
" Baiklah kami akan melihat video yang kamu ingin tunjukan kepada kami semua."
Steve kini dengan cepat memutar video yang berisi tentang keburukan Peter beserta menantunya. Di dalam Video itu memperlihatkan desain yang dari dulu di tunjukan kepada pemilik saham ketika mereka akan mengambil tender dan ternyata desain itu adalah desain dari orang lain. Desain yang di klaim sebagai miliknya Adriano ternyata adalah milik orang lain, ternyata yang membuat adalah tangan orang lain bukan Adriano yang selalu di banggakan oleh Peter itu.
Beberapa orang yang ada di sana kini terkejut bukan main ketika melihat Video tersebut di tambah dengan orang yang membuat desain itu ada di depan mereka semua. Mata mereka tak percaya bahwa semua ini adalah tipuan dari Adriano bersama Peter. Video yang tak banyak di ketahui juga adalah Video yang begitu membuat mereka marah dan geram karena sikap arogan yang di berikan oleh Adriano. Bangunan sebuah sekolah yang sengaja di bangun di perbatasan ternyata kini ambruk menjadi tanah tak karuan. Mata mereka kini melotot sempurna mereka hanya saling bertatapan dengan tanda tanya.
" Bagaimana bangunan ini bisa roboh?, kalian semua memang bodoh..." Suara yang membentak para pekerja nya kini terdengar nyata di telinga para pemegang saham yang duduk menyaksikan kelicikan mereka semua.
" Kenapa kalian diam saja, jawab..." Bentaknya lagi. " Kalian ini memang payah hal seperti ini saja tidak bisa di lakukan, jika para pemegang saham tahu semuanya ini adalah kesalahan kalian semua..." Ujarnya dengan nada tinggi.
" Tapi maaf Tuan, ini bukan salah kami, tapi uni salah anda. Anda yang memberikan bahan bahan kualitas rendah yang mudah hancur seperti ini. Jika sekolah ini mudah roboh maka jangan salahkan kami, harusnya anda yang sadar bahwa ini murni kesalahan anda Tuan Adriano..." Salah satu pekerja di sana kini membantah dia tak ingin di jadikan kambing hitam karena dia tahu ini bukan kesalahan mereka tapi kesalahan atasannya sendiri.
" Jadi kau menyalahkan ku he?"
Bug!! Adriano kini dengan cepat memberikan bogem mentah kepada orang itu tepat di perutnya hingga membuat orang itu meringkuk kesakitan. " Jika kau sekali saja membuka hal ini kepada orang lain atau para pemegang saham maka habislah semua keluarga mu..." Ancam nya dengan mencengkram baju orang tersebut.
Bug!! pukulan kedua itu membuat orang itu kini berbatuk batuk dengan seketika. " Kau dengar, jika kau macam macam maka kau akan mati du tangan ku, kau mengerti..." Bentaknya untuk kedua kalinya.
" Saya mengerti tuan.. saya mengerti. Saya tidak akan mengatakan ini kepada siapapun..." Ucapnya dengan kesakitan.
" Bagus..." Adriano kini melepaskan cengkraman itu dengan kasar hingga membuat orang itu tersungkur di tanah. " Jika kalian semua ada yang membongkar sedikit saja masalah ini nyawa keluarga kalian akan terancam, kalian mengerti."
" Mengerti bos..." Ucapnya dengan serentak dan mereka kini membantu temannya yang tersungkur di tanah tersebut.
" Sulit di percaya Adriano bisa melakukan hal seperti itu..." Salah satu dari mereka kini tak percaya bahwa mereka menipu mereka semua.
__ADS_1
" Pantas saja setiap aku bertanya tentang proyek yang ada di perbatasan mereka selalu berkelit..." Timpal yang lain juga.
Sedangkan di tempat lain Maria dan Suhu kini menatap rumah yang sepi, Maria kini membuang nafas nya ketika menatap gerbang besar yang di tutup.
" Permisi saya ingin bertemu dengan kakak saya..." Maria kini berteriak kencang membuat para penjaga yang ada di sana kini langsung menghampirinya.
" Jangan berteriak di sini. Kau ingin bertemu dengan siapa?"
" Aku ingin bertemu dengan kakak ku,buka gerbangnya aku ingin bertemu dengan kakak ku Adriano."
Penjaga itu hanya tertawa ketika Maria mengatakan ingin bertemu dengan kakak Adriano. " He gadis kecil jangan mengakui dia kakak mu, kau ini mimpi..." Ejeknya.
