
Acara pemilihan raja ratu kampus tinggal dua hari lagi, cla benar benar sibuk beberapa hari ini, alex pun juga sibuk karena baru pindah ke fakultas ini, sangking sibuknya dia tak sempat menghubungi cla, mereka hanya bertemu dalam kelas, dan terkadang alex mencari alasan agar cla datang ruangannya.
“ cla aku mencari kamu kemana mana..” suara itu mengejutkan cla.
“ ada apa kau mencari ku?” jawab cla dengan sinis.
“ kita akan datang di acara besok tetap sebagai pasangan kan?” pertanyakan hans membuat cla menatapnya dengan tatapan tak suka.
“ tidak..” tolak cla dengan tegas.
“ cla tak semudah itu mencari pengganti.”
“ kau sudah menemukan nya dan aku juga sudah menemukannya, apanya yang susah. Lagian jika aku belum mendapatkan pasangan pun aku tetap tak mau datang denganmu..” cla menolaknya dengan tegas.
“ apa kamu sungguh tak ingin kembali cla, apa kita sudah benar benar berakhir sayang..” hans menyentuh lembut pipi cla dan cla mengembangkannya dengan kasar.
“ kenapa kau tak membuat semua ini menjadi muda, kenapa kau membuatnya semakin rumit. aku sudah katakan berulang kali bahwa tak ada pengkhianat diantara hubungan kita, bahkan aku sangat membencinya. Jika kau melakukannya berarti kau sudah siap berpisah dari ku.”
“ aku tahu aku salah sayang, aku memang salah dan aku tak akan melakukannya lagi..” alex memohon dan cla hanya tertawa.
“ hahaha.. sekali kau pengkhianat selamanya kau akan tetap menjadi pengkhianat, sekali kau bermain wanita maka selamanya kau akan tetap seperti itu. Kau tak akan berubah hans..” ucap cla yan kemudian pergi meninggalkan hans yang tetap diam di antara duduknya.
****
“ aku harus segera mendapatkan pasangan agar aku tak sepasang dengan hans..” ucap cla dengan meletakkan kepalanya di meja cafe.
“ kamu harus mendapatkannya hari ini cla..” jawab ariana dengan serius.
“ aku harus bagaimana..” jawab cla dengan tetap meletakkan kepalanya di meja.
“ kenapa gak minta tolong pada dosen kita, alex. Bukan nya kalian dekat..” perkataan ariana membuat cla tetap tak menggubris.
“ ogah, aku malu.”
“ ya sudah kau harus datang dengan hans.”
“ lu gila aku datang dengan hans, apa kata mahasiswa yang lain. Aku bukan wanita boda* yang akan kembali dengan laki laki brengse* seperti hans..” ucapnya dengan tegas.
“ kau tunggu saja, pangeran baru yang akan menolong kamu..” jawab ariana dengan menyedot jus didepannya.
Drt !! drt !!! drt !!! ponsel cla bergetar, membuat kedua wanita itu melihat kearah ponsel, tertera nomer baru di sana, cla dan ariana saling bertatapan.
__ADS_1
“ kau angkat saja, siapa tahu dia pangeran yang menolong kamu..” kata ariana.
“ agah, aku gak kenal nomernya.” Jawab cla dengan mengabaikan ponselnya.
“ kita buat sepakat, jika dia laki laki dan lu mengenalnya maka lu harus mau minta bantuan padanya untuk menjadi pasanganmu, jika dia wanita maka abaikan saja..” ide bodoh itu terlontar dari bibi* ariana dan cla menyetujui hal itu.
Cla menggeser tombol hijau tersebut. “ ya halo..” cla meletakkan ponselnya di meja dan menghidupkan pengeras suara nya.
“ honey kau dimana?, maafkan aku yang belum menghubungimu sama sekali..” laki laki di sebrang sana mengoceh yang membuat kedua wanita yang mendengarnya hanya terdiam.
“ maaf anda siapa?, aku tak mengenal anda..” cla bicara dengan mengerutkan keningnya.
“ apa ini benar nomer ponsel amora clarissa..” laki laki bicara dengan hati hati.
“ iya benar, saya clarissa.”
“ astaga honey kau melupakan ku lagi. Aku alex..” perkataannya membuat kedua wanita tersebut terbelalak terkejut.
“ alex?, dosenku alex maksudnya..” cla memperjelas.
