Wanita Nakal

Wanita Nakal
Wanita Nakal Musim3_ Siapa Dia


__ADS_3

" Bagaimana?" Laki laki tegap kini memunggungi para anak buah nya yang masuk keruangan pribadi nya.


" Mereka tak bisa di hubungi tuan, tapi nomer ponselnya masih aktif..." Jawab anak buahnya itu.


" Aku yakin mereka sudah tertangkap dengan orang orang Zac."


" Tuan maafkan saya, yang kemarin celaka itu bukan lah Zac, melainkan kekasih nya..." Perkataan laki laki itu membuat laki laki tegap itu langsung membalikan badan nya, menatap orang nya dengan tak percaya.


" Jadi yang celaka bukan Zac?" Dia hampir tak percaya bahwa laki laki itu tak celaka.


" Benar tuan, kekasihnya yang bernama Valarie yang celaka tuan..." Laki laki itu tambah terkejut seakan ada ribuan tangan yang mencekik nya hingga dia tak bisa berkata apa apa selain terkejut bahwa wanita itu yang terluka.


" Va..larie... kau yakin Valarie yang terluka..." Dia tak percaya dengan apa yang di katakan para orang orang nya itu.


Prank !! Teriakan kesakitan yang di rasakan oleh anak buah nya ketika gelas itu sengaja di lempar kearah kepalanya. Darah segar keluar dari dahi laki laki itu seketika. Rasa pusing kini memenuhi kepalanya.


" Kau menyewa bajinga* apa ha, hingga mereka tak tahu siapa yang kalian serang ha..." Bentaknya dengan nada marah.


" Maafkan saya tuan, tapi nona Valarie memakai mobil yang biasa Zac pakai..." Orang itu tentu saja membela diri karena memang tak tahu bahwa wanita itu memakai mobil yang bernama Zac Kozan.


" Bodoh.. kalian bodoh..." Umpatnya dengan marah.


" Lalu apa yang terjadi dengan mobil nya?" Rasa penasaran kini memenuhi hati nya.

__ADS_1


" Ini tuan foto nya..." Laki laki itu memberikan foto mobil yang di naiki Valarie terbalik, mata laki laki melotot dengan sempurna, dada nya naik turun bergemuruh marah karena melukai wanita yang bernama Valarie.


" Kalian bodoh..." Umpatnya dengan nada yang benar benar marah. " Biarkan saja jika mereka di bunuh oleh Zac, aku tak peduli dengan bajinga* sampah tak berguna itu..." Sambungnya lagi.


Laki laki itu memberikan kode agar anak buahnya meninggalkan ruangan itu, dia tak ingin di ganggu setelah mendengar bahwa mereka gagal menyerang Zac Kozan.


" Kau selalu lolos Zac, kau selalu selamat jika aku berusaha mencelakai mu..." Dialog nya sendiri ketika dia hanya sendiri di dalam ruangan itu.


" Maafkan aku jika aku melukai mu Val, maafkan aku..." Katanya dengan memejamkan matanya.


Di saat laki laki itu termenung dengan memejamkan matanya, seorang laki laki yang kini masuk ke dalam ruangan nya membuatnya tersadar dan menatap orang itu tak suka menatapnya.


" Ada apa kau datang kemari he?" Tanyanya dengan sinis.


" Jika iya kenapa?, sudah ku katakan aku akan membalas semua yang pernah dia lakukan kepada keluarga ku..." Katanya dengan menatap laki laki itu tajam.


" Aku tak ingin kau terluka, kenapa kau susah sekali di beri tahu. Aku tak ingin paman dan bibi juga merasakan akibatnya karena ulah mu itu."


" Dia tak akan tahu siapa di balik penyerangan itu..." Senyumnya dengan nada sombong nya.


