
Dor!! Satu tembakan kini mengenai kepalanya orang yang tadi menodongkan pistol ke arah Sarah. Bryan yang juga ada di sana kini terkejut ketika suara tembakan itu terjadi, dia mengira bahwa suara itu mengenai kekasihnya.
Bug!! Orang itu langsung terjatuh ke lantai dengan tengkurap, darah langsung merembes keluar begitu saja dari sana. Jantung mereka kini memompa begitu cepat tetapi rasa lega juga meliputi mereka.
" Sarah kau tak apa?" Tanyanya dengan menghampiri wanita yang masih membeku di tempat.
" Aku tak apa!" Katanya dengan dia yang masih terkejut.
Bryan memeluknya Sarah dengan segera rasa lega kini memenuhi hati mereka saat ini. Mereka saat ini telah dikelilingi orang orang mereka yang menyelamatkan mereka berdua saat ini. Orang itu kini mati dengan luka tembak yang bersarang di otak nya.
" Sarah.. Bryan kalian tak apa?" Suara kecemasan dari wanita itu membuat kedua orang yang saling berpelukan itu langsung melepaskannya dan langsung menatapnya.
" Mom kami baik baik saja! Mungkin Sarah masih terkejut dengan semuanya."
" Tak apa aku hanya butuh istirahat…" Katanya dengan masih membeku.
" Tak apa sayang dia hanya terkejut dan butuh waktu untuk istirahat. Biarkan dia istirahat saat ini."
Kini semua orang telah meninggalkan tempat dimana balas dendam ini telah berakhir, darah yang bercucuran itu menjadi saksi di mana mereka telah menyudahi sumpah mereka dengan nyawa telah dibalas nyawa.
Kini semua orang telah merasa lega ketika dendam yang membara itu kini berakhir dengan duka yang mendalam. Dendam itu kini harus merelakan semua orang yang tak bersalah harus kehilangan nyawa mereka.
Pertempuran itu kini menjadi saksi di mana mereka telah membalas kematian dari wanita nakal yang bernama Amel. Kematian dimana mereka sudah mengakhiri rasa luka yang mendalam tentang kepergian dari orang yang mereka kasihi.
Beberapa hari ini mereka sudah berada di dalam rumah dengan rasa tenang, hari hari yang sulit kini telah berakhir dan kini tinggal hari yang begitu tenang. Tak ada rasa dendam dan tak ada rasa luka lagi kini tinggal rasa bahagia yang akan menyelimuti mereka.
" Dad.. mom.. kami ingin bicara!" Suara dari anak laki laki nya membuat kedua orang tua itu langsung menatapnya dengan heran.
" Bryan, Sarah! Ada apa duduk lah dulu…" Kata mereka dengan meletakkan ponsel mereka masing masing.
Kedua orang itu kini saling duduk dengan berhadapan dengan jantung kedua insan itu saling memompa begitu cepat. Mereka menatap kedua orang tua itu dengan mereka yang berbeda.
" Ada apa?" Tanyanya sang ibu yang menatap putranya.
" Mom mungkin ini terlalu cepat bagi kalian tapi bagi kami terutama bagi ku sendiri."
__ADS_1
" Ada apa Bryan?" Kini sang daddy nya menatap nya dengan serius.
Bryan menghela nafasnya dengan pelan menatap Sarah wanita yang ada di sampingnya dengan lembut. Sebenarnya semua orang tahu arti tatapan dari laki laki tegap itu, mereka tahu ada kehangatan dan cinta yang tulus untuk sosok wanita itu.
" Kami saling mencintai…" Bryan mengungkap perasaan kepada kedua orangnya tua dengan segera. " Kami menjalani hubungan ini cukup lama, kami tahu dari mana aku bercerita tapi yang jelas kami saling mencintai dad!"
Kedua orang tua itu hanya tersenyum kecil mereka yang sebenarnya tahu hanya menunggu bahwa putranya mengatakan sendiri kepadanya. Dan mereka saat ini telah mendengarnya secara langsung tentang perasaan mereka berdua.
" Sarah kenapa kamu hanya diam? Apa yang dikatakan Bryan benar atau tidak? Bahwa kalian saling mencintai?"
" Om dan tante maaf bukan maksudku untuk tidak menghargai kepercayaan kalian pada ku, tapi aku juga tak bisa membohongi perasaanku sendiri aku juga tak bisa menutupinya. Kejadian kemarin adalah bukti bahwa aku tak bisa kehilangan Bryan…" Katanya dengan menunduk.
