
" Selamat datang di perusahan ku..." Orang itu langsung terhenti langkahnya ketika melihat siapa pimpinan yang berdiri di depan nya dengan gaya angkuh nya itu.
" Kau..." Orang itu terkejut ketika melihat siapa yang duduk di kursi kebesarannya itu.
" Jangan hanya berdiri, duduk lah. Kau ingin bertemu dengan ku, ada apa katakan?" Pimpinan dari perusahan itu kini menyandarkan punggungnya di kursi besar nya bahkan menatap orang itu dengan mengejek nya.
" Kau sengaja bukan mengambil semua penanam saham yang ingin aku datangi?" Orang itu langsung menyemburkan apa yang tertahan dari tadi.
" Aku, mengambil orang orang mu?, jangan asal menuduh ku..." Jawabnya dengan tenang.
" Jangan mengelak, semua orang sudah mengatakan pada ku, bahwa kau datang sebelum aku datang..." Orang itu kini sungguh menaikan nada suaranya, rasa marahnya tak bisa lagi di tahan. Dari tadi dia sungguh untuk memberikan bogeman tapi ketika melihat siapa yang duduk di depan nya itu kini membuat sedikit terkejut.
Pimpinan perusahan itu kini tertawa di sana, tawa yang mengejek seakan membuat laki laki yang sedang marah itu bertambah emosi nya.
" Siapa yang cepat itu yang dapat Tuan. Kau kalah cepat dengan ku, dan kau malah menyalahkan aku sekarang. Bukan kah kau ahli dalam mengambil apa yang harus menjadi milik mu, maka sekarang ambil lah apa yang ingin kau ambil. Tapi sebelum kau mengambil nya maka lawan aku dulu untuk semua itu..." Pimpinan itu kini seakan mengibarkan bendera perang dengan orang yang dari tadi menahan rasa kesal nya itu.
" Kau menantang ku?" orang itu kini melemahkan nada suaranya, bahkan dia kini melangkah untuk duduk di kursi di depan pimpinan perusahan itu. Kini mereka saling berhadapan dengan dekat hanya ada sebuah meja besar yang menghalangi mereka.
__ADS_1
" Jelas aku menantang mu, karena aku ingin tau seberapa besar kekuasan mu di banding aku..." Nada kesombongan itu membuat orang itu merasa jengah mendengarnya.
" Kau hanya satu mengambil penanam saham tapi kau sudah sangat sombong. Aku yakin perusahan ini sebentar lagi akan tutup karena memiliki pimpinan yang sombong dan arogan seperti mu."
Pimpinan itu bahkan hanya tertawa mendengar apa yang di katakan oleh lawan nya itu. Pimpinan itu kini hanya menatap lawan nya dengan sungguh.
" Kau ternyata masih sangat baru di pasar perusahan, kau tak tahu perusahan ini. Yang harus kau pikirkan adalah perusahan mu yang akan tutup sebentar lagi karena kau tak akan mendapatkan orang yang ingin menanamkan saham di perusahan mu, bahkan aku jamin tak akan ada kontrak yang kau tanda tangani. Jadi kau harus bersiap sebentar lagi..." Nada penuh mengejek serta hinaan itu malah membuat orang itu merasa kesal dan sangat marah. Wajahnya yang sudah memerah seperti tomat rebus hanya membuat pimpinan itu tersenyum senang.
" Kau tak tau siapa aku ternyata kawan?, sangat di sayang kan lawan mu bukan aku. Kau tak akan ada apa apa nya di banding aku..." Ucapnya dengan rasa percaya diri.
" Kau yang tahu siapa aku kawan?, bukan aku yang tak tau kau. Harusnya kau cari tahu dulu siapa lawan mu sekarang..." Orang itu hanya terdiam ketika mendengar nada kesombongan dari orang itu.
