
Cuaca yang panas membuat semua orang yang beraktivitas diluar akan mengeluarkan keringat yang begitu banyak, sedangkan orang yang berada didalam rumah akan enggan untuk keluar karena terik matahari yang begitu menyengat siang ini.
“ arghh... sial..” alfred yang sedari tadi menahan dirinya untuk tidak berteriak kini mengeluarkan teriakan nya ketika dia berada di pinggir danau. “ jonathan ini semua gara gara kamu.. arghh...” teriakan nya lagi.
“ he tutup mulutmu.. “ teriaknya laki laki yang perawakan tegap dan menyeramkan, alfred hanya terdiam tak mengatakan apapun.
“ akan kubunuh kau dengan tangan ku.. bren*se* kau jonathan.”
“ he..diam..” laki laki yang tegap tadi kini menghampiri alfred yang sedari tadi mengumpat. “ jika kau tak bisa diam, akan kubuat kau diam dengan caraku..” ancamnya dengan mencengkram baju alfred.
“ kau siapa ha, ikut campur dalam urusanku..” alfred menghempaskan tangan laki laki tersebut yang mencengkram baju miliknya. “ ini tempat umum, jadi saya berhak berteriak disini..” katanya dengan keras.
“ tapi mulutmu itu berisik kayak wanita.”
“ apa urusanmu..” alfred menantang laki laki yang tegap tersebut.
Bug !! satu pukulan yang dilayangkan laki laki tersebut membuat alfred terhuyung kebelakang. Bug !! alfred juga tak mau kalah, dia membalas pukulan yang juga mengenai wajah laki laki tersebut.
“ kau menantang aku ternyata..” kata laki laki tersebut dengan menggulung lengan kemeja panjangnya.
“ maju.. saya gak takut..” katanya dengan menantang.
Bug!! Bug!! Bug!! Pukulan demi pukulan kini dirasakan oleh alfred, dari wajah hingga perut. Tapi alfred yang ingin membalasnya tak mengenai sasarannya. Sedangkan orang yang berada disana hanya menonton, tanpa berani melerainya.
“ bangun.. ci.. kau melawanku dengan kekuatan lemah mu itu.. dasar pecundang..” katanya dengan keras.
Uhuk !! uhuk!! Uhuk!! Alfred hanya menahan perutnya yang kesakitan, darah segar keluar dari bibirnya. “ siapa dirimu ha.. kenapa kau tiba tiba menyerang ku.. uhuk..uhukk...” tanyanya dengan terbata bata.
“ aku yang akan mengambil nyawa mu.. tapi bukan sekarang.. jika nyawamu sudah waktunya aku ambil.. maka aku akan datang lagi..” katanya dengan sinis, lalu pergi meninggalkan alfred yang terbaring dirumput hijau.
__ADS_1
***
“ kris aku ingin bertemu dengan jonathan..” emil berusaha keras agar dirinya bisa bertemu dengan mantan tunangannya.
“ maaf nona tuan jonathan tidak bersama saya..” ucapnya diseberang telfon.
“ jangan coba coba membohongi ku kris.. jika ada kamu, maka disitu ada jonathan.”
“ anda tak perlu percaya pada saya..” jawabnya dengan segera memutus panggilan tersebut.
Emil hanya melihat ponselnya dengan rasa marah. “ sialan.. awas saja kau..” katanya dengan menahan emosi. “ aku harus bertemu dengan jonathan.. bagaimana pun caranya..” katanya dengan memikirkan caranya bertemu dengan jonathan.
“ kris,, semua orang harus tahu bahwa aku masih hidup..” jonathan bicara tanpa melihat kearah asistennya.
“ baik tuan.”
“ baik tuan.. saya akan segera menengadahkan konferensi pres..” jonathan hanya menganggu pelan.
Sedangkan di mansion jovanka dengan merebahkan tubuhnya tersenyum sendiri. “ kenapa aku jadi merindukan jonathan..” katanya dengan tersenyum tipis.
