
Keringat dingin itu kini menetes dari dahi nya, ruangan yang dingin menjadi ruangan yang panas karena tatapan dan perkataan dari bos nya itu. Jenni berusaha menenangkan dirinya tapi nyatanya sangat sulit dia lakukan. Jika bukan kata Steve kemarin mungkin saat ini dia akan mengakui siapa dirinya.
" Penyusup?" Jenni mengulangi kata kata itu dengan gugup.
" Hmm.. aku tak suka dengan kata kata penyusup atau pengkhianat. Aku tak akan mentoleransi itu semua. Aku bisa saja menghukumnya dengan cara ku, tapi aku tak ingin mengotori tangan ku..." Lagi lagi Jenni di buat gugup ketika bos nya itu mengatakan semua itu.
" Siapa yang menyusup di sini tuan?" Jenni menyentuh tengkuk nya yang terasa merinding itu.
" Entahlah tapi aku segera menemukan nya..." Senyum tipis itu membuat semua orang semakin takut dengan laki laki gondrong itu.
" Saya akan membantu untuk menemukan penyusup itu..." Jenni kini harus menelan kata kata nya sendiri. Dialah penyusup itu tapi itu semua karena tugas tugas nya, dia hanya mencari tahu semuanya bukan untuk mencuri dokumen dokumen yang ada di sana.
" Kenapa kau jadi berkeringat?, apa ruangan di sini panas?, aku rasa ruangan di sini sangat dingin. Jika kau tak suka dengan ruangan ini aku bisa memindahkan mu di sebelah ruangan Steve..." Jenni menggeleng dengan cepat dia tak ingin semua ini menjadi ribet.
" Tidak tuan Zac ruangan ini saja sudah cukup untuk ku..." Jawab dengan segera.
Zac kini berdiri dengan mengembangkan senyuman tipis nya itu, tangan nya kini berada di saku celananya mata elang nya kini menatap Jenni dengan tatapan mencari sesuatu di sana.
" Baiklah aku pergi dulu kalau begitu. Selamat bekerja dan satu lagi...." Zac menghentikan ucapannya. " Jangan pikirkan tentang penyusup itu, aku akan cepat mengetahui siapa orang itu..." Sambungnya lagi dengan sungguh sungguh dan kemudian melangkah keluar dari ruangan itu.
__ADS_1
Jenni yang merasa lemas kini ambruk di kursi nya itu. Jenni memengang dada nya yang terasa berdetak lebih cepat. Getaran pada tubuhnya sangat terasa hebat, tatapan bos nya tadi seakan mengintimidasi dirinya dan kata kata penyusup tadi seakan di arahkan tepat untuk dirinya.
" Apa yang harus aku lakukan sekarang?" Katanya dengan mondar mandir di ruangan yang terasa panas itu. " Steve aku harus mengatakan pada Steve ini semua..." Katanya lagi dengan mengambil ponsel nya.
Sedangkan di ruangan lain Steve tetap bersikap tenang meskipun dirinya sangat sulit untuk tenang. Dia tahu bahwa bos nya itu mencurigai dirinya menyembunyikan sesuatu tapi dia belum sanggup untuk menceritakan semua nya, dia juga tak ingin percintaan nya kandas begitu saja. Baru saja asmara itu di rajut tapi kini terancam kandas karena wanita yang dia cintai adalah wanita dari agen rahasia.
Ceklek!! suara pintu terbuka membuat matanya langsung menatap kearah pintu itu. Steve tak bisa menutupi kegugupan nya ketika melihat bos nya yang berdiri di ambang pintu ruangannya itu.
" Bos silahkan masuk..." Steve langsung berdiri dan menyambut bos nya untuk segera masuk.
Zac yang tadi hanya berdiri kini mulai melangkahkan kaki nya masuk ke dalam ruangan itu. Zac kini berjalan jalan di ruangan Steve, kakinya menuju ke arah meja besar itu, tangan nya menyentuh meja itu dengan kaki nya yang terus berputar berjalan di sana. Steve tahu bahwa bos nya itu sedang ingin mengatakan sesuatu tapi dia tak akan bertanya apa apa selain dirinya yang membuka suara.