Sarah kini kembali menatap kedua orang itu dengan mata yang berkaca kaca, dia merasa hatinya yang rapuh saat ini.
" Aku selama ini menyakinkan diriku sendiri untuk tak percaya dengan namanya cinta kami, tapi kejadian dimana aku di culik dan nyawaku hampir melayang membuatku sadar bahwa aku tak bisa pergi sebelum mengatakan semuanya kepada Bryan. Aku mencintainya sangat mencintainya! Aku tahu mungkin kalian kecewa karena aku mencintai putra kalian tapi aku sungguh mencintainya dari dasar hati ku…" Mata yang tadi nya berkaca kaca kini jatuh juga, air mata yang di tahan dari tadi kini jatuh membasahi pipi nya.
" Lalu apa yang ingin kalian lakukan sekarang?"
" Kami ingin menikah!"
Deg!!
" Kami ingin menikah Dad! Kami sudah tak ingin lagi ada perpisahan diantara kami."
" Baik jika kalian ingin menikah maka mom akan mengurusnya."
" Ha?" Mereka kini malah terkejut dengan heran.
" Kalian akan menikah bukan? Jadi biarkan mom yang mengurusnya, kenapa kalian malah heran dan terkejut?"
" Tante merestui hubungan kami?" Sarah kini menyakinkan dirinya sendiri dia ingin mendengarnya secara langsung saat ini.
" Sayang siapa yang menyuruhmu memanggil ibu mertua dengan tante? Bukankah dari awal sudah katakan mommy kenapa sekarang malah berganti tante?"
Kedua insan itu merasa lega ketika restu mereka dapatkan saat ini. Kini mereka saling tersenyum bahagia ketika mereka akan menjemput pernikahan yang mereka rencanakan dari dulu.
__ADS_1
Satu minggu berlangsung begitu cepat kini hari kebahagian telah ada di depan mata, Sarah yang memakai gaun putih serta Bryan yang juga sama memakai jas putihnya.
Saya Bryan Kozan mengambil Sarah menjadi istri saya,
Saya Sarah mengambil Bryan menjadi suami saya,
Saya bersumpah di depan Tuhan akan saling menyayangi, mengasihi, suka maupun duka.
Saya juga bersumpah di depan Tuhan akan selalu ada di saat senang maupun duka, selalu menerima keadaan apapun yang terjadi,
Dan hanya maut yang memisahkan kami berdua,
Dan hanya maut yang memisahkan kami berdua,
Amien
Amien
Sumpah pernikahan itu kini berjalan lancar dengan rasa bahagia yang memenuhi hati mereka berdua yang menyaksikan sumpah itu berlangsung. Mereka semua mengeluarkan air mata pada akhirnya dua insan yang penuh dengan lika liku itu kini bersatu menjadi satu dengan ikatan pernikahan yang sempurna.
" Terima kasih sudah mau menerima ku!" Bryan menyentuh tangan istrinya menggenggamnya dengan erat.
" Harusnya aku yang berterima kasih karena sudah membuat aku bahagia hari ini. Aku wanita yang paling bahagia saat ini…" Jawabnya dengan tersenyum.
" Kita berdua akan menjadi pasangan yang paling bahagia saat ini. Aku beruntung memiliki istri sepertimu."
" Kita akan bahagia! Kepahitan dalam hidup kini sudah terbalas dengan kebahagiaan yang sekarang."
Kini mereka saling tersenyum dengan berpelukan kebahagian. Tak ada rasa yang paling bahagia ketika mendapatkan dan bisa hidup bersama dengan orang yang mereka cintai.
Balas dendam yang membawa mereka ke dalam ikatan cinta yang tulus, rencana membalas kematian kini berakhir dengan rasa bahagia yang nyata.
Balas dendam yang membawa tragedi darah kini ternyata sudah berakhir dengan tawa yang lepas, air mata yang mereka keluarkan kini terbalas dengan kebahagiaan yang ada di depan mereka saat ini.
Balas dendam dengan luka yang dalam ini berakhir dengan percintaan yang mereka temukan dia tengah tengah peperangan mereka. Kini dendam itu telah berakhir dengan kematian para musuh,dan saat ini mereka hidup tenang dengan kebahagian yang sudah ada di depan mata mereka semua.
__ADS_1
Tawa kebahagian kini sudah menyambut mereka semua, hari hari bahagia sudah menanti mereka semua saat ini. Mereka saling berpelukan dengan kebahagiaan dan tawa yang lepas tanpa ada beban di hati mereka semua.
Tamat