Wanita Nakal

Wanita Nakal
Wanita Nakal Season2_ Pergi


__ADS_3

Alex yang merasa kelelahan dalam satu hari kemarin, tak mudah terbangun dari tidur nya. Siang ini dia terbangun, rasa lelahnya membuat nya tidur dengan rasa nyenyak. Mata Alex mengedarkan pandangan nya, mencari sosok wanita yang membuat nya kelelahan dalam sehari kemarin. Alex memijat pelipis nya karena rasa kantuk nya masih menyeruak di kedua mata nya.


" Honey.." Alex memanggil Cla dengan suara khas bagun tidur, dan kembali memejamkan mata nya. " Honey apa kau di dalam kamar mandi?" Teriak nya lagi.


" Honey.." Panggil nya lagi tapi tetap tak ada suara wanita yang dia panggil.


Alex akhir nya kembali membuka mata nya karena tak mendengar suara wanita nya meskipun dia sudah berteriak pelan memanggil nya. Alex bangun, melangkahkan kaki nya menuju kamar mandi, tapi tak ada orang di sana, Alex membuka jendela besar yang langsung mengarah ke arah pantai, tapi juga tak ada di sana.


Alex menghubungi nya tapi nomer ponsel nya tak bisa di hubungi, Alex dengan susah payah nya menahan rasa kantuk nya yang berlebihan.


" Apa Cla sedang jalan jalan?" Batin nya memijat kening nya.


Alex masuk kedalam kamar mandi, segera membersihkan diri dan akan mencari wanita nya. Setelah selesai menyelesaikan urusan mandi nya, berganti baju dan mengambil jam tangan yang berada di atas meja, Alex mengerutkan kening nya ketika sebuah lembaran dengan tulisan tangan di bawah jam tangan milik nya.


*Ho**ney selamat pagi, aku harap tidur mu tak terganggu malam tadi. Mungkin jika kamu membaca surat ini aku sudah pergi. Aku harus pergi Alex, bukan karena aku tak mencintai mu tapi takdir dan keadaan yang harus memisahkan kita. Aku semalam berfikir keras bahwa kita tak bisa bersama. Carilah wanita yang lebih baik dari ku, dapatkan wanita yang mencintai mu dengan tulus. Maafkan aku yang membatalkan rencana pernikahan kita secara sepihak, kau boleh membenci ku tapi tak masalah bagi ku, aku hanya tak ingin semua nya menjadi sulit. Terima kasih sudah memberi ku kesempatan merasakan kasih sayang dari sosok seorang ibu, terima kasih sudah mencintai ku dengan tulus. Sekali lagi maafkan aku Alex, aku mohon jangan berusaha cari aku. Berbahagia lah tanpa ada aku atau tidak.


Clarissa*



Alex meremas kertas yang dia baca, wajah nya memerah, emosi nya mendidih ketika membaca surat yang di tinggalkan Cla. " Kau menerima lamaran ku untuk kedua kali nya, seakan kau memuja ku, lalu kau membanting ku di tanah.." Alex menahan rasa marah nya. " Jika tidak terjadi apa apa ini tidak mungkin terjadi, Cla tak mungkin meninggalkan aku tanpa alasan.." Alex melangkah lebih cepat, masuk kedalam mobil, mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi.


Di kamar lain Aneth menghubungi calon menantu nya dari tadi pagi nomer nya sudah tak aktif lagi.


" Aku harap kalian masih tidur.." Aneth menarik tas kecil nya, keluar kamar dengan terburu buru, menghubungi putra nya dengan menuruni anak tangga, tapi juga tak mendapatkan jawaban.

__ADS_1


Aneth yang mau masuk ke dalam mobil nya tanpa sengaja melihat mobil putra nya yang masuk kedalam halaman rumah.


" Ibu Cla pergi.. dia pergi meninggalkan aku.. sebenarnya apa yang terjadi kenapa dia tiba tiba pergi.." Dia bergetar, kaki nya lemas, dia limbung Alex dengan segera menangkap tubuh ibu nya.