“ iya cintaku, kau melupakan ku..” ariana hanya tersenyum mendengar ucapan dari temannya itu, matanya menatap cla untuk mengatakan ide bodohnya tadi. “ kau dimana, aku sudah menyelesaikan semuanya, apa kita bisa bertemu honey..” sambungnya lagi.
“ iya.”
“ katakan cla, atau kau akan datang dengan hans..” bisik ariana.
“ aku berada di cafe bersama ariana, tapi aku akan pulang. Kau bisa datang di apartemenku, aku akan mengirim alamatnya..” cla akhirnya mau tak mau harus meminta bantuan dosen tampannya dari pada harus datang dengan mantan brengse* nya.
“ aku jalan sekarang..” dan panggilan itupun berakhir. Cla yang mengirim alamat apartemennya.
Cla meletakkan ponselnya dengan menatap ariana. “ kau tahu bukan jika itu nomer alex..” cla memicingkan matanya dan ariana hanya tertawa.
“ kau masuk jebakan aku sayang..” jawab ariana dengan tertawa.
“ dasar teman licik..” jawab cla dan ariana semakin tertawa.
***
“ masuklah alex..” cla membuka pintu apartemennya ketika ada seseorang yang membunyikan bel apartemennya. Dan alex masuk kedalam. Nampaknya dia langsung datang ke sana, karena balutan baju kemejanya masih sama dengan dia pakai yang tadi didalam kelas. “ kamu mau minum apa?” cla menawarkan sebuah minuman.
__ADS_1
“ apa saja honey, tapi jika ada aku mau kopi..” jawab alex dengan duduk di sofa.
“ apa kau pecinta kopi?”
“ hmm. Jika aku tak minumnya aku bisa pusing..” jawab alex dengan melihat foto foto cla yang terpajang di nakas sebelah tv besar tersebut.
Cla meletakkan kopinya dan sebuah cemilan kecil diletakkan di meja didepannya. Cla juga terduduk di sofa tersebut, meskipun duduknya agak jauh. Cla melirik alex yang meminum kopinya dengan tenang.
‘ **** kenapa bibi* ingin aku cicipi’ batin cla. ‘ sadar cla sadar’ sambungnya dengan membatin.
“ kenapa kau duduk sangat jauh honey?, mendekat lah. Aku merindukanmu..” alex mengulurkan tangan nya agar cla mau duduk disebelahnya.
“ alex aku ingin bicara serius dulu denganmu..” cla akhirnya memberanikan diri dan tak mau menerima uluran tangan alex.
“ apa yang ingin kau bicarakan, jika kau ingin mengatakan kamu memiliki pasangan maka jangan katakan karena aku tak ingin mendengarnya..” katanya dengan dingin.
‘ bodoh’ batin cla.
“ tidak alex, aku hanya ingin minta tolong padamu.”
“ minta tolong?, apa yang harus aku tolong honey, jika aku bisa maka aku akan menolong kamu..” alex menatap cla dengan serius.
Cla dengan gugup ketika di pandang alex seperti itu. ‘ kenapa aku gugup seperti ini ‘ batin cla.
semakin getaran jantungnya. “ honey katakan ada apa..” alex bertanya lagi dengan rasa penasaran yang bertambah tinggi.
“ honey katakan ada apa?” alex dengan penasaran bertanya kembali.
“ aku-“ cla tak bisa melanjutkan ucapnya tenggorakan nya seperti tercekik, kata katanya tak bisa dilanjutkan, dia terdiam dengan seribu bahasa.
Alex dengan rasa penasarannya menatap cla yang gugup bukan main, semakin alex menatapnya semakin cla gugup. “ honey katakan ada apa?” katanya dengan rasa penasaran. Cla meremas ujung bajunya dengan gugup. “ honey ayolah katakan ada apa, jangan membuat ku penasaran..” tanyanya dengan rasa penasaran yang tinggi.
Alex : kau mempermainkan thor.
Author : aku tidak memperhatikanmu.
Alex : kenapa kau menghentikan ucapan cla, padahal aku sudah penasaran bukan main, malah kau hentikan.
Author : suka suka author dong, kan yang nulis author.
Alex : awas kau ya aku jitak, sini gak.
__ADS_1
Kaaaaaaabuuuurrrrrrrrrrrrrrrrrrrr
Tinggalkan jejak kalian dulu ya kawan, like atau komen apapun. Semua cerita ini hanya pandangan author semata, jangan samakan yang lain. Dilarang membuly karena dilarang keras.