Wanita Nakal

Wanita Nakal
Wanita Nakal Musim3_ Keberanian


__ADS_3

Warning 21+ 🔥🔥


Maria yang dari tadi melihat tubuh Andre yang begitu gagah dari arah belakang seakan rasa gatal ingin menyentuhnya serta rasa ingin sekali memeluk nya kini harus dia tahan karena dirinya yang cukup malu ketika tiba tiba menyerangnya begitu saja. Dia yang cukup menantang semalam saja harus merelakan sesuatu yang begitu berharga untuknya. Andre yang melihat Maria menatapnya tak berkedip pun merasakan hawa panas karena tatapan gadis kecil yang begitu nakal itu.


" Kau ingin mengulangi kembali adegan panas semalam?"


" Ha apa?" Maria kini di buat terkejut ketika suara hangat yang tiba tiba menyasar ke telinga nya.


" Kau memikirkan apa mantan perawan?" Andre kini mengetuk kening gadis itu hingga membuat Maria mengusap kening yang terasa sakit karena ketukan tersebut.


" Sakit Om..." Katanya dengan kesal.


" Sekali lagi kau memanggil ku Om, maka aku akan mencium mu sampai bibir mu itu bengkak..." Ancamnya dengan sungguh sungguh.


" Benarkah maka aku akan selalu memanggil mu Om, agar aku bisa merasakan hukuman mu itu..." Jawabnya dengan tersenyum tipis di bibirnya.


" Dasar wanita nakal..." Andre kini malah geleng geleng kepala mendengar apa yang di katakan oleh mantan gadis tersebut. " Baiklah aku harus menemui bos dulu, kau segera turun oke..." Maria kini mengangguk pelan. Andre kini mendaratkan ciuman di kening Maria membuat Maria secara spontan memejamkan matanya.


Maria merasakan getaran getaran cinta yang begitu tulus dari ciuman Andre tersebut. Hati mereka kini tak karuan di buat olehnya, detak jantung itu seakan memenuhi rongga tubuh kedua orang itu. Andre yang juga merasakan getaran cinta itu kini hanya bisa menatap dalam mata Maria yang kemudian melangkah untuk keluar menemui bos nya.

__ADS_1


Maria menyembunyikan senyumannya dan hati hati nya kini berbunga bunga, hati mantan gadis itu kini seakan melambung tinggi, kehangatan yang di berikan oleh Andre mampu membuat hati Maria kini luluh tak berdaya oleh pesona gagah dari ketua perampok tersebut. Wajah Maria kini seakan memerah seketika, ketika adegan panas yang semalam seakan terlintas di depan matanya. Maria kini menutup wajahnya mengunakan kedua tangan dengan dirinya yang geleng geleng kepala.


" Astaga dasar kau ini..." Umpatnya sendiri karena menyalahkan dirinya yang tak karuan di buat oleh bayangan yang semalam yang menurutnya memalukan.


Flashback On


" Jangan macam macam Om..." Ancamnya.


" Hanya satu macam sayang."


Andre kini malah menempelkan bibir itu, membuat Maria melotot sempurna. Maria kini mendorong tubuh Andre hingga ciuman yang hanya menempel itu terlepas begitu saja. Maria kini melotot karena ulah apa yang di lakukan oleh Andre mengejutkan jantungnya yang sudah tak karuan tersebut.


" Jadi kau ingin menunjukan adik mu yang tak seberapa gagah itu he?, harusnya kau malu Om, jika kau tak bisa memuaskan aku maka kau harus menahan malu...." Ejeknya dengan mata yang benar benar mengejek ke arah Andre yang kini malah tertantang.


" Kau ingin menguji ku?, baiklah mari kita tunjukan siapa yang lebih kuat?, aku yang aki aki atau kau yang masih muda sayang..." Jiwa Andre kini seakan tertantang, tapi dia yang dari tadi memikirkan bagaimana caranya menunjukan kejantanannya tapi tidak melakukan hal tersebut.


