Wanita Nakal

Wanita Nakal
Wanita Nakal Musim3_ Melawan 38


__ADS_3

Persidangan kali ini di mulai dengan terbuka bahkan media yang kemarin kini lebih banyak dari kemarin, pemberitaan kemarin ternyata memancing ini semua media untuk berkumpul. Para media kini dengan segera mengambil foto semua orang yang masuk ke dalam ruangan persidangan dengan satu persatu.


Zac kini dengan tetap memasang wajah datarnya serta aura dingin kini membuat semua orang yang menatapnya juga merasakan hawa dingin dan rasa kejam di sana.



" Aku rasa semua orang di italia sedang membicarakan kasus kita..." Bisik Jonathan yang sudah duduk di sebelah sepupunya itu.


" Aku tidak peduli, tapi bagus nama mereka kini akan hancur dengan segera."


" Albert setelah ini apakah akan langsung sidang keputusan hukuman untuk dia?"


" Tidak bos akan ada sidang keputusan setelah sidang ini..." Albert kini seakan kembali acuh ketika melihat wanita itu masuk di dalam ruang pengadilan.


Sedangkan Violet kini merasakan getaran kecil itu kini membuat dirinya gugup dan salah tingkah ketika di tatap seperti datar oleh Albert.


Kini semuanya telah lengkap dan sebuah Argumen kini telah di dengar untuk memulai semuanya. Albert yang sebagai penuntut umum kini tetap memanggil Peter untuk duduk di sana, duduk di kursi yang begitu menakutkan untuk semua orang.


Peter kini sebenarnya ketar ketir cemas tapi seakan kini Tuhan dan Hakim berpihak kepadanya, Hakim yang sudah mendengarkan argumen dari penuntut umum kini mempersilahkan pembela untuk berargumen lebih dahulu.


Peter hanya bisa tersenyum tipis karena kali ini dia ingin menghancurkan nama lawannya dengan satu bukti yang telah dia kantongi.


" Hakim saya meminta izin untuk memanggil Nona Maria..." Kali ini Violet yang masih berdiri di sana dengan melawan mereka.

__ADS_1


" Buat apa anda memanggil saksi mereka?"


" Ada yang harus saya tanyakan Hakim, Nona Maria adalah keluarga dari klien kami."


" Silahkan..." Hakim yang telah mempertimbangkan kini mengizinkan Maria untuk berdiri di sana.



" Nona Maria saya tidak akan berbasa-basi di sini, kami semua sudah mendengarkan argumen mu kemarin dengan memberikan saksi kepada kita semua, sekarang aku ingin bertanya, kenapa anda bisa bersama mereka?, apa memang ini rencana mu untuk menghancurkan keluarga mu sendiri?"


" Saya sudah jelaskan kemarin Nona Violet yang terhormat tidak ada keluarga di antara kami, saya sudah di buang oleh mereka dan saya sudah di campakkan seperti sampah. Jadi saya bukan keluarganya."


" Baiklah jika anda memang tidak mengakui mereka keluarga mu, kenapa anda bisa melawan mereka bertepatan dengan mereka yang memasukan laporan kepada Tuan Peter?, apa anda memang sengaja membantu mereka agar anda bisa melampiaskan balas dendam anda?"


" Saya bekerja di tempat Tuan Zac dan kebetulan saya juga kekasih dari Tim nya. Saya tidak tau jika Tuan Zac memiliki masalah dengan Tuan Peter, saya tau ketika sebuah surat penangkapan untuk Tuan Peter dan di saat itu saya baru tau. Saya sebenarnya juga sudah mau memaafkan dan mau menerima mereka tapi sayangnya kebaikan ku kemarin hanya di manfaatkan oleh mereka."


" Jadi anda sungguh tidak tahu, lalu bisa anda jelaskan video ini..." Orang orang itu kini memutar sebuah video yang di sana Anna sedang memohon dan menangis meminta untuk memaafkan mereka semua tapi seakan video itu kini di buat drama oleh kubu lawannya.


Maria kini malah tertawa melihat video itu.