" Kau tak percaya dia kakak ku, baiklah..." Maria dan Suhu saling bertatapan. " Kakak.. kakak.. kak Adriano keluar, aku ingin bertemu, kakak..." Maria kini berteriak kencang membuat semua penghuni rumah yang ada di sana langsung bisa mendengar suara nya.
" He tutup mulut mu itu, jangan bikin onar..." Sang penjaga kini langsung membuka gerbang itu dan ingin mendorong tubuh Maria. Tapi dengan cepat dan sigap Suhu langsung menangkap tangan penjaga itu langsung memelintirnya dengan kencang.
" Kak Adriano..." Panggilnya dengan pura pura tersenyum.
" Maria..." Adriano yang ingin menghampiri adiknya itu kini di tarik oleh sang istri dia du tahan agar tak menghampirinya, Suhu kini langsung melepaskan penjaga itu dengan kasar.
" Untuk apa kau datang kemari he?, kau ingin meminta uang kepada kami?" Ucapnya Anna dengan sinis.
" Aku ingin bertemu kakak ku..." Jawabnya dengan tenang. " Kakak aku merindukan mu?, kau tak pernah datang ke rumah, apa kau sudah melupakan bahwa kau memiliki adik yang harus kau jaga?" Maria kini langsung menyemburkan semua pertanyaan kepada sang kakak.
" Adik ipar ku sayang, aku juga merindukan mu, kau lama sekali tak datang kemari, bagaimana kabar mu Maria, kau pasti sangat baik bukan..." Anna kini yang tiba tiba memeluk Maria membuat semua orang yang ada di sana langsung mengerutkan keningnya tak percaya, mereka tak percaya wanita nenek sihir itu kini berubah menjadi baik kepadanya.
__ADS_1
Anna kini melepaskan pelukannya itu menatap Maria dengan tersenyum manis, Adriano kini juga heran kepada istrinya yang tiba tiba baik seperti itu.
" Kami ingin mengunjungi mu tapi maafkan kakak mu ini yang belum sempat datang ke rumah lagi, kau tahu masalah kami datang bertubi tubi tapi terima kasih kamu datang mengunjungi kami. Jika kami tak bisa datang ke sana maka kami bisa yang datang ke sini Maria..." Anna menyentuh tangan Maria menggenggam nya dengan erat serta senyuman yang begitu manis di wajah wanita itu.
" Jangan membuat drama sepertinya kepala mu terbentur sesuatu..." Maria menekan kata katanya dengan sinis.
" Sebuah keluarga biasa ya kan Pa jika ada drama sedikit. Kepergian ibu membuat kami sadar bahwa keluarga sangatlah penting. Di tambah di dunia ini peninggalan sang ibu mertua hanya kamu."
Semua orang yang ada di sana kini du buat tak menyangka bahwa nenek sihir itu kini berubah dalam hitungan menit saja.
" Kau pasti temannya bukan?, terima kasih sudah menjada Maria dan sudah mengantarkan Maria datang kemari, tapi sekarang Maria adalah kewajiban kami jadi biarkan Maria di sini, kami akan menjaga..." Kini perkataan Anna selanjutnya membuat semua orang tambah terkejut bahkan tak ada yang bisa berkata kata.
" Papa sayang kau senang bukan jika Maria tinggal bersama kita?"
" Tentu saja aku akan senang. Maria katakan pada teman mu untuk meninggalkan mu karena kau akan tinggal di sini bersama sang kakak..." Adriano tentu saja sangat senang ketika sang istri mengizinkan adik satu satunya tinggal satu atap bersama nya.
Maria dan Suhu hanya saling bertatapan, dengan Maria yang mengedipkan matanya tanda setuju untuk tinggal di sana.
" Baiklah kalau begitu saja permisi..." Suhu kini mengalah untuk pergi agar tak ada drama yang panjang di antara mereka di sana.
" Maria akhirnya aku tinggal di rumah ku..." Anna kini memeluk Maria begitu erat.
Suhu yang segera masuk ke dalam mobilnya ketika melihat mereka masuk ke dalam rumah tersebut dengan Maria yang ikut masuk ke dalam. Suhu kini segera menekan nomer bosnya.
" Rencana kita gagal Bos...." Nada panik dari Suhu kini membuat sang Singa hanya membuang nafasnya dengan kasar.
__ADS_1
Bersambung 🤭 kalian kenapa pada demo sih 😁 gak ada yang di skip kok 🤣 sabar dulu kenapa sih 🤣🤣 kan sudah di bilangin mince nya lagi sakit jadi up sedikit tapi gak ada yang mince skip kalau masalah adegan hot nya 🤣🤣