Wanita Nakal

Wanita Nakal
Wanita Nakal Musim3_ Gara Gara Cemburu 2


__ADS_3

Mereka masih mengatur nafas mereka yang masih memburu karena adegan panas yang mereka ciptakan sendiri. Kedua kaki itu masih berada di pundak laki laki itu. Steve kini secara perlahan melepaskan penyatuhan itu membuat Jenni merasakan ada yang hilang di bagian bawah sana. Steve kini ambruk di samping wanita itu. Mereka masih sama sama mengatur nafas mereka yang begitu memburu karena ulah mereka. Mereka berdua masih saling memejamkan matanya menikmati sensasi pelepasan.


Kamar itu kini menjadi sunyi, suara desaha* yang terdengar dari tadi kini hilang tak ada, suasana canggung itu kini menggerogoti mereka berdua. Kamar yang pengap dengan suara geraman serta desaha* tadi kini menjadi kamar yang sunyi, hanya suara deru nafas mereka yang mulai tenang. Jenni terlalu malu ketika ingin menatap laki laki yang terbaring di samping nya. Steve kini menoleh kesamping dengan pelan serta seulas senyuman tipis du bibirnya, dia tahu bahwa wanita itu sedang menahan malu untuk melihat ke arahnya.


" Jenni..." Panggilnya dengan pelan.


Jenni kini melihat sebentar kearah samping dengan tatapan yang masih mencerna setia adegan tadi. Steve hanya tersenyum tipis sebelum akhirnya dia mengambil selimut untuk menutupi tubuh mereka yang masih polos.


" Kau tak perlu menemui David lagi, karena aku sudah tahu siapa yang bekerja sama dengan David..." Steve kini membuka suara nya ketika terasa nafas nya kembali normal.


" Tidak bisa Steve, aku memiliki janji besok bertemu dengan orang itu. Aku juga sudah berbohong untuk mengikuti permainan mereka agar mereka bisa mengatakan rencana nya pada ku..." Penolakan Jennifer membuat mata itu kini menatapnya dengan tajam lagi, Jenni tahu tatapan ketidak sukaan itu kini membuat dirinya memutuskan pandangan mereka.


" Jika mereka tahu kau bersama ku, mereka akan melukai mu. Kau tahu mereka saja bisa mengirimkan orang orang untuk melukai mu hanya karena kau tak ingin bekerja sama dengan nya, dan kau belum mendapatkan yang mereka mau. Dan sekarang kau malah ingin masuk ke dalam permainannya. Tidak aku tak akan membiarkan nya..." Steve dengan cepat menolak untuk mengijinkan wanita itu bergabung dengan misi yang selanjutnya.


" Steve ini hanya sandiwara, mereka juga tak akan tahu bahwa kita tinggal satu atap dan seperti ini. Aku yakin mereka akan percaya pada ku jika aku mengatakan bahwa aku akan melakukan misi itu demi jabatan ku..." Steve kini malah mengerutkan kening nya tak percaya dengan apa yang dia dengar.

__ADS_1


" Kau membahayakan nyawa mu hanya demi jabatan?, aku bisa menetapkan mu menjadi audit khusus di perusahan, asal kau tak melakukan hal berbahaya seperti itu..." Ucapnya dengan tegas dan dingin.


" Steve ini bukan masalah jabatan, tapi aku hanya ingin tahu siapa yang berada di belakang David dan rencana apa yang mereka punya untuk menghancurkan kalian."


" Jennifer dengar, kau wanita ceroboh. Kau gak tahu siapa musuh mu, yang ingin kau lawan secara diam diam itu adalah orang yang mungkin memiliki kekuatan yang tak kau ketahui. Aku bisa saja menghancurkan perlahan orang itu tapi kami tak melakukan nya karena kami ingin mengetahui jelas bawa orang itu menyerang kami..." Jennifer terdiam apa yang di katakan oleh laki laki itu benar, dirinya memang tak tahu seberapa kuat orang yang dia lawan itu.


