
Aku menyerahkan semua nya kepada Tuhan, apapun yang terjadi aku akan jalani hidup ini dengan tangan terbuka. Berdamai dengan masa lalu membuat ku bisa lebih tenang.
Pov Clarissa
Pagi ini entah kenapa perasaan ku menjadi kacau, bahkan akhir akhir ini aku menjadi sangat sensitif, apa pun yang membuat aku merasa tak nyaman aku pasti langsung marah, bahkan apa saja yang di ucapkan suami ku dengan nada tinggi langsung membuat ku tersinggung dan marah seketika, apa yang terjadi pada hati ku kenapa aku sangat sensitif bahkan sangat pemarah sekali.
Seperti pagi tadi aku hanya tak ingin jauh jauh dari suami ku, memeluknya seperti ini membuat aku nyaman, merasa aku sangat aman, dan tenang, pagi ini aku tak ingin berada jauh dari nya, hingga aku ingin mengikuti dirinya ke kantor, tapi dia dengan nada yang membuat aku sedikit kecewa.
" Sayang jangan marah..." Aku tak memperdulikan ucapannya yang mengikuti ku masuk ke dalam kamar mandi juga.
" Pergilah aku ingin mandi..." Aku mengusirnya karena aku benar benar tak marah padanya.
Aku mendorong tubuhnya ketika dia memeluk tubuh ku secara mendadak. " Pergilah, aku tak ingin melihat mu..." Aku tentu memberontak dalam pelukan nya, mendorong nya dengan kuat tapi percuma seperti nya tenaga ku lebih kuat di di banding dia yang laki laki.
__ADS_1
" Sayang kita akan ke kantor, kamu boleh ke sana kapan pun kamu mau, jangan marah, aku hanya bertanya, tak ada maksud lain..." Aku tak bergeming sama sekali, aku tetap diam di pelukan nya meskipun aku sudah tak ingin berada di dekat nya lagi. Aku memutar air shower tersebut agar tubuh kami basah dan menjernihkan pikiran ku yang emosi.
Aku merasa tangan nya yang menggapai tengkuk ku, mencium bibir ku dengan tiba tiba, aku memberontak karena aku masih marah pada nya, aku kecewa karena nada nya yang sedikit tinggi, meskipun itu hanya spontan. Aku mendorongnya karena tiba tiba mencium ku begitu saja, bukan nya terlepas tapi pelukan itu semakin erat, seakan ciuman itu berkata maaf kepada ku.
Aku tetap memberontak, mendorong tubuhnya tapi ciuman memaksa itu tak bisa lepas dari bibir ku, tapi aku tak ingin membalasnya meskipun ciuman memaksa itu menjadi lumata* kecil, dia semakin menekan diriku ke dinding, sebagai ganti nya karena aku tak membalas nya dia malah mencumbu leher ku, menyesa* nya dan selalu meninggalkan tanda kepemilikan, aku melenguh ketika bibirnya masih saja menggoda leherku dengan dirinya yang menekan diri ku tepat mengenai bagian bawah. Kami saling berpandangan satu sama lain, aku memalingkan muka ku karena masih tak ingin menatap nya.
" Aku minta maaf sayang, aku tak bermaksud seperti yang kamu pikirkan..." Aku terpaksa menatap nya ketika dagu ku di pegang lembut oleh nya, hingga mata kami bertatapan dengan tatapan yang berbeda.
" Apa kamu memiliki simpanan di sana?, hingga kau takut aku datang ke sana..." Aku mengatakan apa yang aku pikirkan dari tadi. Aku tahu pikiran ku konyol tapi apapun bisa terjadi.
Kini ciuman yang manis menyentuh ku sebelum sentuhan keduanya lebih dalam dan dekat karena kami saling memiringkan kepala kami. Aku memejamkan mata ku, membalas setiap sentuhan yang dia berikan, sentuhan yang lembut kini menjadi sentuhan yang begitu liat dan menuntut, kami saling bernafas di dalam ciuman liar itu, kami segera melucuti semua pakaian kami yang basah karena tetesan air shower, ciuman yang penuh gaira* itu seakan benar benar memabukkan.
" Hubby apa kau sungguh tak memiliki wanita lain?" Aku masih tak melepaskan apa yang dari tadi mengganjal di pikiran ku.
__ADS_1
" Tidak ada sayang, tidak ada yang bisa membuat ku tergila gila seperti mu..." Geramnya ketika kami masih melakukan ritual panas kami.
Alex terduduk di atas kloset, mendudukkan aku di atas paha nya, aku yang segera mengetakan pinggul ku ketika tubuh kami sudah menyatu sepenuhnya, tangan nya yang berada di pinggang ku mengimbangi tempo yang aku ciptakan lewat gerakan ku, kami saling mengeram karena kenikmatan yang kami ciptakan di pagi hari. Kamar mandi ini menjadi pengap karena desaha* dan geraman kami dari tadi.
" Hubby..." Desaha* ku yang tertahan ketika sentuhan lain nya menggapai ku dengan cepat.
" Sayang jangan pikirkan hal buruk tentang ku, hanya kamu yang aku cintai..." Geramnya ketika aku masih berada di atas pahanya, mengerahkan pinggul ku dengan cepat, mengaduk aduk benda tumpul yang masih berada di tubuh ku membuat kami sama sama merasakan kenikmatan seperti ini.
" Hubby aku mencintai mu..." Desaha* panjang ku ketika dorongan itu menyeruak ke tubuh ku, aku di dorong pelepasan yang sangat nikmat.
" Da*n baby..." Umpatnya sebelum aku merasakan ada den*utan miliknya yang memenuhi tubuh ku.
__ADS_1
Kami saling mencintai nya, wajar jika aku takut kehilangan sosok laki laki yang seribu satu du dunia ini, dia hanya milik ku, hanya milik ku. Aku akan mempertahankan dia bagaimana pun cara nya. Cinta kami butuh waktu panjang untuk bersatu, bukan waktu sebentar untuk bersatu, jadi aku berhak mempertahankan cinta nya untuk ku.
Aku mencintai laki laki yang bernama Alexander, laki laki yang memiliki seribu cara untuk menjadikan aku milik nya, aku mencintai laki laki yang aku temui di klub malam waktu itu, aku mencintai laki laki yang dulu menjadi dosen ku, aku mencintai laki laki yang dulu menjadi pacar kontrak ku, dan sekarang dia menjadi suami ku, suami yang selalu tak berdaya ketika aku berada di atas tubuh nya.