" Kau bodoh jika beranggapan jika Zac tak akan bisa menemukan siapa di balik penyerangan itu, kau pikir Zac akan tinggal diam melihat kekasihnya terluka seperti ini. Kau pikir kekuasan mu dan kekuasan Zac, lebih tinggi punya mu, kau salah Zac adalah mafia besar yang bisa saja membunuh mu dengan hanya orang orang nya saja..." Laki laki itu sungguh tak ingin membuat keluarga nya merasakan apa yang dulu pernah dia rasakan.


Laki laki tegap itu hanya tertawa, tawa nya yang menggema di sudut ruangan itu membuat laki laki yang di depan nya itu menyipitkan mata nya dengan bingung.

__ADS_1


" Aku yakin dia tak akan bisa menemukan nama ku di daftar musuh nya."


" Kau terlalu sombong, jangan kau pikir kau orang hebat yang bisa mengalahkan kelompok Dio Della Morte..." Laki laki itu hanya geleng geleng tak percaya bahwa saudara nya itu masih saja kekeh dengan pendiriannya untuk membalas apa yang pernah di lakukan oleh laki laki yang bernama Zac dan Kelompoknya di masa lalu.


" Dengar, hingga detik ini Zac masih belum bisa menemukan nama ku di antara musuh musuh nya, jadi tutup mulut mu, jika kau tak ingin membantu ku membunuhnya jangan ikut campur..." Matanya melotot kemarahan karena laki laki yang anak dari paman nya itu melarangnya untuk melakukan balas dendam kepada laki laki yang bernama Zac Kozan.


" Kau tak tahu siapa mereka, kau hanya buta dengan balas dendam mu yang selalu tak membuahkan hasil. Aku sudah cukup menderita kehilangan semuanya, jika aku tak menjauh ataupun tak bangkit untuk berdiri lagi maka aku akan hancur di tangan kelompok itu. Zac tak akan bisa kau tembus, aku yakin itu..." Laki laki itu masih saja memberitahu saudara nya agar tak melanjutkan rencana nya.


" Kita lihat saja bawa aku bisa menembus Zac, aku akan membuktikan pada mu bawa aku bisa menembus Zac bagaimana pun cara nya..." Katanya dengan serius.


" Kau terlalu sombong bro, lebih baik lu buka mata mu dan buka hati mu. Kesalahan dulu itu bukan karena Zac, kau ingat itu."


" Cukup..." Laki laki berteriak marah dan matanya begitu nyalang ketika saudara mengatakan bawa kesalahan dulu bukanlah kesalahan laki laki itu. " Sekali lagi kau membela nya aku akan menarik semua aset ku yang ada di usaha mu..." Ancamnya kepada saudara nya itu, laki laki itu tak bisa berkata apapun kecuali diam dan meninggalkan ruangan saudaranya yang marah kepadanya.


" Argh...." Dadanya bergemuruh marah, dia sekuat tenaga tak menyerang langsung laki laki itu, jika dia bukan anak dari paman nya dapat di pastikan laki laki tadi sudah dia hajar.


" Kenapa semua orang harus membela nya dan mengatakan bawa Zac tak bersalah, apa yang mereka pikirkan?, apa mereka berpikir bawa Zac adalah laki laki baik dan suci..." Dadanya naik turun ketika amarah menguasai dirinya.


" Zac.. Zac.. kau akan mati di tangan ku, kau akan mati. Jika bukan kau yang mati, maka orang yang kau cintai yang harus mati..." Senyum licik itu kini di bibirnya, dan rencana ya kini berbelok ke arah orang orang yang di cintai oleh laki laki gondrong itu.


" Maafkan aku harus melibatkan orang lain dalam urusan balas dendam ku kepada mu..." Tawanya lagi dengan kencang.


Laki laki itu memiliki dendam secara pribadi kepada laki laki bernama Zac dan sekelompok nya, Dio Della Morte nama yang artinya adalah Dewa Kematian.

__ADS_1


Laki laki itu mengikuti Zac kemana dia pergi, dulu dia berada di negara A ketika memiliki dendam hingga sekarang dia berada di Italia untuk melanjutkan misi balas dendam nya.


__ADS_2