
" Apa kau yakin mencintai nya?, kau mendekati Zac tak memiliki maksud tertentu bukan?, maksud ku kau mendekatinya untuk menjebaknya?" Secara spontan aku menatap wanita ini dengan tatapan tajam, bagaimana mungkin dia memiliki pemikiran seperti itu.
" Aku tak tahu kau siapa?, kau juga tak tahu seperti apa keluarga kita..." Apa Zac juga berfikir seperti ini, aku baru sadar bahwa semua orang ternyata memiliki pikiran seperti ini.
" Maksud mu aku adalah mata mata kakak ku untuk menjebak kekasih ku?" Aku sungguh tak suka di tuduh seperti ini, karena memang aku tulus mencintainya, sangat takut kehilangannya, bahkan pertemuan kami pun tak sengaja.
" Entahlah tapi mungkin saja..." Apa yang sebenarnya dia pikirkan pun aku tak bisa menebak nya, aku tak tahu kenapa sepupunya bisa menuduh ku seperti ini, apa aku seperti mata mata sekarang.
" Aku tak tahu apa tujuan mu menuduh ku seperti ini, tapi aku memilih berada di samping Zac karena aku memang tulus mencintai nya, tak ada niatan untuk menjebak nya sama sekali. Aku di sini untuk siap menikah dengannya meskipun kakak ku melarang hubungan kami, bahkan aku rela meninggalkan kakak ku demi bersama nya, aku tak peduli status dia yang ketua mafia, gembong mafia aku tak peduli karena aku menerima nya dengan cinta ku, bukan menerima nya karena terpaksa mencintai nya. Bahkan aku rela jika Zac menyuruh ku menjadi mata mata nya di dalam kesatuan kakak ku sendiri..." Tadi seakan aku tersanjung ketika dia mengatakan bahwa kami harus segera menikah tapi sekarang rasanya aku di jatuhkan karena dia beranggapan aku adalah mata mata dari kakak ku.
" Apa aku bisa memegang kata kata mu itu?" Kami saling berhadapan dengan mata ku yang sudah berkaca kaca. " Jika Zac memang gembong mafia, apa yang kau lakukan?, kau akan pergi dari nya atau kau tetap bersama nya?"
" Tetap bersama nya, aku suka hidup ku lebih tertantang, aku sudah mengatakan bahwa aku akan tetap bersama jika dia memang gembong mafia, aku tak peduli dia siapa, dia ketua kelompok mafia mana, yang jelas aku mencintainya dan takut kehilangan nya."
" Jadi kau ingin hidup ku tertantang?" Aku mengangguk dan hatiku lega ketika dia kembali tersenyum pada ku. " Maka belajarlah di tempat ini..." Aku menatap rumah besar itu ketika dia mengatakan tentang belajar, apa yang harus aku pelajari di sini.
" Apa yang harus aku pelajari di sini?" Dia hanya tersenyum ketika aku bertanya. Kami akhirnya masuk ke dalam rumah besar itu.
Aku melongo tak percaya bahwa apa yang aku lihat di sini adalah nyata. Kami yang baru masuk di sambut laki laki yang berbadan tegap dengan setelan baju hitam hitam. Apa ini semacam markas mereka atau ini tempat pelatihan. Jika aku di bunuh maka mayat ku tak akan bisa di temukan. Aku semakin dibuat melongo ketika kami berjalan masuk ke dalam, ada satu anjing yang cukup besar dan ada singa yang sedang mereka beri makanan daging.
Ini benar benar markas, atau rumah apa. Tanda tanya di pikiran ku kini penuh dan kenapa wanita ini begitu di hormati oleh para laki laki ini, siapa dia?, siapa keluarga Zac sebenarnya.
" Kenalkan dia adalah Valarie Octavia Phelix dia adalah calon istri dari sepupu kita Zac Kozan..." Ucapannya yang kencang membuat semua orang yang di sana menatap kami dengan sekali menunduk.
__ADS_1
" Valarie ini adalah tempat pelatihan, jika kau ingin hidup ku tertantang kau harus memiliki bekal untuk melindungi nyawa mu..." Aku mengangguk mengerti dan sekarang aku yakin bahwa mereka juga sangat mengenal kekasih ku ini. Tapi apa ini kelompok mafia, kini aku benar benar di tengah tengah kelompok mafia yang di kejar kejar kakak ku.
