Wanita Nakal

Wanita Nakal
Wanita Nakal Musim3_ Gugup


__ADS_3

" Sudahlah aku ingin masuk saja, di sini panas..." Wanita itu yang ingin berjalan terpaksa harus jatuh di pangkuan laki laki itu ketika tangan nya di paksa dan di tarik pelan. Mata wanita itu melotot sempurna ketika laki laki itu sengaja melakukan hal tersebut.


" Apa yang kau lakukan Abhi?" Tanyanya dengan gugup bukan main, bahkan jantung nya kini sudah berdebar tak karuan.


" Kau mau kemana?, kita belum selesai membahas nya tadi?" Abhi bukan nya melepaskan wanita itu melainkan malah memeluk pinggang wanita itu.


" Abhi lepaskan, aku ingin masuk ke kamar, tak enak di lihat pembantu mu..." Wanita itu sedikit memberontak di pangkuan laki laki itu, tapi Abhi bukannya melepaskan nya malah memeluk nya dengan erat.



" Kau senang sekali menggoda ku, tapi giliran aku membalikan godaan itu kau lari..." Katanya dengan pelan matanya kini menatap bibir wanita itu dengan seksama, rasa ingin merasakan kini timbul di pikiran nya.


" Abhi please lepaskan..." Katanya dengan tertahan ketika tangan laki laki itu dengan sengaja meremas lembut pinggang wanita itu.


" Kau ingin meminta aku melepaskan mu, tapi bahasa tubuh mu ingin tetap seperti ini..." Jiwa nya kini meronta seakan di bawah sana ingin bangkit dari tidur lama nya, selama ini mungkin Abhi tak memiliki ketertarikan dalam hubungan tapi sejak melihat wanita ini, pikiran dan hatinya ingin memiliki hubungan lebih dengan wanita ini, meskipun awalnya dia harus rela fi hajar wanita itu.


" Abhi lepaskan.. tak enak di lihat pembantu mu, jika kekasih mu tahu aku malas berdebat dengan wanita..." Matanya melotot tak percaya ketika tangan laki laki itu malah menarik tengkuk nya, hingga membuat kedua bibir itu menempel dengan sempurna.

__ADS_1


Abhi bukan nya takut dengan tatapan melotot wanita itu, tapi dia malah meluma* lembut bibir itu, meluma* dengan pelan serta remasan pada pinggan wanita itu kini semakin membuat wanita itu mengeliat di pangkuan laki laki itu. Abhi sedikit menggigi* nya, menggigi* penuh lembut hingga membuat bibir itu terbuka begitu saja, mata wanita itu kini mulai terpejam ketika dia menikmati cumbuan dari laki laki police itu.


Abhi tak menyia nyiakan kesempatan itu, lida* nya dengan segera menerobos masuk ke dalam, mengabsen setiap rongga bibir wanita itu, Suhu itu kini malah membalasnya dengan lembut karena terlalu terbuai dengan cumbuan bibir laki laki itu. Kini mereka saling membalas, saling menyesa*, saling membelitkan lida*, saling bertukar slavina, saling melepaskan pangutan itu, lalu menyatukan kedua bibir kembali, dan mereka berdua saling menyesa* dengan ciuman yang liar. Jiwa kedua seakan tersiram api gaira* ketika ciuman itu kini semakin dalam dan liar, tubuh mereka begitu dekat hingga sebuah gundukan dapat di rasakan oleh Abhi. Kini mereka saling bernafas dalam ciuman yang panas, Suhu itu mengeliat ketika merasakan ada sesuatu yang bangkit yang menyentuh tubuh nya di bawah sana.


Abhi melepaskan pangutan itu, ketika merasakan jiwa laki laki nya bangkit dengan sempurna,menyatukan kening mereka dengan masih mengambil oksigen sebanyak banyaknya. Kini mereka masih saling terdiam dan memejamkan matanya saling mengatur jantung nya yang berdebar tak karuan.


" Maaf..." Hanya kata itu yang mampu di ucapkan oleh laki laki itu, dia tak cukup berani menatap mata wanita itu. Suhu itu tak menjawabnya bahkan tak berani membuka matanya, dia terlalu takut dan malu.


