Wanita Nakal

Wanita Nakal
Wanita Nakal Season2_ Perasan Yang Hangat


__ADS_3

Aku berusaha bangkit dari rasa ini, aku berusaha berdamai dengan Takdir ku, mungkin benar akan ada kebahagian setelah kesedihan, aku akan menunggu Tuhan mengantikan kesedihan kemarin menjadi kebahagian yang tak pernah aku duga.


Pov Clarissa


Aku tahu dia sangat tersiksa selama satu bulan ini, aku baru menyadari bahwa suami ku sangat menginginkan ku kali ini. Ini pertama kali nya aku merasakan sentuhan nya kembali setelah duka menyelimuti hati kami. Kehilangan buah hati membuatku begitu terpuruk, sangat terpuruk. Pikiran untuk bunuh diri pun sempat terlintas di otak ku dan aku hampir melakukan nya, aku beruntung ketika suami ku dengan sabar menghadapi sikap ku selama satu bulan ini, dengan sabar mengurus ku selama ini.



Kali ini dia menekan tubuh ku ke dinding, memeluk ku dengan erat, ciuman yang lembut kini menjadi ciuman yang liar dan menuntut, dia semakin menekan tubuh ku ke dinding dan bagian tubuh bawah nya menekan ku hingga membuat ku melenguh, kali ini dia menyasar leher ku, semakin menekan ku dinding dengan dirinya yang sudah tegang sepenuh nya.


" Hubby..." hanya dengan satu sentuhan membawa kami terlena dengan kenikmatan yang kami ciptakan sendiri.


Kali ini Alex lebih cepat menguasai tubuh ku ketika kami sudah bergumu* di atas ranjang hotel kami. Dia menahan tubuh nya di atas tubuh ku, bergerak pelan. Kali ini kami berdua terbuai oleh kenikmatan yang kami ciptakan sendiri. Tak butuh lama kami saling menggapai apa yang kami cari. Tak butuh lama tubuh kami mengejar karena di dorong pelepasan yang sangat nikmat di puncak gaira* kami yang kami sangat rindukan selama satu bulan ini.

__ADS_1


" Hubby..." Nafas kami masih sama sama memburu karena pergulatan singkat, meskipun singkat tapi setidaknya kami bisa melepaskan apa yang selama ini di pendam.


" Jangan bangunkan aku jika ini mimpi sayang..." Suami ku mengira ini mimpi, mungkin bagi nya melihat aku bangkit lagi adalah hal yang menyenangkan, jika ini mimpi dia tak ingin bangun dari mimpi indah nya..


" Ini bukan mimpi Hubby, ini nyata..." Aku memandangi wajah nya ketika dia berbaring di samping ku dengan mata kami bertatapan. Aku menyentuh rahangnya, mengelus nya dengan lembut. " Kenapa tak kau cukur bulu bulu ini hubby?" Aku menatap nya dan aku rasa suami ku makin kurus, rambut nya yang sedikit panjang, bulu bulu di rahang nya juga ada kali ini.


" Kau tak menyuruh ku, bahkan aku tak peduli dengan penampilan ku sayang, aku hanya peduli dengan mu..." Perasaan bersalah hinggap di hati ku, mungkin benar apa yang di katakan Neni bahwa jika aku tak segera bangkit suami ku akan cepat berpaling dari ku.


" Maafkan aku hubby, aku akan menganti nya..." Aku akan menganti satu bulan ini dengan lebih memperhatikan nya, harus nya dia bisa pergi ke pelukan wanita lain tapi seperti nya dia tak melakukan nya, karena aku merasakan dia tak pernah melakukan pelepasan dari cara kami bercinta dia sangat lama tak melakukan nya hingga membuat nya dengan cepat mengeluarkan nya.


" Aku akan mencoba berdamai dengan takdir ku Hubby, aku akan bangkit dari rasa ini. Aku terpuruk pun tak membuat anak kita hidup kembali..." Kali ini aku menyadari meskipun aku berusaha bagaimana pun atau aku menyiksa diri ku sendiri seperti apa, tak akan membuat anak ku yang meninggal hidup kembali.


" Sayang apa kepala mu terbentur semalam di diskotik?" Aku rasa suami ku tak percaya dengan apa yang aku katakan, karena baru semalam aku masih menanggis anak ku, meringkuk di dalam pelukan nya menanggis menyalahkan takdir yang tak ingin aku bahagia.

__ADS_1


" Tidak hubby, ada seseorang yang mengatakan kepada ku tentang semua nya dan perkataan nya benar, dan aku harus bangkit dari ini..." Aku yakin apa yang di katakan Neni tadi tak ada maksud lain, tapi hanya untuk membuka pikiran ku, dan aku baru sadar bahwa suami ku tak aku urus, aku terlalu sibuk dengan rasa sakit ku sendiri.


" Jangan bilang kau bertemu seseorang di sana yang mengubah mu seperti ini..." Suami ku ini adalah laki laki pencemburu nomer satu tapi kecemburuan nya ini membuat ku merasa sangat di cintai oleh nya.


" Neni yang mengatakan semua nya, aku baru sadar bahwa apa yang di katakan Neni benar ada nya, aku di sini dengan mu karena aku tak sanggup jika aku harus kehilangan mu juga. Mungkin benar kata mu bahwa Tuhan sudah menentukan jalan untuk kita yang lebih indah lagi..." Aku menyakinkan diri ku bahwa rencana Tuhan akan selalu indah, setelah hujan pasti akan ada pelangi yang menyambut nya.


" Neni asisten kita?" Nampaknya dia tak percaya dengan apa yang aku katakan, bahwa orang yang membuat ku bangkit adalah seseorang asisten, tapi meskipun dia seorang asisten semua ucapnya membuat mu bangkit dari keterpurukan ini.


" Karena dia wanita dan aku wanita jadi apa yang dia sampaikan mengenai hati ku, dan membuka pikiran ku bahwa aku harus bangkit dari ini..." Aku sedang menyusup ke pelukan nya, menyembunyikan wajah ku di dada nya, dan dia juga memeluk ku juga dengan sangat erat.


Aku memandangi wajah nya. " Hubby mau kamu membuka lembaran baru dengan ku, melupakan masa lalu kemarin, meninggalkan nya di sana, dan maju menggapai kebahagian kita..." Aku tak tahu apa aku akan sanggup untuk meninggalkan semua nya tapi aku berusaha, demi rumah tangga ku.


" Aku bahagia sangat bahagia melihat mu berusaha bangkit dari keterpurukan ini sayang. Apapun yang di katakan Neni aku harus berterima kasih..." Mungkin benar bahwa saat ini rumah tangga kami sedang di uji dengan Tuhan mengambil anak kami. Tapi tak adil jika hanya suami ku yang berjuang bangkit sedangkan aku putus asa untuk berdiri. Tapi mulai hari ini aku akan bangkit dari rasa hancur ini, menggapai kebahagian kami lagi dengan saling bergandengan tangan, menikmati masa masa suami istri yang sah di mata hukum.

__ADS_1


" Sayang maafkan mama, bukan nya mama melupakan mu, tapi ini mama lakukan demi kebaikan mama dan papa. Percayalah mama dan papa selalu mengingat mu dan meletakan di hati kami..." Aku memejamkan mata, meneteskan air mata ketika harus mengambil keputusan ini.


Ini terakhir kali nya aku menangisi, mulai besok aku akan mengingat nama nya dengan senyuman, aku akan membawa nama putri ku di hati ku, akan akan memperkenalkan dia sebagai kakak ketika anak anak ku lahir suatu saat ini.


__ADS_2