Wanita Nakal

Wanita Nakal
Wanita Nakal Musim3_ Di Mulai 15


__ADS_3

" Kau dari dulu arogan Monica..." Katanya dengan sinis.


Wanita yang berdiri di depan laki laki yang pingsan itu adalah Suhu cantik yang bernama Monica Phelix, dan laki laki pingsan itu adalah Abhi suaminya. Mereka yang di kabarkan meninggal karena kecelakaan itu nyatanya masih hidup, mereka masih bernafas di sana. Mereka yang di sekap oleh kedua orang itu membuat semua orang mengira bawa mereka telah meninggal karena ledakan mobil.


" Aku tak butuh pujian mu brengse*, kau harusnya melawan ku maka aku siap meremukkan tulang tulang mu itu..." Monica tak kalah sinis nya dia tentu saja tidak tinggal diam dengan semua ini.


David kini segera menarik laki laki itu keluar dari ruangan panas itu, meninggalkan para tawanan nya di sana. Monica yang berteriak kencang memaki maki nya kini tak di hiraukan oleh mereka semua, pintu itu kini dengan segera di tutup kembali membuat ruangan itu menjadi sedikit gelap dan untungnya ada cahaya dari matahari yang masuk meskipun hanya sedikit.


Monica kini langsung terduduk kembali dengan sisa tenaga nya yang begitu lemas, dia belum terlalu sadar obat bius itu sebenarnya masih bekerja tapi dia yang mendengarkan semua ucapan dari laki laki itu membuatnya merasa marah hingga dirinya memaksa bangun meskipun matanya menahan untuk terbuka, kepalanya terasa pusing dan berat tapi dia berusaha untuk melawan semua efek dari obat bius itu.


Monica yang melihat wajah suaminya yang penuh dengan luka lebam merasa darahnya mendidih, kedua lengan nya kini juga tergores mengeluarkan darahnya. Dia tak bisa berbuat apa apa selain hanya menunggu suaminya sadar sendiri dan obat itu hilang dari tubuhnya. Monica menghela nafasnya dengan kasar sebelum dirinya kini menatap wanita yang tak jauh dari tempatnya.


" Jenni, kau bernama Jenni bukan?, kekasih Steve?" Monica kini kembali membuka suaranya dia harus menahannya dengan mencari kesibukan agar matanya tak terpejam mungkin jika dengan mengobrol dirinya bisa menahan rasa ini semua.


" Lebih tepatnya mantannya, bukan kah kau yang sekarang menjadi kekasihnya?, malam itu kau di kenalkan sebagai kekasihnya?, apa kau lupa?" Jenni kini menahan rasa sesak di hati nya.


Monica hanya tersenyum tipis dia tau wanita itu sedang menahan rasa cemburunya dan rasa sesaknya, nada bicaranya seakan dapat di baca oleh wanita itu.


" Kau salah aku bukan siapa siapa nya, aku hanya wanita yang dia anggap adik, dia hanya ingin membuat mu cemburu."


Deg!! jantung Jennifer kini tak karuan, dia merasa tertipu oleh sandiwara mereka pada malam itu.


" Jadi hanya sandiwara?" Monica kini mengangguk pelan, tubuhnya lemas sangat lemas bahkan kali ini matanya sungguh tak bisa untuk menahan. " Kau tak apa?" Jennifer yang mengetahui ada sesuatu kini mulai menanyakannya.

__ADS_1


" Tidak, mungkin obat bius ku belum hilang sepenuh nya, jadi aku masih terasa lemas dan pusing..." Jawabnya. " Aku tadi mendengarkan kau berdebat dengan mereka, kau jangan konyol mengorbankan dirimu hanya demi laki laki itu, aku yakin tim ku akan segera datang menyelamatkan kita."


" Mereka tidak akan mencari mu, kamu di kabarkan meninggal di kecelakaan pada malam hari itu..." Monica terkejut bukan main ketika mendengar apa yang di katakan oleh wanita yang bernama Jenni itu.


" Meninggal?, apa mereka tak bisa membedakan wajah ku, hingga mereka mengira aku meninggal?, bodoh..." Ucapnya dengan kesal, orang mana yang tak merasa kesal dirinya masih hidup tapi kabar itu sudah terdengar ramai mereka meninggal.