" Please buka mata mu, dan tatap aku..." Abhi kini membuka suaranya lagi, ketika sadar bahwa wanita itu tak berani membuka matanya. Suhu itu tetap terdiam meskipun dia mendengar jelas apa yang di katakan laki laki itu.


" Please buka matu..." Kedua kalinya Abhi berkata membuat wanita itu kini membuka matanya menatap laki laki itu dengan tatapan sendu nya, mereka sama sama menahan hasra* yang ingin tertuntaskan.


" Aku tahu.. maaf aku gak bisa mengendalikan ini semua..." Mereka saling bertatapan dengan pandangan mereka yang sama sama merasa ingin melanjutkan kenikmatan yang baru saja mereka mulai.


Suhu itu yang masih menatap mata laki laki itu, kini malah menatap bibir laki laki itu, bibir yang dia rasakan barusan, bibir yang membuat jantungnya tak karuan, bibir yang mempu merobohkan pertahanannya.


Suhu itu kini malah kembali mendaratkan bibirnya, meluma* bibir laki laki itu dengan cepat, Awalnya Abhi terkejut dengan apa yang di mulai oleh wanita itu, tapi akal nya seakan tak mau berpikir sehat, dia kini malah membalas ciuman yang membangkitkan keliaran nya itu. Desaha* tertahan ketika laki laki itu mengelu* pahanya dengan sedikit memberikan gigitan kecil kepada bibir nya, serta sesap*n pada lida* membuatnya tak sanggup untuk mendesa* seketika.

__ADS_1


Wanita itu menekan tubuhnya kebawa ketika merasakan sesuatu menyentuh nya di bagian bawahnya, cumbuan itu kini turun ke leher wanita itu, Abhi menyesa* nya dengan lembut hingga membuat wanita itu mengeliat ketika sesepa* itu begitu dalam.


" Abhi.. stop.. kita di ruang.. ah..." Desaha* wanita itu membuatnya tak ingin menghentikan aksinya di sana. Dia kembali menggapai leher wanita itu, agar meninggalkan banyak bekas tanda merah, Abhi yakin bahwa itu akan memerah hingga banyak yang tahu apa yang terjadi.


Abhi tak menghiraukan wanita itu yang menyuruhnya berhenti, dia tetap menggoda leher wanita itu dengan tangan nya masih berada di paha mulus wanita itu. Suhu cantik itu yang memakai celana pendeknya membuat pahanya muda untuk di sentuh oleh laki laki itu.


Alarm berbahaya seakan menyala di pikiran nya ketika tangan Abhi kini meremas sesuatu yang menonjol di depan, tapi tubuhnya tak ingin berhenti, dia ingin merasakan lebih jauh dari ini. Mereka sama sama tak pernah memiliki komitmen dengan siapa pun, jadi melakukan hal seperti ini adalah hal pertama untuk mereka berdua. Mereka yang sama sama sibuk dengan dunia nya tak pernah berfikir untuk menjalin hubungan dengan siapa pun.


" Ah.. Abhi..." Desaha* tertahan itu kembali terdengar ketika cumbuan itu kini berpindah di telinga nya, dengan sekali menjila* nya dengan penuh kenikmatan.


Abhi yang ingin menghentikan aksinya dari tadi malah tak bisa berhenti ketika suara lembut serta desaha* dari wanita itu yang membuatnya ingin melakukan lebih dari sekedar cumbua* itu.


" Abhi..." Panggilnya.


" Siapa nama mu sayang?" Katanya dengan tetap berada di telinga wanita itu, Suhu itu memejamkan matanya menahan gelombang lain yang ingin dia tuntaskan. Abhi yang tak dapat jawaban kini malah turun kembali ke arah gundukan yang atas nya sedikit terbuka, dia kembali menyesa* hingga tanda merah bersarang di sana.


" Tuan.. di..." Suara pembantu itu menghentikan aktifitas mereka yang sudah di puncak api gaira*. " Maafkan saya tuan..." Pembantu itu menunduk malu serta takut.

__ADS_1


Suhu cantik itu langsung berdiri dan membenarkan pakaiannya dan melangkah masuk ke dalam rumah dan memilih masuk ke dalam kamar nya untuk menetralkan jantungnya yang tak karuan.


__ADS_2