengirimkan wakil kami untuk menemui anda di Italia untuk membawa kesepakatan untuk bekerja sama..." Gusman kini langsung menjawabnya dengan juga gugup.


" Kau tau kelompok kami bukanlah Mafia yang murahan, jangan pernah main main dengan kami, karena jika kami tersinggung kami bisa saja membalas kalian lebih dari yang kalian pikirkan..." Jonathan yang masih bicara dengan gaya dinginnya.


" Saya tau Tuan, kami tentu tak akan berani bermain main dengan kelompok kalian, saya mengirimkan perwakilan agar kita bisa saling bekerja sama."

__ADS_1



__ADS_2