" Lalu apa yang harus aku lakukan sekarang?"


" Biar aku yang mengurusnya..." Ucapnya dengan mendekap tubuh wanita itu dengan erat.


" Steve seperti apa hubungan kita?" Jenni kini mengahlikan pembicaraan pekerjaan itu, dengan menanyakan tentang hubungan yang tak bis dia cerna dari tadi.


" Jadi kau mengakui perasaan mu sekarang?" Jenni menggoda laki laki dingin itu dengan menuliskan sesuatu yang tak jelas di dada nya.


" Entahlah aku masih tak tahu perasaan ku yang jelas hati ku terasa sakit ketika kau bersama laki laki lain..." Ucapnya dengan menatap kearah langit langit kamarnya.

__ADS_1


" Apa kau tak takut memiliki hubungan dengan agen CIA seperti ku?"


" Tidak..." Katanya dengan tegas. " Mungkin kita bisa menyembunyikan hal ini dulu, nanti biarkan aku sendiri yang berbicara kepada tuan Zac. Nanti aku akan jelaskan kepada tuan Zac tentang siapa dirimu. Tapi selama ini berlangsung aku harap kau tak melakukan hal apapun yang membuat tuan Zac marah pada mu..." Steve mengatakan dengan lembut dan tenang.


" Jika tuan Zac tak mengijinkan kita berhubungan apa yang akan kau lakukan Steve?, aku tak yakin bahwa tuan Zac akan mau menerima aku sebagai agen CIA..." Rasa takut kini menghantui hati dan pikiran nya.


" Tuan Zac tak akan melarang berlebihan Jenn, kecuali kau tak berulah. Tuan Zac pasti tahu kau hanya menjalankan tugas pekerjaan mu, tapi untuk kau bersandiwara itu tak akan membuat nya menyetujui nya."


" Steve sebenarnya kenapa CIA mencurigai bos mu?, aku sebenarnya tak terlalu tahu tentang tuan Zac, tapi entah kenapa aku tertarik ketika David menyuruh ku melakukan penyelidikan ini secara diam diam."


" Kenapa kau tertarik jika kau tak terlalu mengetahui tuan Zac?" Steve malah melempar pertanyaan kepada wanita itu. Dia malah tak menjawab pertanyaan yang di berikan oleh wanita itu.


" David mengatakan bahwa ada laki laki berkuasa bernama Zac Kozan, dan perusahan nya bertereng dimana mana, perusahan nya serta laba perusahan nya seperti tak masuk akal. Dia merebut semua perusahan serta semua aset yang berurusan dengan nya. Nama Zac Kozan juga sangat ramai di pasar perusahan, dia memiliki kekuasan yang tak di ketahui oleh banyak orang, David juga berkata bahwa kalian memiliki pekerjaan gelap yang harus kami bongkar. David mencurigai bahwa kalian melakukan hal kotor untuk mengambil semua aset aset orang yang menghilang secara tiba tiba. Sebenarnya aku juga tahu bahwa orang orang yang kemarin mengambil dana di perusahan sebenarnya tak ada di penjara, aku menyelidikinya. Tapi aku tak mengatakan apapun kepada David, setiap dia bertanya aku selalu berkata tak ada masalah apapun di sini..." Jennifer mengatakan apa yang selama ini dia sembunyikan.


" Jadi kau menutupi kasus yang ada di perusahan?" Jenni mengangguk pelan.

__ADS_1


" Aku menyelidiki sendiri, dan aku juga tak mengatakan apapun kepada David. Mungkin karena itu David mencurigai ku dan mengirimkan aku sebuah teror beberapa hari yang lalu..." Steve kini terdiam ketika wanita mengungkit kejadian beberapa hari yang lalu.


" Sekarang katakan siapa orang yang Membantu David?, aku hanya ingin mencocokan dengan nama yang aku kantongi..." Steve kini bertanya kepada wanita itu, dan Jenni mengatakan dengan berbisik pelan di telinga Steve.


__ADS_2