" Mobil yang kau naiki meledak waktu itu hingga tubuhnya tak tersisa lagi."


" Marco kau akan mendapatkan balasannya dari ku..." Jawabnya dengan sungguh sungguh. " Kau sudah memberi tahu Steve tentang keberadaan mu di sini?" Jennifer menggeleng dengan cepat. " Kenapa?"


" Steve tak akan mau menjawab panggilan nya dan mungkin sekarang nomer ku sudah di blokir oleh nya..." Monica hanya mengangguk pelan.


Monica kini berpikir mereka harus bisa keluar dari sini, bagaimanapun caranya mereka harus keluar.


" Ha?"


" Bisa kau lepaskan ikatan ini menggunakan gigimu, kita harus segera keluar..." Dan memberi tahu kabar bahwa dia masih hidup agar bantuan segera datang.


Jenni kini mengangguk, Monica kini mendekatkan tangan nya itu, meskipun susah tapi tak membuat kedua wanita itu saling membantu untuk saling melepaskan ikatan itu. Jennifer kini berusaha menggunakan giginya untuk melepaskan ikatan dari Monica.


Ikatan pada tangan Monica tak terlalu susah untuk di buka karena tadi dirinya sudah sempat melonggarkannya. Satu tangan itu terbuka membuat Monica merentangkan tangan nya yang terasa kebas. Kini kedua wanita itu saling tersenyum ketika mereka berhasil melakukan kerja sama mereka berdua yang baru di mulai itu. Monica kini dengan cepat membuka satu ikatan tangan nya itu membuat dirinya kini berhasil melepaskan ikatan itu.


" Tunggu..." Monica yang ingin melepaskan ikatan tangan Jenni malah di cegah oleh nya.

__ADS_1


" Aku tak ijinkan kamu menikah dengan David, aku akan katakan pada Steve bahwa kalian salah paham selama ini...." Katanya dengan cepat, Monica tadi mendengarkan semua perdebatan wanita itu bersama kedua orang laki laki yang menyekapnya. Bahkan Monica siap menjadi saksi bawah memang Jenni tak berpihak padanya dalam hal ini.


" Mintalah bantuan dulu sebelum mereka kembali lagi, ponsel ku ada di saku jaket ku sebelah kiri, cepat ambil..." Monica kini dengan cepat mengambil ponsel itu dan dia segera menghubungi Steve karena Jenni hanya memiliki nomer Steve.


Tapi lagi lagi panggilan itu hanya omong kosong, tak ada jawaban sama sekali, Monica kini di buat bingung dengan sikap Steve yang seperti ini. Monica tau bawa laki laki itu di gun dan siapa saja bisa dia curigai tapi setiap apa yang dia curigai semuanya ada benarnya.


Sedangkan di dalam markas kini Andre, Albert dan Steve tengah berdiam diri di sana, mereka masih menyelami pemikiran mereka masing masing. Setengah hari berkeliaran di jalanan mencari info apa apa nyatanya tak mendapatkan info sekecil apapun.


Mereka memijat pelipisnya yang terasa pusing, getaran di ponsel Steve tak ingin membuat dirinya menjawab di tambah yang menghubunginya adalah wanita yang dia curigai sedari tadi.


" Kenapa tak kau jawab?"


" Jenni, lupakan lah aku sudah tak ingin berurusan apalagi selain dengan orang yang sengaja menyusun rencana ini semua..." Jawab Steve dengan meletakan ponsel itu, dia tak ingin menjawabnya meskipun sudah berulang kali Nomer Jennifer memanggil.


" Siapa tahu itu penting?"


" Tidak ada yang lebih penting dari pembubuh Abhi dan Monica."


Tak berselang lama kini ponsel Andre yang berdering, meskipun dia tak mengenalnya Andre masih menjawabnya.


Andre segera berdiri dengan rasa tak percayanya.


" Monica?" Katanya dengan tak percaya membuat semua orang yang di sana juga menatapnya tak percaya.

__ADS_1


Steve yang juga terkejut melihat sebuah pesan singkat yang mengirimkan sebuah lokasi untuknya.


__ADS_2