" Kau harus belajar dasar nya dulu, kau akan belajar bela diri dengan orang yang tepat..." Wanita itu memanggil satu nama yang menghampiri kami dengan cepat, dia mengatakan bahwa aku harus belajar bela diri lebih dulu, bekal yang harus aku dapatkan ketika aku ingin memulai hidupku yang baru.
" Nona perkenalkan saya adalah Chalista saya yang akan mengajari anda kungfu nona..." Wanita bernama Chalista itu menghampiri ku dengan membawa baju putih yang mungkin untuk aku pakai. " Nona bisa menganti baju anda dulu..." Aku menerima baju yang dia ulurkan untuk ku. Aku dengan segera menganti pakaian ku.
" Kau sangat semangat Val..." Tentu saja aku senang ini yang aku harapkan belajar kungfu untuk melindungi nyawa ku.
" Ini yang aku harapkan dan kamu yang mengabulkan nya..." Kami saling tersenyum sebelum akhirnya aku menghampiri guru ku untuk memulai pelatihan pertama.
" Sekarang duduk lah bersila dan kosongkan pikiran anda, pusatkan tujuan anda berlatih kungfu, jangan sampai gagal. Jangan dengarkan godaan yang ada di sekeliling anda..." Aku segera melakukan apa yang dia katakan. Aku mengosongkan pikiran ku dan fokus ku hanya ada satu yaitu belajar kungfu untuk melindungi nyawa ku.
Hampir tiga puluh menit aku mengosongkan pikiran ku, aku membuka mata ku ketika ada sentuhan tangan menyentuh pundak ku. Aku melihat samsak besar bergelantung di atas ku.
Aku mendengarkan semua penjelasan suhu dengan sungguh sungguh, aku mendengarkan dengan sedikit mempraktekan apa yang harus aku lakukan. Nafas ku sekarang memburu ketika aku melakukan latihan dasar, ketika aku melakukan pemanasan seperti lompat kecil, lari lari kecil dan push up.
" Nona kita melakukan ini agar kita tak cidera di tengah tengah kita latihan, selain itu agar anda lebih fleksibel, tendangan lebih tinggi dan lekuk tubuh lebih lentur ..." Aku mengangguk ketika suhu mejelaskan maksud dari latihan dasar kami.
Hanya sepuluh menit kami melakukan pemanasan dan itu membuat tubuh ku lebih muda ketika aku melakukan gerakan selanjutnya. Aku kembali mendengarkan apa itu kuda kuda, gerakan selanjutnya yang membuat ku harus benar benar mendengarkan semua penjelasan dan melihat semua gerakan yang suhu tunjukan pada ku.
__ADS_1
Setelah suhu dan aku melakukan gerakan kuda kuda aku mulai melatih pukulan ku yang akan menggabungkan gerakan kuda kuda dan gerakan pukulan. Dan seharian ini aku berada di rumah ini membuat aku merasakan sangat senang, melakukan semua hal baru yang pertama kali aku rasakan. Latihan ini sungguh menyenangkan meskipun latihan ini meremukkan tubuh ku, tapi ini impas dengan apa yang aku dapatkan sekarang, nanti mungkin aku tak akan berterus terang kepada Zac kemana aku pergi karena Jovanka melarang ku mengatakan semua ini.
Hari ini aku membuat pengalaman pertama yang belum pernah aku lakukan selama aku hidup.
Welcome Mafia Blood
Bersambung besok ya mak 🤭
Hai semua nya 🤗 mince di sini mau mengatakan kepada kalian semua, mince mau mengucapkan banyak terima kasih kepada kalian yang sudah mau kasih jempol dan sudah ramaikan kolom komentar, yang sudah kasih vote dan hadiah juga terima kasih. Yang sudah mau bergabung di grup wa mince juga terima kasih ya mak 🤭
Mince minta doa nya untuk kesembuhan bocil ya mak 🤭
Ini nomer mince ya mak 081324594302 kalian hubungi mince, kita ngehalu sama sama mak 😂 kalian jika mau hubungi mince pakai sandi ya mak, jawab pertanyaan mince.
Siapa nama abang mince yang masih ada darah sepupu dengan Jonathan Cristopher?, itu sandi nya para mak mak yang tahu.
Ramaikan like dan komentar yuk mak, Vote sudah masuk hari ini ya mak dan hadiah juga sudah mulai masuk ya mak 😁 Beri pelindung juga boleh kok mak 🙏
Kasih tahu satu kampung suruh mampir di lembaran ini 🙏🙏
Makasih ya mak 🙏🙏💋💋
__ADS_1