
Ara yang masih memikirkan semua yang dikatakan jonathan, ia tak ingin berkomitmen apapun, ia tak ingin membuka lembaran baru, ia juga tak ingin memiliki hubungan yang serius dengan lawan jenisnya. Tapi tawaran jonathan tak bisa seterusnya dihindarinya.
Ia masih ingin menimang, memikirkan semua resiko apa yang akan dijalani ketika keputusan sebenarnya ada ditangannya.
" sayang aku beberapa hari harus ke negara C, apa kamu mau ikut aku kesana.." sebuah tawaran yang jonathan katakan.
" apa harus naik pesawat?" Jawab ara dengan tetap makan yang ada di piring nya.
" tentu saja kita harus naik pesawat sayang. Negara yang kita tujuh jauh."
" paspor ku harus diperpanjang?" Jawab ara dengan sedikit gugup.
" hans akan mengurus nya untuk mu."
" itu memakan waktu sayang, sebaiknya kamu berangkat sendiri saja."
" apa kamu lupa siapa calon suamimu ini sayang.." nada sombong terdengar dari bibir laki laki yang kini menyesap air putih.
" kau selalu memanfaatkan kekuasaan mu sayang.." jawab ara dengan malas.
Jonathan hanya tersenyum mendengar ocehan dari wanitanya. " bagaimana apa kita akan pergi.." jo bertanya satu kali lagi, memastikan bahwa wanitanya akan ikut dengan dirinya.
" jo sebenarnya, aku selalu mabuk kendaraan jika naik pesawat, maksudku perut ku selalu ingin mual jika naik pesawat.." ara akhirnya mengakui bahwa dirinya memang tak bisa naik pesawat.
Jonatha yang tertawa keras ketika wanitanya mengatakan hal konyol yang tak biasa dia dengar dari orang lain. Tawanya jonathan tatapan tajam dari sang wanita nya. Suara jonathan seakan menggema di setiap sudut ruang makan tersebut.
" apa yang kau tertawakan jo.." ara mulai menaikan nada suara nya ketika laki lakinya tak menghentikan suara tawanya.
" kamu wanita tahun berapa ara?, naik pesawat saja kamu mabuk.." jonathan masih saja menganggap hal ini lucu, padahal wajah ara sudah tak bisa diajak kompromi. " astaga, ternyata di tahun sekarang masih ada wanita yang tak bisa naik pesawat.." sambungnya lagi.
Ara semakin kesal karna jonathan tak ada hentinya menertawakan dirinya. Ara meletakkan sendok serta garbunya sedikit keras, Hingga membuat laki laki di sebelahnya menghentikan tawanya.
" kamu mau kemana?" Jonathan mencekal tangan ara yang hendak berjalan meninggalkan meja makan besar tersebut.
" tertawalah sepuasmu.." jawan ara dengan ketus dan mengibaskan cekalan tangan jonathan dengan kasar.
__ADS_1
Jonathan hanya menelan ludahnya dengan kasar ketika menyadari bahwa wanita sedang marah lagi saat ini. Jonathan yang mengejar langkah wanitanya hingga ia tiba di kamar mereka berdua.
" sayang jangan marah, aku minta maaf.." jonathan memeluk tubuh mungil wanitanya dengan erat dari arah belakang.
" hmm.." jawab ara singkat.
" jangan marah please, kamu bisa minta apapun asal jangan marah lagi pada ku.." tawaran yang dikatakan jonathan membuat wanita yang sedang cemberut kini tersenyum tipis di bibirnya yang berwarna merah muda.
" kau sungguh akan mengabulkan nya?"
" apa aku pernah mengingkari janji padamu sayang?"
Ara semakin menampakkan deretan gigi putihnya. Ia melepaskan tangan kekar laki laki yang dari tadi memeluknya dari belakang. Ara membalik tubuhnya dengan senyum yang tak luntur di bibirnya.
" aku ingin menginap oklahoma."
" oklahoma?, bukankah itu panti asuhan yang kau sebut kemarin?"
" iya.." jawab ara dengan penuh semangat.
Jonathan mengerutkan keningnya tak mengerti dengan wanitanya. " kamu tak ingin belanja?"
" ke negara yang ingin kau kunjungi misalnya nya?" Lagi lagi ara hanya menggeleng, menandakan ia lebih memilih tempat pertama yang ia ingin kunjungi.
