
Dua hari berlalu begitu cepat. Ara yang merasakan sesuatu di lehernya membuka mata nya dengan sempurna.
" sayang apa yang kamu lakukan?" Suara serak ara terdengar ketika ia berbicara.
" sebentar saja, ini sungguh menyiksa.." jonathan bicara dengan suara yang berat.
" kau serahkah jo, bahkan aku hanya istrahat beberapah jam.." ara mengatakan dengan bibir yang mengerut karena jika di ingat beberapa jam yang lalu mereka baru saja menyudahi percintaan mereka.
" kamu yang menggodaku tadi."
" aku bahkan tertidur sayang, bagaimana mungkin aku menggodamu.." terkadang ara tak mengerti dengan apa yang dipikirkan laki laki nya yang selalu menuduh dirinya menggoda dirinya.
Jonathan membalikan tubuh ara hingga mereka saling berhadapan. Ara yang sudah berada di bawah kungkungan nya menatap ke mata jonathan.
Mata jonathan sudah terpancar api gaira* yang tertahan. Jonathan menge*up bibi* tsya dengan lembut. Merem*s ben*a yang k**yal yang tak terhal**gi ap*pun.
Ara tentu mendesa* setiap apa yang diberikan oleh tangan jonathan. Pikiran nya ingin menolak tapi tubuhnya seakan menerimah setiap sentuhan yang diberikan jonathan.
Jar*nya seakan memperonda porandakan hasrat nya dari wanitanya. Desa*an dan geram*n kini terdengar lagi di dalam kamar besar tersebut, untungnya kamar tersebut sudah di buat kedap suara.
Jonathan memompa pinggulnya dengan cepat, kadang pelan membuat sang wanita hanya bisa mendesa*.
" sayang aku ingin kita segera menikah.." ucapan jonathan ketika mereka masih melakukannya.
" arghh.. jo aku sampai.." desah*n ara begitu membuat jonathan kehilangan akalnya.
Hanya butuh waktu sebentar jonathan dan ara sama sama mengeluarkan caira* cin*a mereka yang begitu ken**l di dalam rahim ara.
Mereka masih mengatur nafasnya yang terengah engah. Dengan masih berada di atas ara. Jonathan menatap ara dengan tatapan cinta.
" kita akan segera menikah setelah semuanya selesai."
" apa tak bisa menunggu lagi jo."
" aku tak ingin jika kamu hamil nanti kita belum menikah sayang.." perkataan jonathan membuat ara terdiam.
" jo aku ingin ke toilet.." ara mengalihkan pembicaran mereka dan jonathan mengecup kening ara dan kemudian turun dari tubuhnya.
*****
" sayang kamu mau makan apa, biar mana yang ambil.." jennifer mengambilkan beberapa makanan untuk putrinya.
"Apa saja, ini semua makanan kesukaan saya.." ara menjawab dengan dingin.
" benarkah, maaf mama.." jawab jennifer dengan merasa bersalah.
__ADS_1
Ara tak menjawabnya lagi, kini mereka berempat tengah sarapan pagi.
` seperti ini kah jika satu keluarga berkumpul, akan ada canda tawa seperti sekarang ` batin ara ketika melihat semua nya sedang tersenyum.
Ara meskipun belum sepenuhnya menerima keluarga tapi kali ini dia mau duduk satu meja adalah perkembangan yang baik. Semuanya perlu waktu dan itu tak menjadi masalah. Semua nya butuh waktu untuk menata hati ataupun menerima takdir.
" sayang aku harus segera ke kantor, ada rapat penting.." jonathan berdiri dan ara menganggukan kepalanya.
Sebelum jonathan pergi ia tak lupa mencium kening wanitanya.
" jonathan.." suara laki laki baya yang dari arah belakang menghentikan langkahnya.
Jonathan membalikan badan nya dan menatap ke arah tuan johan dengan bingung kenapa menghentikan langkahnya.
" apa nanti kita bisa bicara nak."
" tentu om, jam makan siang mungkin aku mempunyai waktu kosong."
" setelah pulang kamu dari kantor juga tak apa nak, om akan menunggu nya."
" baik om, kalau begitu saya harus pergi.." Dan di angguki oleh tuan johan.
Jonathan yang sudah membalikan badannya, melanjutkan langkahnya menuju mobilnya yang akan membawa dirinya ke perusahaan.
Hampir setengah jam jonathan tiba di dalam perusahan nya. Ia melangkah masuk ke dalam perusahan dengan bingung, karena semua tengah menunduk.
