
Tap!! Tap!! Tap!! Tap!! suara sepatu yang berlari kencang menimbulkan bunyi yang begitu nyaring ketika di ruangan gelap dan sunyi itu.
Nafasnya terdengar memburu, kepala nya sesekali melihat kebelakang perasaan nya menjadi tak tenang ketika dia merasa ada suara langkah yang sedari tadi mengikutinya.
Orang itu kini berjalan cepat mengikuti langkah orang yang tengah berlari dengan deru nafas yang tak menentu serta hati dan pikirannya ketakutan bukan main.
Dia berbelok entah kemana langkah kakinya malah berbelok ke jalan yang tak bisa di tembus lagi. Matanya melotot ketika dia tau tak ada jalan yang bisa dia lewati.
" Sial..." Katanya dengan rasa menyesal telah masuk ke dalam jalan buntu.
" Argh... hmmm...." Mulutnya yang ingin berteriak kini malah di bungkam oleh seorang yang tadi menariknya untuk bersembunyi ke balik tembok yang tinggi.
Matanya melotot ketika melihat siapa yang tengah menyembunyikannya. Jaraknya yang sangat mendekat membuat kedua orang itu dapat melihat jelas wayah mereka.
" Jangan berteriak..." Ucapnya setengah berbisik, orang itu hanya bisa mengangguk pelan menyetujui apa yang di katakan oleh orang yang telah membungkamnya dengan tangan besar.
" Di mana dia? sial! aku kehilangan jejaknya..." Suara berat dari laki laki yang ada di sana kini membuat orang itu takut.
" Tapi sepertinya wanita tadi berbelok ke arah sini, dan ini adalah jalan buntu! aku rasa dia bersembunyi di sekitar sini..." Senyumnya penuh dengan keyakinan.
Orang yang tadi mengejarnya kini yakin bahwa orang yang tengah di kejar dari tadi bersembunyi di sekitar jalan buntu tersebut.
Tap!! Tap!! langkah kaki nya yang mendekat membuat wanita itu kini malah menyembunyikan wajahnya di dada bidang laki laki yang menolong nya. Sedangkan laki laki itu semakin memeluknya.
Dia merasakan tubuh wanita itu bergetar hebat, rasa takut menyelimutinya hingga membuatnya bergetar hebat seperti saat ini.
Mata laki laki itu menatap ke arah samping berjaga jaga jika orang itu telah melihat mereka. Nafasnya memburu ketakutan dapat di rasakan si penolong tersebut.
__ADS_1
" Keluarlah sayang kenapa harus bersembunyi, aku tau kau ada di sini. Aku tak akan melukai mu, aku hanya ingin bicara dengan mu..." Katanya dengan lembut tapi ada makna yang tersimpan di kalimatnya.
Wanita itu yang berada di pelukan sang penolong kini menatap ke arah orang yang menolongnya, mencoba mendengar baik baik siapa yang bicara.
" Aku tak akan macam macam dengan mu, aku hanya ingin menghibur mu. Aku tau kau saat ini sedang berduka dalam kepergian adik mu jadi aku datang untuk menghibur mu..." Katanya lagi dengan berjalan.
" Kau ada-..." Bruak!! orang itu kini merasa kecewa ketika apa yang dia duga ternyata salah.
Wanita yang dia cari ternyata tak ada di tempat yang saat itu dia berantakan. Ada sebuah meja besar di sana dia kira wanita itu sembunyi di sana tapi nyatanya tak ada siapa siapa di sana.
" Ayolah sayang keluar, jangan main petak umpat dengan ku, apa kamu tak lelah bermain petak umpat selama ini dengan ku."
Deg!! jantungnya kini semakin yakin siapa laki laki yang tengah mengejarnya saat ini. Keringat dingin kini terus membasahi dahi wanita itu. Tubuhnya semakin gemetar tak karuan, kaki nya lemas jika saja dia tak di peluk mungkin akan menimbulkan suara yang dapat memancing orang itu keluar.
