
Kris yang melihat berita online maupun surat kabar membuat semua orang yang ada di tokyo seakan gempar. Kris tak melakukan apapun mencegah ataupun menutup semua akses berita yang disebarkan.
" nona apa anda yakin dengan semua yang kita bicarakan semalam?" Kris meletakkan tabel nya ketika melihat nona nya sudah selesai dengan urusan wajahnya.
" apa kau pikir aku akan tinggal diam ketika dia sengaja membunuh anak ku kris.." katanya dengan penuh penekanan.
Jovanka akhirnya pulang kerumah nya dengan penuh rasa keberanian serta dendam yang membara kepada sosok laki laki yang sengaja menikahi nya dengan paksa.
" jovanka putri ku.. " ucap sang mama ketika melihat putrinya mau menaiki anak tangga rumahnya.
Jovanka awalnya menatap penuh kekecewaan tapi demi semuanya dia harus pura pura. " mama, aku tak melihat mu tadi maafkan aku.." jawabnya dengan tersenyum.
" sayang perutmu?" Sang mama seakan sadar bahwa perut putrinya kemarin terlihat kini seakan mengecil.
" aku keguguran ma, tapi tak apa mungkin ini sudah menjadi jalan yang tuhan berikan padaku.." jovanka seakan teriris hatinya jika mengingat calon bayinya harus jadi korban keegoisan keluarganya.
" sayang maafkan mama.." katanya dengan memeluk putrinya.
' kau di depan ku pura pura menangis mamaku sayang tapi kalian di belakangku menusukku hingga calon bayi ku kalian jadikan korban ' batin nya membara.
"Ma tolong hubungi alfred, aku ingin bertemu dan aku akan menunggu di kamar.."jovanka melepaskan pelukannya sambil berkata di depan mama nya.
__ADS_1
" alfred?, sayang terimalah pernikahan kemarin nak, agar papamu tak marah dan alfred tak melakukan apapun padamu nak.." sang mama seakan ketakutan ketika mendengar putrinya ingin bertemu alfred, laki laki yang sekarang menjadi suaminya.
" ma biarkan aku bertemu dan bicara dengan alfred. Keguguran bayi ku membuat ku membuka semuanya. Jadi tolong mama kabarkan saja aku menunggunya di rumah.." jovanka berkata dan kemudian berlalu meninggalkan mama nya yang berdiri di sana.
Jovanak menaiki anak tangga dengan menahan sakit pada hatinya, ibu mana yang sudah merelakan kepergian calon bayinya, ibu mana yang tak akan sedih jika mengingat bayinya telah sengaja dibunuh oleh keluarga nya. Kini jovanka berdiri dengan tangguh membalaskan semua apa yang mereka perbuat. Apa yang mereka tanam maka itu yang mereka dapatkan.
" jovanka.." alfred memanggilnya ketika dia berdiri di depan pintu kamarnya.
" alfred.."jawabnya dengan menatap alfred dengan tatapan benci tapi sebisa mungkin jovanka menutupi semuanya.
Alfred berjalan menghampiri jovanka yang juga berjalan menghampirinya. Jovanka yang tiba tiba memeluk alfred membuat alfred sedikit terkejut. Jovanka yang memeluk erat dengan menanggis.
" maafkan aku.. maafkan aku karena ke egoisan ku.. jika kamu tak ketakutan mungkin ini tak akan terjadi sayang.." katanya dengan membalas memeluk erat tubuh jovanka.
Jovanka melepaskan pelukannya menatap alfred. " semua sudah menjadi jalan hidupku, aku kehilangan kekasihku, calon anakku juga pergi.." katanya dengan saling menatap. " aku harap kau tak akan pergi dari ku, aku akan belajar mencintaimu dan menerima kamu sebagai suami ku.." kata yang sulit diucapkan jovanka akhirnya dia bisa mengatakannya.
" kau apa jovanka?" Alfred tak percaya bahwa jovanka dengan mudahnya luluh seperti ini.
" aku akan belajar mencintaimu dan menerima pernikahan ini. Meskipun pernikahan ini kalian manipulasi tapi aku akan berusaha menerima semuanya. Tak ada lagi yang harus aku harapkan, jonathan tak akan ditemukan, mungkin dia memang sudah meninggal dan calon anak ku pun juga sudah pergi. Aku tak memiliki siapapun di dunia ini, aku semalam berfikir bahwa memang takdir ku bersama kamu. Sejauh apapun aku berlari tapi ujung ujung nya aku menikah denganmu, sekeras apa aku memikirkan jonathan tak akan membuat jonathan kembali ke dunia ini, sesedih apapun aku tak membuat calon anak ku kembali. Mungkin takdir aku bersatu dengan dirimu alfred.." perkataan panjang jovanka membuat tubuh alfred terdiam dan mencernah semua kata kata jovanka. Harapan untuk membina rumah tangga dengan jovanka kini sudah di depan matanya.
__ADS_1
" kau yakin dengan pilihanmu ini jovanka?, kris akan menentang hubungan kita.." tanyakan lagi.
" meskipun dia menentang tapi jika aku menginginkan bersamamu dia tak akan bisa berbuat apa apa sayang."
" kau.. manggil aku.. apa jovanka.." katanya dengan gugup.
" sayang.. apa aku tak boleh memanggil suamiku sayang."
Alfred menarik tengkuk jovanka,mencium nya dengan lembut, melum** nya dengan pelan, jovanka terdiam bahkan tak ada niatan membalas ciuma* tersebut. Rencana ini memang akan ada adegan seperti ini tapi entah kenapa semuanya tak ada di hatinya untuk membalas sentuhan yang dilakukan alfred pada dirinya.
Cium** itu terlepas ketika alfred menyadari bahwa istrinya tak membalas luma*an yang dia berikan. " maafkan aku.." katanya dengan menempelkan keningnya pada kening jovanka.
" seharusnya aku yang minta maaf al.. aku belum bisa melakukan kewajiban ku sebagai istrimu.." katanya dengan memejamkan matanya.
" tak apa sayang.. aku sungguh tak apa.. kau menerimaku dan mau belajar mencintaiku sudah membuat aku bahagia.. jangan pikirkan hal yang lain.. aku tak ingin menjadi beban pikiranmu.. aku juga tak akan melakukan jika kamu tak siap.." alfred memang berhati lembut tapi sayang obsesi nya pada jovanka membuat dirinya kejam.
" terima kasih.." jovanka tersenyum, mencium pipi alfred lalu memeluknya dan mereka saling berpelukan dengan pikiran dan hati masing masing.
' saat ini sulit untukmu mencintai ku tapi akan ku buat kau jatuh cinta padamu jovanka ' batin alfred dengan tersenyum bahagia.
__ADS_1
' kau masuk dalam jebakan ku alfred. Kau bodoh terlalu mudah mempercayai aku ' batin jovanka yang menaruh dendam pada laki laki yang berstatus suaminya.