" Nona Maria video itu terlihat jelas bahwa Nona Anna berlutut sepertinya yang di bilang kepada kami bahwa anda menyuruhnya untuk berlutut dan mencium kaki kalian, agar kalian bisa membebaskan salah satu dari keluarganya..." Violet menyipitkan matanya tapi kali ini dia juga bingung dengan video tersebut.


" Anda hanya bisa melihatnya tapi anda tak bisa mendengarnya?, di mana suaranya?, apa anda tidak menanyakan kepada orang nya dimana suara mereka?" Maria kini bahkan tidak terima jika Tim nya malah di tuduh yang tidak tidak.

__ADS_1


Violet hanya diam dia kini baru ingat bahwa suara dari video itu kini tak ada, suara itu kini hilang hanya ada mimik bicaranya tapi tak ada suaranya.


" Yang Mulia kami memiliki video yang berisi suaranya..." Albert kini berdiri dan berkata kepada hakim nya. Violet kini langsung menatapnya dengan tatapan datarnya.


Violet hanya membuang nafasnya dengan kasar ketika Albert menyerahkan bukti itu kepada orang penyelidikan. Violet kini harus siap siap menahan malunya lagi sedangkan Anna sudah bergetar di sana, rencana untuk melawan mereka dan menjatuhkan mereka kini hilang seketika. Senyuman yang tadi ada di bibir Hans juga berubah menjadi rasa khawatir.


" Video siap di putar Hakim..." Hakim kini mengangguk dengan pelan, mata mereka kini di pertontonkan video yang sama dengan suaranya yang jelas. Anna kini tertunduk malu dan ketakutan, kali ini Anna benar benar mengajaknya untuk berperang dengan serius.


Semua orang pada berbisik pelan ketika video itu di putar putar di depan mereka, semua orang kini hanya bisa menghina keluarga Peter bahkan kini tak ada rasa perhatian atau simpatik kepada mereka.


" Sebelum anda memberikan bukti lebih baik anda mencari tahu dulu tentang kebenaran nya..." Violet kini di buat malu oleh bukti bukti itu, kini Violet untuk ke dua kalinya di permalukan oleh Tim nya sendiri.


" Yang Mulia saya sudah selesai berargumen dengan Nona Maria..." Violet lebih baik untuk menyudahi semuanya di banding di harus menahan rasa malu lagi.


Kini giliran Albert yang mulai berdiri di depan Hakim dan di depan mereka semua. Albert menatap ke arah Peter yang sudah tidak memiliki wajah lagi kali ini. Peter kini tak memiliki harapan untuk bisa bebas dari ini semua, jeratan hukuman kini siap menjadi teman nya di masa hidupnya sekarang. Peter kini hanya bisa pasrah tanpa bisa melawannya lagi karena apa yang ingin dia lawan malah menjadi bumerang yang kembali menyerangnya.


" Yang Mulia dari bukti yang di tunjukan oleh pembela membuktikan bahwa mereka tidak mencari tahu dulu kebenaran dari ini semua dan dari sini saya bisa menyimpulkan bahwa semua orang yang ada di belakang mereka akan mencari cara agar bisa membebaskan klien nya meskipun dengan cara licik sekalipun."


" Saya keberatan Yang Mulia yang di katakan oleh penuntut umum tidak benar, saya memang membela klien saya, saya juga ingin klien saya bebas dengan segara tapi saya tidak akan melakukan hal licik seperi yang penuntut katakan..." Violet mengatakan keberatannya, andaikan dia tahu bukti itu sebelumnya pasti dia akan bertanya lebih dahulu.


" Keberatan di tolak..." Hakim yang menolaknya karena dia melihat sendiri bahwa semuanya memang di lakukan mereka dengan cara mereka yang tak masuk akal.


" Yang Mulia saya memiliki saksi yang bisa memberi tahu tentang semuanya, saya membawa saksi yang bisa menjelaskan siapa Peter dan seperti apa keluarga mereka..." Albert kini tersenyum penuh kemenangan ketika hakim mempersilahkan saksi keduanya untuk masuk ke sana.

__ADS_1


__ADS_2