" honey kenapa baru baru datang.." jonathan datang dengan disambut wanita cantik yang tengah menghampiri nya di depan pintu.
" siapa yang mengizinkan kamu masuk ke sini.." jonathan bicara dengan ketus.
" honey aku masih tunangan mu."
" mantan tunangan yang tak tau malu.." jawab jonathan dengan nada dingin.
Jonathan berjalan menuju kursi kebesaran nya, duduk disana. " aku menolak kamu membatalkan pertunangan kita honey."
" pertunangan kita berakhir semenjak kamu berkhianat di belakangku dengan adik tiri ku."
" aku hanya satu kali main dengan nya jonathan."
" aku tak peduli, bahkan aku jijik menyentuhmu semenjak aku tau kau kamu tidur dengan dia.." Jonathan menatap jijik pada wanita yang berdiri di depan nya.
" aku minta maaf soal itu honey, aku sudah mengakhiri dengan dia."
Jonathan tertawa keras mendengar ucapan dari wanita yang pernah ada di hatinya. " kenapa?, apa karena kamu sadar bahwa aku yang lebih kaya dari dia. Apa kamu pikir hanya dia satu rumah dengan ayah ku dia akan menjadi kuasa, kau terjebak emil hahaha.." Jonathan tertawa dengan sinis.
__ADS_1
" aku ingin kita kembali jo seperti dulu.." emil berjalan mendekati jonathan yang duduk di sana. Dia ingin menggoda jonathan membawanya ke dalam kenikmatan yang selalu mereka rasakan waktu dulu.
Emil dengan beraninya duduk di pangkuan jonathan, mencoba menggodanya dengan gerakan seksual.
" kau pikir aku akan tergoda he.." senyum jijik nampak di wajah jonathan. " bahkan aku tak bergairah meskipun melihat mu telanja** di depan ku.." perkataan nya membuat emil merasa kesal ia berdiri menatap ke arah jonathan dengan tajam.
" jadi wanita murahan mu yang sudah memuaskanmu di ranjang kita dulu.." suara emil kini sudah berubah menjadi sinis.
" jangan samakan dia dengan mu, bahkan kamu lebih murah daripada wanita ku."
Emil tertawa dengan sinis. " aku lebih murah dari wanita mu. Wanita yang mau ambil dari lembah hina."
Brak
Gebrakan meja yang keras membuat emil semakin memundurkan langkah nya meskipun begitu ia masih berani menatap jonathan dengan tajam.
" tutup mulutmu. Atau aku akan merobek mulut mu itu.." jonathan menaikan suara nya. " aku dan dia akan segera menikah kau dengar itu, kamu akan segera menikah.." sambungnya lagi
Emil melotot mendengar ucapan dari jonathan " dia hanya memanfaatkanmu jo, dia hanya mencintai uangmu.." teriak emil.
" bahkan aku tak peduli jika dia menghabiskan uang ku."
" aku yakin dia mencintai uangmu. Dia tak pantas untukmu jonathan, dia hanya wanita kotor yang dibesarkan di panti asuhan."
Plak
Satu tamparan yang dilayangkan jonathan membuat emil menatapnya dengan tajam. " hans.. Hans.." teriak jonathan membuat hans segera masuk kedalam ruangan bosnya.
" bawah wanita ini keluar, jangan biarkan dia masuk kesini lagi. Katakan pada semua orang, siapa saja yang mengizinkan dia masuk pecat dia.." jonathan bicara dengan menatap ke arah emil dengan tajam.
Jonathan dan emil sama sama saling menatap dengan tajam. Saling melotot, saling menyulut emosi.
" akan ku hancurkan semua nya.." ancam emil.
" jika kau berani, maka ku pastikan kau akan terbuang dari seluruh agency di dunia.." jonathan membalik mengancam emil. " silahkan mencobanya jika kau ingin main main dengan ku.." sambungnya lagi.
Emil tak bisa berkata apa apa, selain menyambar tasnya meninggalkan ruangan jonathan. Rencana nya ingin menggoda jonathan gagal, bertambah mereka harus bertengkar lagi dan lagi.
Karena kebodohan hubungan yang terjalin lama harus berakhir dengan sia sia.
_______
Terima kasih untuk semua nya
Like dan komen yuk
Aku suka ketawa geli sendiri membaca komen kalian semua
__ADS_1
Vote, vote , vote yuk mumpung hari jumat, hehehe
Makasih