" Bu katakan sesuatu, apa yang terjadi, kenapa dia tiba tiba pergi meninggalkan aku, dia menerima lamaran ku yang kedua tapi kemudian dia pergi secara tiba tiba, jika tak terjadi apa apa tak mungkin dia pergi. Katakan jika ibu tahu sesuatu agar aku bisa memperbaiki semua nya."


" Alex ibu tak tahu apapun tentang kepergian Cla.." Alex yakin jika ibu nya berbohong, tapi ibu nya tak mau mengatakan apapun kepada nya.


" Alex bawah dia ke sini, temukan dia lagi, aku ingin dia menjadi menantu ibu, aku tak ingin dia menjadi menantu orang lain.." Aneth menyesal, dari semalam dia berfikir keras, di saat dia sudah menerima masa lalu calon menantu nya tapi Clarissa sudah pergi sebelum dia berkata untuk bertahan.


" Pergilah Alex, bawah dia kembali, ibu tak apa.." Alex menatap ibu nya sebentar sebelum dia pergi untuk mencari wanita nya.



Alex dengan segera memesan tiket untuk terbang ke negara di tempat wanita nya tinggal, Alex mondar mandir karena pesawat nya baru terbang nanti malam.


" Sayang jangan menanggis terus, dari semalam kau sudah menanggis.." Sang ayah membelai rambut putri nya.


" Ayah aku merindukan Alex dan aku merasa bersalah pada nya. Tapi aku juga tak bisa berbuat apa apa untuk mempertahankan hubungan ini.." Isak tangis nya sungguh menyayat hati ayah nya.


" Hubungi dia dan ceritakan semua nya, ayah yakin dia akan memperjuangkan mu nak."


" Tidak, aku tak ingin menghubungi nya dia ayah, sama saja aku mengadu dia dengan ibu nya."


" Jika keputusan mu untuk meninggalkan nya adalah yang terbaik, maka jangan menanggis, jika kau sudah siap pergi dari nya maka relakan ini semua, jangan kau tambah menyiksa dirimu sendiri."

__ADS_1


" Aku hanya belum siap menerima jika aku dan Alex harus berpisah seperti ini."


" Anggap saja dia bukan jodoh mu nak, jika kalian berjodoh tuhan akan mempertemukan kalian lagi, tuhan akan menyatukan kalian lagi dengan cara nya yang tak terduga. Meskipun ibu nya tak merestui hubungan kalian, tapi jika tuhan sudah menuliskan kalian berjodoh sang ibu tak bisa berbuat apa apa nak.." Sang ayah memberikan semangat untuk putri nya agar putri nya menerima takdir nya untuk saat ini.


" Apa akan ada yang mau dengan ku yah, apa akan ada mertua yang mau menerima ku tanpa melihat masa lalu ku.." Air mata nya terus merembes membasahi pipi nya.


" Tuhan menciptakan manusia berpasangan sayang, jangan pernah berkecil hati. Percayakan kepada tuhan semua nya sudah tertulis di sana. Kita tak pernah tahu apa yang terjadi di depan sana nak.." Sang ayah tetap memberikan semangat kepada putri nya, agat putri nya tetap semangat menjalani hidup.


" Jika dia datang kemari mencari ku, ayah tahu kan apa yang harus ayah katakan?"


" Ayah tahu nak."


" Berjanjilah untuk tidak menyentuh nya yah.." Sang ayah hanya tersenyum dan tak menjawab apa yang di katakan putri nya.



Kenapa harus bertemu jika harus di pisahkan seperti ini. Pertemuan yang menyenangkan harus tercoreng dengan perpisahan yang menyakitkan. Melupakan adalah hal yang susah dan sulit, tapi semua yang terjadi adalah proses untuk menjadikan kita lebih baik.


Kita tak pernah tahu apa yang terjadi di depan, kita tak pernah tahu apa yang akan menghadang kita di depan sana, kita juga tak tahu apa yang di takdir kan untuk kita.


Like dan komen dulu yu, satu bab dulu ya 🤭


Vote dan hadiah sudah mulai masuk ya sayang 🤗


Imajinasi liar nya berhenti dulu ya 🤣 kalian sudah praktek belum 😁 komen yuk 🤭🤭

__ADS_1


Vote dan kopi serta bunga juga boleh kok 🤭


Makasih mak 😘


__ADS_2