Wanita Nakal

Wanita Nakal
Wanita Nakal Musim 3_ Pemutusan


__ADS_3

Apa yang kita tanam maka itu yang kita dapatkan, apa yang kita perbuat maka kita akan menerima balasan yang sesuai dengan yang kita perbuat.


...💦💦...


Siang ini Aiden benar benar marah dan mengutuk kebodohan nya karena dari tadi wanita yang bernama Valarie sama sekali tak bisa di hubungi, biasa nya Valarie selalu mengangkat telfon nya meskipun wanita itu selalu menjawab sinis apa yang di katakan dirinya.


" Apa nomer ku di blokir atau ponsel nya mati dari tadi sulit sekali di hubungi..." Dialog nya sendiri dengan tetap mengemudi menuju rumah Valarie.


Aiden kini melajukan mobil nya menuju rumah wanita yang akan dia jadikan tunangannya, yang dia pikirkan saat ini adalah mencari alasan agar wanita cantik itu tak marah dan tak membatalkan acara pertunangan mereka yang kurang satu minggu ini.


Sedangkan Valarie menatap dirinya di cermin dengan tatapan tak bisa di artikan. Pikiran nya memenuhi otak nya, dia kotor seperti jalan* yang tidur dengan laki laki asing yang baru mengantar dia pulang, tapi hati nya menghangat ketika dia ingat bahwa laki laki itu ingin menikah nya. Senang dan kecewa menjadi satu saat ini. Mau menangis pun seperti nya percuma karena tak mengubah apapun.


Tok, tok, tok


" Nona.. apa nona sedang tidur?" Ketukan pintu serta teriakan kecil menyadarkan dirinya dari lamunan.


Ceklek


" Ada apa ?" Tanyanya.


" Di bawah ada tuan Aiden dan tuan Abhi..." Valarie memutar mata nya malas ketika asisten rumah tangan nya mengatakan bahwa ada laki laki yang menghancurkan dirinya ada di bawah bersama kakak nya.


" Aku tak ingin bertemu siapa pun, katakan pada mereka aku ingin istirahat saja."


" Tapi tuan Abhi ingin anda turun nona..." Valarie membuang hembusan nafasnya dengan sedikit berfikir mungkin ini kesempatan yang baik untuk mengatakan kepada kakak nya laki laki apa teman yang selalu di bangga bangga kan itu, dan mungkin kakak nya harus tahu penghinaan seperti apa dia lakukan kepada adik nya ini.


" Baiklah, ayo kita temui, aku ingin lihat dia untuk terakhir kali nya..." Ujarnya dengan melangkah menemui kedua laki laki yang sedang mengobrol di ruang tamu rumah mewah itu.


Valarie menatap tajam ke arah Aiden ketika melihat laki laki tak tahu malu itu malah bercanda dengan kakak nya dengan tertawa tanpa memiliki dosa sama sekali. Valarie hanya berfikir apakah tawa itu akan ada ketika kakak nya tahu tentang semua nya.

__ADS_1



" Hai Aiden, Hai kakak.. selamat datang untuk kalian..." Valarie menyapa nya dengan memberikan senyuman yang seperti biasa nya, dia pandai untuk bersandiwara atau pura pura tak terjadi apa apa.


" Hai..." Aiden yang menjawabnya menjadi kikuk ketika melihat senyuman dari calon tunangan nya. Jantung nya memompa cepat ketika melihat wanita itu tersenyum seakan senyuman nya itu adalah mematikan dirinya hari ini.


" Kau belum pulang dari semalam?" Valarie menatap laki laki itu dari atas hingga kebawah dan semua yang menempel di tubuh laki laki itu masih sama dengan yang dia pakai semalam. Aiden tak menjawabnya melainkan menelan ludah kasar nya ketika melihat mata wanita itu yang seperti membunuh nya di sana.


" Bagaimana acara mu semalam, apa kau menikmati nya bersama teman ku?" Sambung nya dengan memincingkan mata nya dengan memancing pertanyaan yang akan membuat kakak nya ingin tahu.



" Memang kalian semalam tak bersama?" Yang abhi tahu adik nya pergi ke acara pesta teman nya dengan calon tunangan nya, Aiden. Kini Abhi menatap kedua orang itu dengan tanda tanya karena memang dirinya tak tahu, yang dia tahu hanya adik nya baru pulang siang ini.


" Tidak..." Jawabnya dengan tersenyum licik. " Tentu saja tidak kakak, Aiden semalam sedang menikmati tubuh wanita lain..." Aiden menelan ludah nya ketika menatap senyuman licik itu.


" Tidak sayang, itu tidak benar, aku mabuk dan aku langsung ketiduran dan kami tak melakukan apapun..." Elak nya dengan cepat serta panik. Tentu saja dia akan panik ketika wanita itu sengaja mengatakan di depan kakak nya.


" Kakak harus tahu bahwa teman kakak yang kakak jodohkan dengan ku, semalam tidur dengan wanita lain, bahkan yang lebih parah nya dia teman ku kak, dan yang lebih brengse* nya dia mencium wanita itu di depan ku setelah dia mengatakan bahwa aku calon tunangan nya di depan semua orang..." Wajah Abhi memerah karena menahan amarah nya.