" Aku akan melihat seberapa kau berkuasa. Kau bahkan sudah mendengar sendiri bahwa aky mengibarkan bendera perang di sini. Tunjukan keahlian mu yang suka merebut milik orang lain. Buktikan bahwa kau memang dulu juga merebut perusahan Ken yang sekarang kau perjuangan kan itu..." Orang itu kini semakin kesal ketika mendengar apa yang dia dengar. Kini secara terang terangan bawa pimpinan perusahan itu mengibarkan bendera perang untuk melawan nya.
Orang itu kini berdiri dengan wajah yang sudah memerah karena merasa sangat marah tapi dirinya tak bisa berbuat apa apa. Jika dirinya salah bertindak dirinya takut ini akan menjadikan kesempatan untuk lawan menjatuhkan nya.
" Dengar aku akan mengambil semuanya dari mu, apapun itu. Bahkan perusahan mu ini aku pastikan akan jatuh ke tangan ku..." Tunjuknya dengan sungguh sungguh.
__ADS_1
Pimpinan itu hanya tersenyum sinis ketika dirinya di ancam oleh orang yang berada di depan nya itu.
" Kita lihat kau atau aku yang jatuh. Aku akan mengambil semua yang kau miliki, termasuk merebut kembali perusahan yang bukan milik mu itu dan memberikannya pada Ken kembali. Akan ku jadikan kau sampah, karena kau berani mengancam ku..." Pimpinan itu kini menatapnya dengan sungguh sungguh bahkan tak ada kata kata bercandaan di sana. Dirinya berkata dengan nada serius nya itu.
" Kau yang akan menyesal karena telah berani menantang ku dan mengibarkan bendera perang dengan ku..." Kata nya dengan sinis.
" Kita lihat siapa yang akan keluar dari kobaran api yang telah aku nyalakan untuk kita berdua..." Jawabnya dengan sungguh sungguh.
Orang itu kini menatap tajam kearah pimpinan itu dan kemudian pergi meninggalkan orang itu yang hanya menatapnya dengan santai. Orang itu kini pergi dengan rasa kesal yang tak tersalurkan. Rasa ingin memukul nya tadi seakan di urungkan ketika melihat siapa yang berada di depan nya. Jika saya orang itu berani memukul pimpinan perusahan itu maka dapat di pastikan orang itu bersarang di penjara dingin itu.
" Tuan anda yakin ingin melawan nya?" Sang asisten yang dari tadi hanya diam mendengar perdebatan kedua orang itu kini membuka suaranya ketika melihat lawan nya pergi dari sana.
" Hmm.. aku ingin memberinya pelajaran karena sudah menganggu kita lagi, dia tak akan bisa berkutik karena semua penanam saham yang ingin dia datangi kini sudah berada di tangan kita. Aku sudah menyebarkan kabar bahwa dirinya yang mengambil secara licik perusahan Ken. Jadi semua orang juga tak akan ada yang ingin bekerja sama dengan nya, ku pastikan dia menderita dan menyesal karena sudah datang kembali kemari..." Ucapnya dengan bersungguh sungguh. Rasa nya tangan itu terasa gatal karena ingin memukul orang itu.
" Sepertinya orang itu memiliki dendam pribadi dengan anda tuan?, apa anda mengenalnya?" Tanyanya lagi.
" Dia memiliki ambisi untuk mengambil kedudukan seorang, dan dia gila hormat. Jadi dia bisa melakukan apapun untuk mendapatkan itu semua, termasuk mengambil secara licik perusahan yang sekarang menjadikan dirinya pimpinan di sana..." Sang asisten hanya mengangguk mengerti sekarang kenapa bos nya seperti itu. Bahkan bos nya itu kini juga menyebarkan berita tentang lawan nya itu dan secara cepat berita itu tersebar dan membuat semua orang yang ingin bekerja sama dengan nya kini menjadi was-was.
__ADS_1
" Marco ku pastikan kau menyesal telah datang kemari..." Gumamnya dengan sinis.
Sedangkan pimpinan itu hanya tersenyum kemangan serta senyum tipis di bibirnya.