
" Dia yang memulai sayang, kau lihat dia yang menampar aku, dia sungguh kurang ajar kepada kakak iparnya..." Rengeknya.
" Kau minta maaf kepada kakak iparmu, kita sedang berduka jangan membuat masalah..." Laki laki yang berstatus kakak dari wanita itu kini malah menyuruhnya untuk meminta maaf.
Wanita itu hanya tersenyum sinis, hal ini pasti akan terjadi, dan lagi lagi dia yang di salahkan oleh kakaknya, sang kakak selalu membela istrinya meskipun sang kakak tahu bawa istrinya itu selalu salah.
" Minta maaf?, kau menyuruh ku untuk minta maaf kepada istri mu itu?, kau tak salah menyuruh ku kak?" Sang adik kini merasa lelah setiap ada masalah tentang dirinya dan sang kakak ipar yang selalu di salahkan adalah adiknya sendiri.
" Sayang lihat adik mu sungguh tidak ingin meminta maaf pada ku, padahal aku hanya mengatakan fakta. Apa yang salah pada ku, aku hanya mengatakan bawa ibunya selalu meminta minta pada kita-"
Plak!! wanita itu kini kembali memberikan tamparan yang cukup keras untu wanita yang menghina ibunya yang sudah tak ada, bahkan dia dengan sengaja menghina ibunya di depan kuburannya.
" Kau menyuruhku untuk meminta maaf kepada nya hanya karena aku menamparnya, sedangkan dia tak bersalah karena sudah menghina ibu kita ha. Dia ibu mu kak, wanita yang melahirkan mu, wanita yang membesarkan mengunakan tangan dan kasih sayangnya. Tapi lihatlah sekarang, kau yang sudah menikah membiarkan istri mu yang terhormat ini menghina ibu di depan mata mu, tapi kau hanya diam saja. Di datang ke pemakaman memakai baju yang seperti itu, apa kau tak lihat tak ada raut kesedihan serta penyesalan dari istri mu itu..." Sang kakak kini hanya diam, dia tak bisa menjawabnya adik yang biasanya akan menurut ketika dia mengatakan apapun tapi sekarang membantahnya ketika secara terang terangan istrinya menghina ibunya.
" Jika saja kau tak menuruti semua yang di katakan oleh istri mu itu mungkin saat ini ibu masih ada bersama ku, kau yang merampas ibu dari ku kak, kau yang membuat matahari ku tenggelam selama nya. Dia menyanyangi mu tapi karena kebodohan mu dan cinta mu kepada wanita ini kau telah membunuhnya..." Wanita itu kini kembali meneteskan air matanya, dia menyesal jika saja dia tak meminta lembur semalam mungkin rasa sedih ini tak mungkin terjadi.
" Adik mu terlalu banyak bicara karena ibu mu sudah meracuni pikirannya untuk membenci ku..." Katanya dengan tetap angkuh.
__ADS_1
Wanita itu kini menarik tangan kakak iparnya hingga wanita itu tersungkur di tanah tempat sang ibu di kubur.
" Kau minta maaf kepada ibu ku jika tidak aku bisa lebih kejam dari ini..." Ancamnya.
" Hentika-"
" Jika kau tak bisa mengajari istri mu untuk meminta maaf kepada ibu maka aku yang harus mengajari kakak ipar ku..." Tatapan tajam dari sang adik membuat sang kakak diam dia tak bisa melanjutkan apa yang ingin dia ucapkan.
" Minta maaf kepada ibu mertua mu..." Katanya dengan penuh penekanan.
" Tidak, aku tak akan meminta maaf kepada ibu mu itu, apa yang aku katakan memang benar..." Wanita itu kini tetap angkuh, dia yang ingin berdiri kini di tahan oleh adik iparnya yang sudah di kuasi oleh amarah yang tinggi.
" Bu aku minta maaf, aku minta maaf. Kau puas..." Wanita itu kini langsung berdiri ketiak cengkraman itu terlepas dari pundaknya.
Tapi tatapan itu kini masih begitu tajam dan mematikan lawannya, sang kakak hanya bisa diam dia tak bisa melawan adiknya dia tahu seperti apa adiknya jika sudah marah kepada seseorang.
" Kau tak membela ku, kau hanya membela adik mu itu..." Kini sasaran wanita itu suaminya yang hanya diam tak membela nya sedikit pun.
__ADS_1
" Aku tak akan sudi memberikan tumpangan rumah untuk wanita seperti mu, aku tak akan memberikan bantuan kepada mu sedikit pun. Aku tak akan pernah mau mengakui mu sebagai adik ipar mu..." Katanya dengan sinis kini sang suami langsung menatap istrinya dengan tatapan tajamnya.
" Hentikan, kau dari dulu tak pernah berubah untuk menerima adik dan ibu ku, jika kau kemarin tak mendengarkan mu mungkin akau tak mungkin kehilangan ibu ku..." Suara dingin dari laki laki itu membuat sang istri hanya terdiam dia tak menyangka bawa suaminya kini malah menatap dirinya dengan tajam dan berkata sinis kepadanya.
" Aku sedang berduka dan kau malah merusak semuanya, aku baru saja kehilangan ibu dan kau malah seakan menari menari di atas duka kami. Kau sungguh tak memiliki hati..." Laki laki itu langsung meninggalkan tempat itu dengan segera, langkahnya begitu cepat dan tak menghiraukan teriakan dari istrinya.
" Kau.. awas akan aku balas perbuatan mu sekarang..." Ancamnya dan langsung menyusul suaminya yang sudah pergi meninggalkan tempat itu.
" Aku Maria Cooper menunggu balasan apa yang ingin kau lakukan pada ku..." Teriaknya dengan kencang.
Wanita yang kini tengah meratapi kepergian sang ibu adalah Maria Cooper, wanita yang merasakan matahari itu tenggelam ketika kepergian sang ibu. Wanita satu satunya yang dia punya saat ini tapi sang ibu kini juga menyusul kepergiaan sang ayah yang sudah lama meninggalkan mereka semua. Sedangkan sang kakak yang bernama Adriano Cooper kini telah menikah dengan model yang bernama Anna Henney.
" Bu maafkan aku, kali ini aku tak bisa untuk tidak menantang dia..." Kini Maria hanya bisa menangis kembali di pusaran sang ibu, dia menyentuh nisan yang bernama ibunya itu.
" Mungkin kemarin aku bisa untuk diam bu, tapi tidak untuk sekarang, aku tak bisa diam ketika ibu masih saja di hina meskipun ibu sudah pergi..." Kini air mata itu kini terus menetes kembali, dia terus menangisi mataharinya dengan isakan yang begitu menyedihkan.
__ADS_1
" Andaikan semalam aku tak memaksa untuk mengambil pekerjaan tambahan mungkin ini tak mungkin terjadi bu, mungkin ibu akan tetap di sini bersama ku, jika ibu tak ada siapa lagi yang akan menunggu ku pulang kerja bu, hiks hiks. Kak Andriano tak mungkin datang kepada ku, dia akan selalu menurut dengan istri yang sombong dan angkuh itu, kini aku sendiri by, hanya sendiri tak memiliki siapa pun..." Kini tak ada lagi seorang yang bisa mengenggam tangannya dengan erat serta memberikan pelukan hangatnya, kini Maria hanya bisa menangisi kepergian sang ibu dan menangisi nasibnya yang malang karena tak memiliki siapapun di dunia ini.
Memiliki sang kakak seperti tak memiliki kakak, karena kakaknya tak akan datang menemuinya jika sang istri melarangnya.