Jovanka mengambil ponselnya, menuliskan pesan singkat lalu mengirimnya dengan tersenyum. Satu jam berlalu, jonathan tiba didalam mansion dengan terburu buru, menaik anak tangga dengan tergesa gesa, sedangkan jovanka yang mencium aroma parfum jonathan merasa kesal, karena perutnya yang bergejolak ingin muntah.
Ceklek !!
“ stop..” jovanka segera melarang jonathan masuk kedalam kamarnya.
“ ada apa honey?” tanyanya dengan tetap berdiri didepan pintu yang terbuka.
“ kenapa sudah pulang, ini masih siang..” tanyanya dengan kesal.
__ADS_1
“ kan kamu sendiri yang mengirimkan pesan i miss you.. jadi aku langsung pulang honey..” katanya dengan bingung.
“ aku hanya bilang i miss you jo.. tak menyuruhmu pulang bukan..” jonathan hanya menggaruk kepalanya yang tak gatal, dia bingung harus bersikap bagaimana dengan wanitanya.
“ tapi aku juga merindukan mu honey..” katanya dengan berjalan masuk.
“ berhenti disitu jonathan..” lagi lagi jonathan menghentikan langkahnya. “ keluar.. astaga bau mu buat aku pusing dan mual..” katanya dengan menutup hidungnya.
“ aku tak bau apapun honey.. aku masih pakai parfum yang kamu pilihkan dulu..” katanya dengan mencium badannya.
“ pergi dari sini jo.. mandi di kamar sebelah .. astaga kau buat aku pusing..” usirnya tambah membuat jonathan bingung. “ jonathan.. astaga.. kau ingin membunuhku dengan bau mu itu..” katanya dengan kesal.
Jonathan tak mengatakan apapun lagi, dia terdiam dan memilih keluar dari kamarnya, dengan langkah bingung dia tetap masuk kekamar lain. “ cewek memang aneh, tadi bilang rindu, sekarang tiba tiba marah.. gak jelas..” katanya dengan merebahkan badannya.
Kekesalan jovanka tiba tiba hilang ketika pintu kamar nya tertutup lagi, kini bukan kekesalan yang ada diwajahnya, melainkan kerinduan pada kekasihnya. “ aku bisa mati karena menahan rinduku pada jonathan..” katanya dengan murung. Kekesalan pada dirinya tadi yang melihat jonathan kini berubah menjadi rindu yang sangat memuncak. Jovanka menekan ponselnya, memanggil kekasihnya lewat telfon.
“ honey.. ada apa?” suara jonathan.
“ I really miss you honey.. ( aku benar benar merindukanmu honey)..” katanya dengan pelan. Tapi itu membuat jonathan tambah bingung. “ this miss touring me honey.. ( rindu ini menyiksa ku honey)..” tambahnya lagi.
“ I miss you too honey .. ( aku juga merindukanmu honey)..” jawabnya jonathan membuat jovanka tersenyum tipis. “ can i go to my room honey.. ( apa aku sudah boleh masuk kekamar honey)..” tanyanya dengan hati hati.
“ did i forbid yo to come in honey.. ( apa aku melarangmu masuk honey)..” jawabnya dengan sedikit keras.
‘ apa dia bukan ara?, kenapa tadi marah marah sekarang tiba tiba melunak,, astaga aku bisa gila karena tingkah wanitaku’ batinnya.
“ honey.. apa ada yang salah?, kenapa kau diam..” tanyanya lagi.
“ honey.. aku akan mandi dulu.. lalu menghampirimu..” jawab jonathan.
“ baiklah.. aku akan tunggu dikamar..” katanya dengan lembut.
__ADS_1
Jonathan hanya bisa menatap ponselnya ketika panggilan tersebut di akhiri oleh wanitanya, di benaknya dia bingung dengan wanitanya, yang sikapnya berubah berubah dari tadi pagi. Tiba tiba lembut tapi tiba tiba mudah marah, karena hal yang sepele.