" Hanya karena aku tak ingin dia sentuh dia menyentuh teman ku di depan semua orang semalam, kakak tahu bagaimana terhina nya aku di sana, bahkan muka ku seperti di siram kotoran oleh laki laki ini..." Valarie melampiaskan amarah nya yang tertahan dari semalam, Valarie menekan semua kata kata nya, dia melirik ke arah kakak nya yang wajah nya memerah karena menahan amarah nya.


" Aiden katakan bahwa apa itu tidak benar..." Abhi harap ini semua hanya sandiwara adik nya untuk membatalkan acara pertunangan yang telah dia susun.


" Bro aku minta maaf, aku salah, aku-"


Bugh !! Satu pukulan di wajah Aiden membuktikan bahwa laki laki tegap itu kecewa serta marah kepada teman nya itu.


" Aku memberikan adik ku kepada mu karena aku pikir kita saling mengenal dan kamu laki laki baik ternyata kau..." Abhi tak bisa mengatakan apa apa lagi kecuali meluapkan rasa marah nya dengan bogem di wajah teman nya itu.

__ADS_1


" Abhi aku salah, aku tahu itu, aku di bawah pengaruh alkohol semalam..." Abhi mengusap wajah nya dengan kasar dan tak bisa mengatakan apa apa. Valarie hanya menatapnya dengan penuh kemenangan, dia yakin apa yang dia rencanakan akan berhasil.



" Valarie aku salah, aku minta maaf sayang, tapi aku tak melakukan apapun dengan wanita itu aku bersungguh sungguh..." kini sambungnya dengan menatap wanita itu penuh rasa menyesal, Valarie hanya mengangkat bahu nya acuh.


" Kakak tak lupa dengan janji kakak pada ku kan?" Valarie malah melempar pertanyaan kepada kakak nya yang masih diam duduk si sebelah nya.


" Valarie masuk ke dalam kamar mu..." Senyum wanita itu mengembang ketika mendengar aoa yang di katakan kakak nya, wanita itu tentu tak membuang waktu nya untuk segera pergi dari ruang tamu itu.


" Valarie tunggu dulu, dengarkan penjelasan ku dulu sayang..." Aiden setengah berteriak dengan berdiri ingin mengejar wanita itu yang sudah meninggalkan ruang tamu nya.


" Urusan mu dengan ku bukan dengan adik mu lagi..." Abhi tentu saja menghalangi teman nya yang ingin mengejar adik nya yang masuk ke dalam rumah nya. Dia mencengkeram baju teman nya.


" Abhi aku salah aku minta maaf, beri aku kesempatan satu kali saja, aku mohon..." Aiden penuh penyesalan kali ini, dia memohon kepada teman nya agar dia bisa menjelaskan semua nya pada calon tunangan nya. Mata Aiden penuh rasa penyesalan.


" Aku membatalkan acara pertunangan ini, aku tak suka dengan laki laki yang suka selingkuh..." Aiden mundur dengan kasar ketika Abhi melepaskan cengkeraman dan sedikit mendorong nya dengan kasar.


" Abhi jangan membatalkan pertunangan mu dengan adik mu, aku rela kau hajar sampai babak belur, asal kau tak membatalkan acara pertunangan yang sudah kita atur..." Aiden harus menanggung semua nya, apa yang dia tanam maka itu yang dia dapatkan.


" Kau pikir aku akan menyerahkan adik ku pada laki laki brengse* seperti mu..." Abhi menahan tangan nya yang gatal ingin memukul seseorang, jika laki laki di depan nya ini bukan teman nya maka sudah di pastikan Abhi sudah menghajar nya saat ini.


" Aku janji tak akan mengulangi nya bro, beri aku kesempatan satu kali saja..." Abhi bukan laki laki bodoh, dia tahu betul janji itu suatu saat pasti akan di ingkari, belum menjadi ipar nya saja dia sudah menyakiti adik nya apalagi dia sudah menikah dengan adik nya.


" Sebaiknya kamu pergi dari sini sebelum aku benar benar menghajar mu di sini..." Usirnya dengan tegas, jika dia bukan teman nya maka Abhi akan senang menghajar laki laki yang di depan nya ini.


" Abhi please pikirkan lagi, aku salah aku minta maaf..." Aiden tentu saja tak menyerah begitu saja. Tapi tatapan tajam dari teman nya itu membuat Aiden tahu bahwa teman nya juga butuh sendiri untuk berfikir.


" Baiklah aku pergi, aku akan datang lagi setelah semua nya dingin..." Abhi tak menghiraukan ucapan dari teman nya, dia masuk ke dalam rumah nya meninggalkannya nya yang masih berdiri di ruang tamu.

__ADS_1


Sedangkan Valarie yang berada di dalam kamar merasa senang karena kakak nya tentu akan membatalkan rencana perjodohan konyol ini. Dia menari senang, bernyanyi dengan kebahagian yang menyelimuti nya dengan sempurna, setidaknya dia tak akan di paksa menikah dengan laki laki seperti Aiden itu.


__ADS_2