
" Tak ku sangka kita bertemu di sini Tuan Jeremi..." Steve yang tadi mengunjungi di anak perusahan dengan sengaja mendatangi seorang CEO yang di tunjuk oleh bos nya kini berada di sebuah lapangan Golf.
" Tuan Steve.. anda di sini..." Ucapnya dengan gugup. Laki laki tua yang dari tadi tertawa bersama teman wanita nya kini menjadi gugup tak bisa berkutik ketika melihat siapa yang berdiri di samping nya dengan menyapa dirinya dengan tatapan tajam nya.
" Ternyata anda di sini, pantas saja ruangan CEO kosong..." Steve kini sinis menatap laki laki itu. " Kau ingin melanjutkan nya atau ingin pergi bersama ku?" Sambungnya dengan menatap ke arah laki laki itu yang kini menjadi pusat pasi.
Tuan Jeremi kini menelan ludah nya dengan kasar ketika mendapatkan tatapan tajam dari laki laki tegap yang berada di samping nya.
Steve dengan rasa tak sabar nya dia menarik dasi laki laki itu, menyeretnya dengan segera membuat laki laki itu mau tak mau harus ikut dengan nya kembali ke perusahan yang sudah menunggu nya dari tadi.
" Tuan Steve.. lepaskan.. saya akan ikut anda.. tapi lepaskan ini..." Ucapnya yang terputus putus tak membuat Steve peduli dengan nya, dia tetap menarik laki laki itu hingga keluar dari arena Golf tersebut. Semua orang yang ada di sana melihat ke arah mereka, dan mereka berdua menjadi tontonan yang hangat di sana.
" Tuan lepaskan bos saya?" Salah satu pengawal yang menunggu Jeremi di depan kini menghalangi langkah Steve yang menarik bos nya itu.
Jeremi yang memberikan kode untuk diam tak di mengerti oleh pengawal nya itu, Steve hanya tersenyum sini ketika dirinya di halangi oleh satu pengawal seperti ini.
" Kau tak tahu siapa saya?" Ucapnya dengan sinis.
__ADS_1
" Siapapun anda saya tak peduli, yang jelas lepaskan bos saya..." Jawabnya dengan bernada tinggi. Di pikir laki laki itu Steve takut kepada dirinya.
" Tuan..." Ketiga pengawal Steve yang dari tadi hanya melihatnya kini menghampirinya ketika mendengar bos nya di bentak oleh seseorang laki laki.
" Bereskan semut kecil itu dan beri tahu siapa aku kepada semut kecil itu..." Steve kini kembali menyeret laki laki itu agar masuk ke dalam mobilnya. Sedangkan Satu pengawal ikut bersama Steve dan Jeremi yang kedua pengawal kini menghalangi pengawal yang ingin mengejar tuan nya itu.
Adu saling dorong di sana tak dapat terelakan lagi, dengan cepat kedua pengawal itu menghajar satu pengawal yang dari tadi mencoba menghalanginya, kedua pengawal itu dengan cepat menjatuhkan lawan nya itu. Dengan beberapa gerakan orang itu jatuh ke lantai dengan menyentuh perutnya yang sakit karena injakan oleh pengawal Steve tadi.
" Kau harus hati hati kawan, karena kami tak mengenal ampun bagi orang yang menghalangi jalan bos kami..." Salah satu dari mereka kini berjongkok menepuk pipi laki laki itu yang meringis kesakitan.
" Tapi kami saat ini sedang berbaik hati, jadi kami tak akan membunuh mu, jika aku lihat kau masih ingin menghalangi bos kami lagi, ku pastikan aku akan melempar mu ke danau buaya..." Sambungnya lagi dengan mengangguk mengerti.
" Maafkan saya.. saya tidak tahu. Saya tidaka akan berbuat hal seperti itu lagi, maafkan saya..." Ucapnya dengan menahan sakit.
Bug!! Pengawal yang dari tadi menginjak perut laki laki itu kini sedikit memberikan tendangan agar dia tahu seperti apa hukuman buat orang yang menghalangi mereka. Orang itu hanya meringkuk kesakitan ketika merasakan sakit yang menjalar di sekujur tubuhnya. Kedua pengawal itu kini meninggalkan orang yang sedang menahan rasa sakit pada perutnya.