" aku hanya ingin kesana jonathan, please.." mata ara memperlihatkan mata people easy.
Jonathan hanya mengerutkan keningnya tak mengerti kenapa wanita ini malah ingin pergi kesana bukan nya berbelanja adalah hal yang menyenangkan bagi setiap wanitanya.
" sayang please. Hanya saat kamu tak ada di rumah, aku akan pulang disaat kamu pulang.." ara memohon agar ia bisa pergi kesana.
Jonathan masih menatap lekat ke wajah wanitanya yang meminta ingin pergi ke tempat ia dibesarkan.
" apa ada masalah di sana, hingga kamu ingin menginap disana selama aku tak ada?" Jonathan yang bersuara lembut tapi masih terdengar dingin.
" tidak, hanya saja-" perkataan ara menggantung dengan menunduk.
__ADS_1
" hanya saja?" Jonathan mengulangi kata kata wanita nya yang menggantung. " berikan aku alasan yang masuk akal, agar aku mengijinkan mu kesana.." sambungnya lagi dengan menyilangkan tangannya di dada.
Ara menutup mata nya sebentar, menggigit pelan bibir bawahnya sebelum ia menjawab pertanyaan dari kekasihnya. " aku hanya ingin mengatakan semua nya pada ibu sofi, aku hanya ingin minta saran, aku hanya butuh seseorang yang aku anggap sebagai ibu ku, aku harus mendengarkan nasehat nya, aku harus mendengarkan saran nya untuk diriku.." ara menjawab nya dengan menatap ke arah laki laki yang masih menatap datar dirinya.
" apa yang aku katakan ingin menikahimu menjadi beban tersendiri sayang.." jonathan menangkup kedua pipi wanitanya.
Ara membuang nafas nya dengan kasar. " iya, karna sebenarnya aku tak ingin lagi memiliki ikatan apapun dengan siapapun jo, menjadikanmu kekasih pun aku harus membentengi hati ku agar tak luluh dengan mu.." jawab ara dengan suara pelan. " jika aku wanita lain mungkin aku bakal bahagia dilamar oleh laki laki yang sempurna seperti dirimu, tapi kita berbeda kau tau itu.." sambungnya lagi.
" kenapa kamu selalu merendahkan mu, kenapa kamu selalu membandingkan dirimu dan aku?"
" banyak hal yang harus kamu pertimbangkan sayang."
" misalnya?"
" kamu akan malu jika semua orang tau bahwa aku bekas wanita malam, semua orang akan mencemooh mu ketika semua orang tahu bahwa aku hanya janda yang dibuang oleh mantan suaminya dan aku hanya anak yatim piatu yang dibuang oleh keluarga, tak ada yang menginginkan diriku jonathan, kamu harus memikirkan dirimu dan kekuasan mu.." ara mengatakan apa saja yang ada di otaknya selama ini.
" kenapa kau memikirkan orang lain ara, kehormatan ku dan kekuasan ku tak penting, kaulah yang terpenting saat ini sayang, hanya kau hidup ku, aku ingin kita menikah ara.." joanthan lagi lagi menyakinkan wanitanya.
" aku haya butuh memikirkan nya sayang, aku butuh seseorang yang bisa mengerti dengan kondisiku dan itu hanya ibu sofi."
" baiklah kamu bisa kesana, tapi dengan satu syarat."
" katakan sayang, apapun syarat nya akan ku lakukan..." suara ara yang sudah terdengar begitu bahagia.
" akan ada beberapa penjaga yang menjaga kamu di sana.." Ara yang mendengarnya segera melotot ke arah jonathan. " jangan membantah atau tidak sama sekali.." ancaman jonathan membuat ara tak jadi protes.
" terserah kamu saja yang penting aku bisa kesana.." ara akhirnya menyetujui syarat yang diberikan oleh kekasihnya.
Ara beringsut mundur ketika mata jonathan seakan menelanjangi tubuhnya, ara tahu apa yang akan terjadi jika ia meminta sesuatu pada kekasihnya dan pasti akan ada imbalan yang lain.
_______
hai selamat pagi, selamat hari jumat.
jumat barokah.
jangan lupa tinggalkan jejak kalian, like komen dan jadikan favorit ya gaes.
__ADS_1
kasih vote juga ga pa pa kok
makasih