Wanita Nakal

Wanita Nakal
Wanita Nakal Musim3_ Kemarahan Mereka 20


__ADS_3

" Di mana Violet dan putrinya?" Albert yang baru datang kini dengan segera menanyakan tentang wanita dan putrinya itu.


" Ada di dalam Tuan."


Albert kini dengan cepat masuk ke dalam kabin dengan penjagaan yang lebih ketat dalam setiap sudut kabin tersebut. Albert kini melihat wanitanya yang sedang bercanda dengan putrinya, gadis kecil yang terlihat senang itu ternyata menyimpan rahasia yang tak pernah ada yang tau.


Albert kini menatap mereka dari kejauhan tersenyum tipis terukir di ujung bibir Albert ketika Albert masih dengan melihat kelucuan mereka.


" Al kenapa berdiri di sana..." Violet yang dari tadi merasakan ada yang melihat ke arah mereka kini dengan segera melihatnya, dan sosok laki laki yang membantunya ternyata berdiri tak jauh dari mereka.


Albert hanya tersenyum mendengar wanita itu berbicara kepadanya. " Sini mendekat lah."


Albert kini dengan cepat melangkah mendekati Violet yang duduk dengan gadis kecil yang tak tau apapun. Albert hanya tersenyum melihat gadis itu yang juga tersenyum kepadanya.


" Sayang dia adalah paman Albert, dia teman Mama, paman ini yang mengizinkan kita tinggal di sini..." Violet kini memperkenalkan Albert sebagai temannya, tentu saja mereka teman tapi teman dekat yang saling mencintainya.


" Paman Albert saya Angel senang bertemu dengan anda, dan terima kasih karen sudah mengizinkan kita tinggal di sini..." Gadis pintar yang langsung mengatakan semuanya yang ada di pikirannya.


" Maaf Angel, paman hanya bisa memberikan tempat tinggal seperti ini, paman tak bisa memberikan tempat yang bagus seperti rumah mu."


" Tak apa Paman, aku suka dengan kabin ini, aku suka dengan alam, dan paman tau yang paling aku sukai di sini?" Albert dan Violet saling berhadapan dengan menggeleng pelan sebagai jawaban memang tak ada yang tau.


" Karena paman paman yang berdiri di sana sangatlah tampan dan mereka bisa aku ajak main jadi aku senang karena teman ku banyak di sini, jika di rumah bersama Papa tak ada yang di perbolehkan masuk atau main dengan ku, meskipun hanya pengawal nya..." Angel dengan gaya polosnya dia menceritakan apa yang di lakukan oleh Papanya yang gila itu.


" Jadi kau senang karena teman mu banyak?" Gadis itu mengangguk dengan senang. Albert hanya mengusap rambutnya gadis itu dengan pelan dengan tersenyum senang juga.


Albert memberikan kode kepada para pengawal yang ada di belakangnya itu. " Angel kau mau tidak jika paman paman ini yang sekarang menemani mu main di sini?"


Angel mengangguk dengan cepat serta senyum kegembiraan dari wajah gadis itu tak pudar sedari tadi. " Baiklah kamu main dulu dengan mereka, Paman harus bicara dulu dengan Mama mu. Apa boleh Paman mengajak Mama mu bicara sebentar?"

__ADS_1


" Apa Paman akan membahas Papa dengan Mama?, jika iya katakan kepada Mama untuk meninggalkan Papa agar kami bisa bebas di sini dan kita tak perlu repot repot bersembunyi."


Apa yang di katakan Angel membuat kedua orang itu hanya bisa terdiam dan saling menatap satu sama lain.


" Angel ka-"


" Apa kamu setuju jika Mama mu pergi dari Papa mu?" Albert kini memotong apa yang ingin di katakan oleh Violet.


" Tentu saja Paman, aku tak mau melihat Mama bersedih dan siksa terus menerus oleh Papa. Mama berhak bahagia Paman..." Jawabnya dengan polos.


" Astaga Angel..." Violet hanya mampu menggeleng mendengar apa yang di katakan oleh putrinya itu.


