Wanita Nakal

Wanita Nakal
Season4_ Ex Husband Is Broken_ Siapa laki laki ini 3


__ADS_3

Masa lalu adalah hal yang tak perlu di kenang, masa lalu tak perlu di ingat.


Yang harus kita tata hari ini adalah masa depan.


Jangan tangisi masa lalu yang buruk, jangan menunduk karena masa lalu buruk mu.


Jangan merasa minder karena masa lalu yang buruk, karena setiap manusia memiliki masa lalu masing masing.


Tegakan kepala mu tata masa depan mu yang baik lagi dari masa lalu yang buruk kemarin.


Author 😘


______


🥀🥀


.


.


.


Kedua laki laki yang saat ini masih berada di dalam mobil kini hanya bisa diam dengan cara pemikiran mereka masing masing. Kedua laki laki yang saat ini sudah cukup umur untuk mengantikan semua posisi orang tua nya.


" Will semakin kita berjalan lurus maka kita akan semakin masuk ke dalam hutan..." Bryan yakin ini tak akan ada jalan keluar nya kecuali semakin masuk mereka semakin masuk ke dalam hutan yang rimba.


" Aku tahu!" William menghentikan mobilnya dengan segera. Mereka berdua menatap sekeliling nya dari jendela mobil mereka.


" Kenapa berhenti?" Tanyanya dengan menatap ke arah sepupunya.


" Sebelum perjalanan kita jauh! apa kau yakin kita akan masuk ke dalam dan menemui Daddy kita?"


Kedua laki laki itu bertatapan dengan tatapan yang berbeda tak ada yang tahu apa yang akan di katakan oleh kedua orang tua mereka. Jantung mereka sebenarnya saat ini sudah tak karuan tapi.


" Aku yakin Will, jika kita tak masuk ke dalam sana maka kita tak akan tahu apa yang akan mereka katakan kepada kita. Jika mereka memang tak menyimpan rahasia yang besar maka kita tak akan di suruh datang kemari."


" Kau benar! tapi apa kau siap?"


" Apa kau siap mendengar rahasia terbesar mereka?"


Kedua laki laki itu diam dengan cara pemikiran mereka masing masing. Mereka tak tau apa yang harus mereka lakukan saat ini. Hati dan pikirannya bergejolak saling menentang.


" Kita sudah jauh sampai di sini, jika kita tak masuk maka kita akan sia sia tiba di tengah hutan."

__ADS_1


" Kau benar! tapi apa yang kau pikirkan apa sama dengan ku?"


William mengangguk cepat, mungkin mereka berdua saat ini antar siap dan tidak siap mendengar rahasia terbesar yang akan di katakan oleh kedua Daddy nya itu.


Mereka berdua saling memantapkan hati serta pikiran nya yang dari tadi bertolak dengan apa yang ingin mereka lakukan.


Meraka saling bertatapan dengan pandangan serius. Mereka tau ini bukanlah hal yang muda bagi mereka tapi mereka tak akan membiarkan langkah mereka berhenti sampai di sini saat ini. Rahasia apa yang akan di katakan oleh kedua Daddy nya juga harus mereka terima saat ini.


Mereka saling membuang nafas dengan kasar dengan saling mengangguk sebentar dan penuh keyakinan.


" Aku siap mendengarnya semua apa yang akan di katakan oleh mereka."


" Maka ayo kita jalan, aku juga telah siap mendengar semuanya. Apapun yang terjadi kita harus siap mendengar nya..." Mereka saling mengangguk dengan serius.


William melajukan mobil nya dengan tekad yang sudah yakin dengan apa yang akan mereka dengar. Bukan tentang perselingkuhan yang mereka yakinkan rahasia besar itu tapi ada rahasia yang lebih besar dari itu semua.



Sedangkan di tengah tengah hutan saat ini para orang orang itu tengah menunggu Tuan muda nya yang saat ini.


" Apa Tuan muda akan datang ke tempat ini?" Andre bertanya kepada Abhi yang juga duduk di atas mobil.