Zac yang mendengar pertanyaan asisten nya itu kini menghentikan kaki nya dan malah menatap kearah asisten nya itu dengan tatapan tajam nya.
" Kau masih bertanya ada apa?, aku rasa kau sudah tahu maksud ku datang kemari?" Zac kini duduk di kursi yang biasa di tempati oleh Steve. Sedangkan Steve kini berdiri tak jauh dari nya.
" Bos saya akan mencari orang yang ingin bermain main dengan kita, aku akan membawa nya di depan anda..." Steve harus berbohong tentu saja, dia harus meminta persetujuan wanita nya untuk mengungkap siapa wanita itu.
" Kenapa harus kau cari lagi, jika kau sudah menemukan siapa yang aku maksud itu?" Steve di buat tak bisa menjawab perkataan bos nya. Apa yang dia pikirkan benar bawa bos nya itu pasti tahu apa yang dia sembunyikan.
__ADS_1
" Bos saya akan menceritakan semuanya tapi biarkan ini masih berada di urusan saya. Nanti jika semuanya sudah jelas saya akan mengatakan pada anda semua nya..." Akhirnya asisten itu mengatakan bahwa dirinya sudah mengetahui semuanya.
" Jadi benar dugaan ku, kau menyembunyikan sesuatu dari ku?"
" Bos saya menyembunyikan karena saya ingin semuanya jelas dulu. Jika semuanya jelas saya akan katakan pada anda. Dan saya akan membawa orang itu di depan anda. Saya janji itu..." Steve berucap sungguh sungguh.
Zac kini menatap kearah asisten nya yang selalu tegas dan berucap sungguh sungguh. Zac hanya menghela nafas nya dia tak akan bisa berbuat apa apa jika sang asisten masih ingin menyelidiki ini sendiri. Tapi setidaknya dia lega karena asisten sudah menyelidiki dari ini semua.
" Steve kau lebih mengenal aku di banding staf yang lain. Kau tahu aku tak suka dengan kata kata pengkhianat di dalam lingkaran aku. Jadi kau tahu mana yang baik untuk kita dan mana yang buruk untuk kita..." Zac kini berkata dengan menekan kata kata nya dia ingin memperingatkan laki laki itu.
" Kau tahu hukuman apa yang selalu aku berikan pada orang orang yang ingin bermain main dengan ku. Tanpa bantuan mu pun aku masih bisa mencari orang dalam yang mencoba bermain dengan ku. Jadi kau yang bisa putuskan kapan kau akan mengatakan semua nya pada. Atau kau menunggu aku yang membongkar sendiri siapa orang dalam yang ingin menguji kekuasan ku..." Zac berucap dengan suara dingin nya. Dia tahu bahwa asisten nya itu tahu siapa yang menguji nya saat ini dan Zac tahu bahwa Steve kini sedikit melindungi orang itu.
" Saya tahu bos, saya akan segera mengatakan pada anda. Tapi beri saya waktu, saya akan segera mengatakan pada anda..." Tak ada jalan lain selain mengakui bawa dirinya sudah tahu siapa yang ada di dalam sana yang ingin bermain main dengan mereka.
Zac kini berdiri dengan segera berjalan menghampiri asisten nya itu yang tertunduk ketika dirinya berjalan mendekat.
" Kau yang putuskan, aku yang menyeret orang itu atau kau yang membawa nya datang kepada dengan suka rela menyerahkan semua nya pada ku..." Zac menepuk bahu laki laki itu dan kemudian pergi meninggalkan Steve yang diam bagaikan patung tak berdaya.
Zac hanya menatap sekilas asisten nya itu, dia kecewa karena asisten nya kini mulai bermain menyembunyikan sesuatu dari nya.
__ADS_1