" Baiklah Paman akan membantu Mama mu untuk pergi dari Papa mu, kamu percayakan sama Paman?" Angel mengangguk. " Baiklah Paman akan membahas ini dulu dengan Mama mu, bermain dulu dengan paman ini..." Angel lagi lagi mengangguk menyetujuinya.


Albert yang melangkah kini di ikuti oleh Violet dari belakangnya, tanda tanya dari Violet kini masih di tahan oleh dirinya, dia masih menahan segalanya yang ingin di tanyakan kepada Albert.


Ceklek!! kini mereka berdua masuk ke dalam kamarnya dengan segera. Albert langsung menatap kearah Violet dengan serius tak ada senyuman di bibirnya. Kali ini Albert harus benar benar serius karena apa yang akan mereka bahas adalah serius.


" Apa kau tau jika dia adik tiri dari Gusman, Ketua Kartel Sinaloa?"


Deg!! jantung Violet tambah tak karuan ketika kekasihnya mengetahui hal ini. Violet sengaja tak memberi tau siapa James agar Albert tetao mau menolongnya kabur dari sana.


" Al kamu-"


" Jawab aku Vio, apa kamu tau jika dia adik tiri dari Gusman?"


Violet hanya menunduk dia bersalah besar kali ini, keegoisannya adalah tak berkata jujur kepada Albert tentang siapa suaminya itu.


" Aku tau dan maafkan aku jika aku tak mengatakan kepada mu, aku hanya ingin kamu tak takut menghadapi mereka, jika aku mengatakan siapa mereka nanti kamu tak akan mau menyembunyikan aku."

__ADS_1


Albert membuang nafasnya dengan kasar dia mengusap wajahnya dengan kasar ketika wanita itu menyembunyikan identitas lawannya saat ini. Albert menyentuh kedua lengan Violet dengan menatapnya dengan sungguh sungguh.


" Apa kau akan memberikan aku kepada nya jika kamu sudah tau siapa James sebenarnya Al?, apa kamu takut kepada mereka?, jika iya maka aku akan pergi dari sini tapi untuk kembali dengan James aku tak akan mau, dia bisa membunuh ku."


" Siapa yang akan memberikan mu kepada dia lagi?, tak ada sayang. Aku tak mungkin memberikan mu kepadanya, meskipun dia pimpinan dari Kartel aku tak takut sama sekali, aku akan melawannya."


" Tapi dia bisa membunuh mu Al?"


" Aku tak peduli, asal kau dan Angel selamat. Aku akan tetap melindungi mu dari dia..." Violet kini memeluk Albert dengan mata yang berkaca kaca dia tak menyangka laki laki ini akan rela berkorban demi dirinya.



" Sayang apa kau percaya pada ku jika aku akan melindungi kalian dari James ataupun dari Kartel nya?" Violet mengangguk di dalam pelukannya.


" Sayang dengarkan aku, jangan menyela apapun yang aku katakan, jika James sudah mengatakan siapa dirinya kini aku juga harus mengatakan siapa yang ada di depan kita yang akan melindungi kita..."


Albert melepaskan pelukan itu dan mengajak Violet untuk duduk di sisi ranjangnya. Violet kini merasakan jantungnya berdegup kencang ketika Albert mengatakan semuanya.


Violet hanya bisa diam di tidak berani membantahnya sedikit pun, dia mendengarkan dengan seksama apa yang di katakan oleh laki laki yang ada di depannya. Violet tak menyangka bahwa James rela memberikan hak kuasanya di Hongkong untuk menghancurkan Albert dan mengambilnya lagi.


" Lalu apa yang harus kita lakukan sekarang Al?, apa mereka tak maslah jika harus melawan Kartel itu?" Tanyanya dengan ketakutan.


Rasa takut seakan menyelimuti hatinya ketika dia mendengar apa yang di dengar tadi.


" Kita akan menemui Gusman."


" Maksud mu mereka?"


" Mereka dan kita berdua sayang, kamu yang akan menceritakan sendiri gimana Peter menyiksa mu."

__ADS_1


Violet kini melotot tak percaya mendengar apa yang di katakan oleh Albert. " Tidak aku tak ingin bertemu dengannya..." Tolaknya dengan cepat.



__ADS_2