" Entahlah! tapi aku yakin mereka akan datang. Kedua keponakan itu pasti akan datang sebentar lagi..." Jawabnya dengan tenang.


Mereka bertiga saat ini tengah menunggu ke datangan kedua Tuan muda yang akan mengetahui rahasia terbesar dari mereka semua.


Senyum mereka sedikit terlihat di bibir mereka masing masing ketika melihat mobil yang mengarah ke arah mereka dengan pelan.


" Bukan kah itu Paman Abhi dan Paman Andre?" Bryan menatap lurus dengan sekali menoleh ke arah samping.


" Di sana juga ada Bibi Maria! apa yang mereka lakukan di tengah hutan?"


" Yang jelas mereka menunggu kita datang."


Mobil mereka kini mengarah ke arah orang tiga yang berdiri menyambut ke dua Tuan muda yang saat ini masih berada di dalam mobil.


" Tuan muda selamat datang, jangan keluar dari mobil. Kita langsung saja menuju ke Tuan Zac dan Tuan Jonathan..." Ujar Andre yang langsung tak mengizinkan William yang ingin turun dari mobilnya.


" Apa Daddy sudah datang?"


" Tuan pasti sudah menunggu kita..." Jawab Maria.


" Paman Al bisa kah kau yang membawa mobil ku. Mata ku terasa panas..." William mencari alasan agar Paman Albert yang berada di dalam mobilnya.

__ADS_1


" Ya sudah."


Kini mereka semua telah masuk ke dalam mobil mereka masing masing. Albert yang berada di dalam mobil bersama kedua keponakannya.


" Aku yakin Albert akan tak bisa lari dari pertanyaan mereka berdua..." Andre bisa menebak apa yang akan terjadi.


" Kau benar!" Maria tersenyum merasakan suaminya yang malang akan di kejar pertanyaan yang tak ada hentinya untuk dirinya.



" Paman..." Bryan kini mulai membuka suaranya.


" Jangan tanya kepada ku Bryan, kau bisa langsung tanya nanti kepada Daddy mu..." Abhi yang tahu apa yang akan di katakan oleh keponakannya itu.


" Ayolah Paman katakan kepada kami!"


" Tidak Will, maafkan Paman Al tapi kali ini Paman tak bisa mengatakan apapun kepada kalian."


" Kau tahu Paman kita berdua tak di izinkan mengatakan kepada Mommy tentang pertemuan ini. Aku tak tahu kenapa ini harus di rahasiakan."


" Bryan, William kalian akan tahu sebentar lagi. Jadi jangan bertanya kepada Paman karena Paman tidak tahu apa yang akan di katakan oleh Daddy kalian."


" Paman tentu tahu apa yang mereka sembunyikan. Paman juga pasti tahu apa yang mereka ingin katakan kepada kami."


" Hanya saja Paman tidak ingin memberi tahu kami berdua..." Tebak William dengan benar.


Abhi lebih baik diam dan melanjutkan perjalanan mereka yang semakin masuk ke dalam hutan yang begitu rimba pohon pohon besar yang ada di sana.


William dan Bryan terap tak mendengar jawaban apapun dari Paman nya. Rencananya tadi gagal karena nyata Paman nya tetap tutup mulutnya.


" Paman dengar ya! jika nanti rahasia yang di katakan Daddy adalah tentang perselingkuhan dan Paman juga menutupi nya maka jangan salahkan aku jika aku akan mengatakan kepada Mommy tentang ini semua..." Ancamnya.


" Bryan kau tak percaya kepada Daddy mu?"


Bryan mengangkat kedua bahunya dengan acuh, dia tak tahu apa yang saat ini di rahasiakan oleh Daddy nya dan akan di bongkar sendiri oleh Daddy nya.


" Maka katakan Paman, beri tahu kami meskipun hanya sedikit."


" William nanti kalian pasti akan tahu apa yang akan Daddy kalian katakan. Yang terpenting adalah siapkan mental kalian."


Bryan langsung menatap ke belakang dengan tatapan seriusnya.


__ADS_1


__ADS_2