Sedangkan di tempat lain Jeremi hanya merasa heran ketika melihat ada seseorang wanita yang sudah duduk di kursi kebesaran nya menatap dirinya dengan penuh remeh, menatap dirinya dengan penuh ejekan yang begitu mendalam. Jeremi hanya menelan ludahnya ketika mendapatkan tatapan seperti itu.
__ADS_1
Jennifer melempar dokumen tebal itu kearah laki laki itu hingga membuat laki laki itu menatapnya dokumen yang jatuh ke lantai, matanya membulat sempurna ketika melihat ada sebuah cek yang jatuh ke lantai. Badan nya gemetar ketakutan ketika melihat kertas kertas yang ada di bawah kaki nya itu.
Jeremi mengambil semua berkas yang ada di kaki nya, membuka dokumen itu dengan perasan penuh khawatir. Dia semakin menelan ludahnya dengan kasar ketika melihat semua kecurangan dan melihat cek cek yang selama ini dia ambil untuk kepentingan pribadi nya.
" Perkenalkan saya Jennifer, saya staf audit yang sengaja datang kemari karena laporan dari Tuan Zac Kozan untuk meneliti semua keuangan perusahan nya. Dan saya sengaja menemukan hal seperti itu..." Jennifer menyandarkan punggung nya ke kursi besar itu dengan menatap ke arah laki laki tua yang sedang menunduk itu.
" Saya tak melakukan apapun Tuan Steve, saya berani bersumpah saya di jebak oleh divisi keuangan. Ini semua tak benar, saya sungguh tak tahu apapun. Saya akan pecat orang itu karena sudah berani menjebak saya..." Jeremi nampaknya membela nya dirinya segera tapi sayangnya kedua orang yang di sana tak mempercayai nya, dia tak berkutik dengan drama yang di buat oleh laki laki itu.
" Tuan Steve percayalah pada ku, saya mohon. Anda lebih mengenal aku di banding siapa pun. Saya di sini sudah menjabat lebih dari enam tahun, saya tahu seperti apa Tuan Zac yang tak suka di khianati, tentu saja saya tidak berani melakukan hal seperti ini Tuan Steve, saya mohon percayalah pada ku, saya tidak mungkin melakukan hal seperti ini..." Jeremi kini memohon kepada Steve, menyentuh tangan nya, menangis di sana agar Steve percaya padanya. Tapi sayangnya laki laki itu tak bergeming sama sekali. Drama yang ingin di tunjukan oleh Jeremi seakan membuat kedua orang itu tertawa geli.
" Kau pikir aku percaya dengan omongan sampah mu itu he?, apa kau pikir kami bodoh tak memiliki semua bukti agar kau tak bisa mengelak lagi. Tuan Jeremi anda terlalu tua untuk bermain main dengan Tuan Zac, tapi kami tak akan memberikan toleransi kepada orang yang sudah mengkhianati kami sejauh ini..." steve menekan kata kata nya dengan penuh rasa kesal nya.
Jennifer kembali melempar foto foto Jeremi yang sedang bersenang senang bersama wanita penghibur, membelanjakan wanita itu dengan uang perusahan nya serta semua transaksi keuangannya juga tak luput ada di sana.
Jeremi hanya bisa diam kali ini, dia tak bisa berkutik. Dia hanya memejamkan matanya ketika semua bukti berserakan di bawah kaki nya.
Yang gak paham tentang divisi keuangan bagi perusahan ya gaes, simpel aja. Kita mah ngerti nya sebagai keuangan rumah tangga 🤣🤣
__ADS_1
Divisi keuangan (finance division) memiliki tanggung jawab untuk memantau arus kas masuk dan keluar dari perusahaan, menyimpan dan menganalisis transaksi keuangan dan memberikan informasi keuangan kepada manajemen senior dan departemen lain. ... Hal ini menjadikan divisi ini sebagai divisi utama dari bisnis apa pun.
Sebenarnya ada macam macam divisi keuangan tapi gak usah di sebutin lah ya 🤭