Orang yang menolongnya kini langsung menatap ke arah wanita itu ketika dia merasakan ada perubahan pada tubuh wanita itu. Mata nya seakan mengisyaratkan pertanyaan wanita itu hanya bisa menatapnya dengan memohon.
Kenapa dia kembali setelah sekian lama dia tak pernah datang lagi. Wanita itu membatin dengan rasa cemasnya*.
" Sarah ayo keluar, kau tak akan lolos dari jalan buntu ini. Percuma jika kamu bersembunyi aku pasti akan menemukan mu di sini..." Tawanya yang begitu menakutkan nya.
Wanita yang saat ini tengah ketakutan adalah Sarah, wanita yang memiliki masa lalu buruk dengan orang yang saat ini tengah mengejarnya. Sarah menatap orang yang mendekapnya dengan penuh permohonan dia memohon untuk melindunginya.
Orang yang menolong nya hanya mengedipkan matanya memberikan kata kata seakan agar dia percaya dengan apa yang akan dia lakukan.
Tap!! Tap!! Tap!! langkahnya semakin mendekat dan itu sungguh membuat kedua orang yang bersembunyi itu ketakutan bukan main.
" Ah kau bersembunyi di balik dinding itu rupanya sayang, aku menemukan mu sekarang dan kau tak akan bisa lari lagi dari ku."
__ADS_1
Sial. Batin sang penolong ketika tempat persembunyian nya di ketahui oleh orang tersebut.
Orang itu kini menggeser Sarah kebelakang menyembunyikan nya di balik punggung nya. Sarah hanya bisa mengikuti apa kata orang itu. Langkah kaki orang itu kini semakin dekat membuat orang yang menolong nya kini semakin siap dengan pertahannya.
Bugh!! tendangan tepat mengenai wajah orang yang mengetahui tempat persembunyian itu. Orang itu kini langsung mundur dengan hampir tersungkur di tanah.
Sang penolong kini berlari maju memukulnya lagi mengenai dagu nya hingga orang itu benar benar tersungkur di tanah. Dia menyentuh wajah nya yang terasa panas dan sakit. Mulut dan hidung nya kini mengeluarkan darah segar.
Bug!! pukulan tepat langsung mengenai hidungnya kembali membuatnya semakin mengeluarkan darah. Sang penolong kini akhirnya berlari ketempat dia bersembunyi tadi, menarik tangan Sarah untuk mengajaknya berlari.
Sarah mengikuti langkah orang yang menolong nya kini berlari melewati orang yang saat ini menyentuh wajahnya yang terasa amat sakit.
" Argh..." Kaki Sarah kini di tahan oleh orang itu. Orang yang sudah babak belur itu kini segera bangkit ketika melihat wanita yang dia kejar tadi ingin lari.
Laki laki yang menolong tadi kini berbalik menghajar kembali orang yang tengah menahan kaki Sarah dengan tangan nya.
Bug!! Bug!! Bug!! tendangan demi tendangan kini di berikan nya lagi tepat mengenai perut orang itu membuatnya melepaskan tangan nya. Laki laki yang menolongnya kini menginjak telapak tangan orang itu dengan kuat.
" Arghh....." Teriaknya begitu kencang.
Yang menginjak pun tak peduli dengan suara teriakan itu, dia semakin menginjak hingga memelintirnya dengan kencang hingga telapak tangan yang bersentuhan dengan tanah kini langsung mengeluarkan darah.
" Ayo pergi ku mohon..." Sarah yang memohon dengan bergetar kini membuat orang itu sadar bahwa ada wanita yang tengah ketakutan di belakangnya.
Orang itu menoleh ke arah nya seketika amarahnya kini redah. Kini mereka berdua kembali dengan sedikit berlari dengan tangan yang masih bergandengan tangan. Tangan mereka kini semakin erat bahkan tak ingin di lepas oleh kedua orang yang saat ini tengah berlari menjauhi tempat kejadian.
" Sarah awas kau...Arg..." Laki laki yang terkapar itu kini berteriak ketika menahan rasa sakit di wajah, tubuh serta telapak tangan nya.
__ADS_1