" Kau itu laki laki tua yang harus nya lebih fokus dengan kesehatan mu Om Andre, jangan pikirkan masalah Sek* mu yang pasti akan kalah dengan ku."


" Jangan menyesal apa yang kau ucapkan gadis polos, kau akan merasakan adik ku yang akan menyobek milik mu itu."

__ADS_1


" Tapi sayang nya aku tak percaya dengan apa yang kau banggakan itu."


Andre kini begitu panas mendengarkan ejekan dari bibir gadis polos yang ada di depannya itu. Andre dengan cepat kini kembali menempelkan tubuhnya menggapai bibi* gadis itu. Maria yang terkejut itu kini tak bisa berkutik ketika kedua tangan itu di tangkap oleh satu tangan Andre, meletakan di atas kepala Maria, mencengkram pergelangan tangan itu dengan kencang.


" Hmm..." Gumaman Maria kini tak di hiraukan, berontak tubuh Maria kini membuat Andre tak melanjutkan serangan demi serangan. Andre kini meluma* bibir itu, meluma* nya dengan lembut. Andre menikmati bibir Maria yang begitu manis, aroma sesudah mandi seakan membangkitkan jiwa yang ada di bawah sana.



Andre kini menggigi* bibir Maria yang dari tadi tertutup rapat, kini bibir itu terbuka dan lida* itu kini langsung masuk ke dalam, menarik lida* Maria hingga membuat gadis itu melenguh. Maria yang awalnya hanya diam kini sedikit demi sedikit membalas nya dengan pelan. Andre yang merasakan Maria membalas kini memperdalam ciuman itu. Andre menekan tubuh Maria hingga Maria merasakan ada sesuatu yang bangkit di bawah sana dengan sempurna. Lagi lagi Maria melenguh hanya dengan satu tekanan yang membuat dirinya merasakan hawa panas yang juga mengalir di tubuhnya.


" Kau merasakannya bukan?" Bisiknya ketika ciuman itu terlepas, nafas itu kini memburu tak karuan. Maria kini mengangguk dan memejamkan matanya dia masih mengatur nafasnya yang juga memburu karena ulah ciuman panas tersebut. " Jangan pernah menyesal Maria..." Tangan Andre kini langsung menarik paksa handuk yang melilit tubuh gadis itu.


Maria dia buat melotot ketika handuk itu terbuka dan memperlihatkan badan polos nya yang tak memakai apapun di balik handuk tadi. Andre kini langsung mengulum benda kenyal tersebut sebelum Maria protes yang tidak tidak. Andre kini memainkan lida* nya di sana, membuat sang pemilik benar benar tak karuan. Tangan Andre kini menyentuh benda yang begitu indah di bawah sana. Pikiran Maria seakan ingin menolaknya tapi bahasa tubuhnya tak ingin menolak kenikmatan yang belum pernah dia rasakan sama sekali.


" Ugh... ah.. Om..." Desaha* itu membuat Andre semakin liar mencumbu tubuh gadis itu. Andre kini mengendong tubuh gadis itu meletakan di atas kasur nya dengan lembut. Andre kini dengan segera menindihi tubuh Maria dan langsung melakukan cumbuan lagi.


Hawa panas itu seakan tak bisa di tunda lagi, hawa panas itu seakan mengalir di seluruh tubuh mereka berdua. Andre dengan cepat kilat melepaskan seluruh celana itu, memperlihatkan adik miliknya yang begitu tegang dengan sempurna.


Maria yang ingin menolaknya tapi bahasa tubuhnya menginginkan hal yang lebih jauh dari ini semua. Godaan yang begitu nyata seakan tak ingin dia lewati kali ini. Maria menikmati setiap sentuhan yang di berikan oleh Andre, entah dari tangan atau pun dari lida* yang berkeliaran di tubuh Maria yang begitu mulus. Andre tak tahan dengan godaan yang juga ada di depan nya itu

__ADS_1


__ADS_2