
Satu minggu sudah rumah tangga Alexander dan Clarissa berjalan bagaikan kedua insan yang baru merasakan cinta kembali, mereka melakukan hal hal gila tanpa memandang waktu dan tempat, ketika mereka ingin melakukan nya maka di mana pun tempat mereka melakukan nya.
Pagi tadi mereka melakukan nya di bawah guyuran air shower, desaha* dan geraman kini memenuhi kamar mandi tersebut. Kamar mereka dan kamar mandi menjadi pengap karena mereka setiap hari hanya mendesa* dan mengeram, melampiaskan cinta mereka yang benar benar indah, berpacaran setelah menikah mempunyai kenikmatan tersendiri.
" Hubby, aku mau ke perusahaan lagi, aku bosen di rumah..." Alex yang baru keluar dari kamar mandi sang istri langsung mengatakan apa yang dia inginkan.
" Sayang nanti kamu lelah..." Alex selalu memiliki cara untuk menunda istri nya berangkat ke kantor, ini sudah ketiga kali nya sang istri meminta ijin tapi Alex selalu membuat sang istri kelelahan dulu agar tak jadi berangkat.
" Nama nya juga bekerja pasti lelah Hubby..." Rengekannya. " Bergulat di atas ranjang saja juga lelah meskipun itu nikmat..." Sambung nya dengan tetap memajukan bibir nya cemberut.
" Kenapa larinya pembicaraan ini ke sana sayang..." Aku mengambil ahli handuk di tangan suami ku yang dari tadi dia mengeringkan rambut nya.
" Kan benar apa yang aku katakan Hubby?, kenikmatan saja harus kita gapai dengan rasa lelah..." Sang suami hanya menatap istri nya dari pantulan kaca. Alex berfikir sebentar, jika sang istri bekerja kembali sang istri tak merasa kesepian.
" Hubby aku ingin kembali ke perusahan, ini sudah sangat lama aku tak datang ke sana, aku bosan di rumah terus tak melakukan apapun."
" Tapi dengan satu syarat."
__ADS_1
" Katakan..." Cla sumringah bahagia.
" Tidak boleh bertemu sendiri dengan klien laki laki, harus ada yang menemani..." Cla menjatuhkan handuk nya ke lantai, duduk di pangkuan suami nya, menyusup ke pelukan suami nya adalah kebahagian.
" Terima kasih Hubby..." Alex membalas merengkuh pinggang istri. Cla menggapai bibir suami nya, membungkam kebahagian nya dengan sebuah ciuman. Pelukan suami nya yang erat membuat tubuh nya semakin menjadi dekat, rambut Alex yang basah karena dirinya baru selesai menyelesaikan mandi nya, aroma shampo dan sabun menyeruak ke indra penciuman Cla membuat menambah semangat menggapai apa yang mereka mau.
🌹🌹🌹
" Masih bos..." Jawab orang yang di percaya di sini, Antoni adalah laki laki yang seumuran dengan nya yang akan mengurus urusan dunia gelap nya.
" Bangun kan dia, aku ingin melihat reaksi obat itu, lepaskan ikatan nya."
Tangan laki laki itu memberi kode kepada salah satu orang yang berdiri di sana untuk melepaskan ikatan nya. Sengatan listrik itu membuat Chelsea dengan cepat terbangun dari pingsan nya.
" Kau ingin keluar dari sani bukan?, lari lah kami melepaskan mu..." Johan kini bicara dengan gaya nya yang tetap tenang.
__ADS_1
Chelsea yang mendengar ucapan nya segera ingin berdiri tapi kaki nya lemas tak memiliki tenaga, seakan otot otot nya mati, tulang tulang nya seakan lepas dari tubuhnya, semuanya tak bisa di gerakan , Chelsea terjatuh dari kursi nya karena mengerahkan kaki dan tangan nya dia tak bisa.
" Ayo lari, kenapa malah tidur di sini he?" Johan kini menghampiri Chelsea yang terjatuh dari kursi nya, berjongkok di sana dengan menatap nya dengan kilatan dendam.
" Kau sengaja melakukan ini, kau apakan tulang tulang ku ha..." Teriaknya dengan kencang.
" Aku tak melakukan apapun..." Johan menjawabnya dengan tetap tenang serta senyum mengejek. " Ayo cepat keluar sebelum aku berubah pikiran untuk melepaskan mu..." Johan tersenyum penuh kemenangan, obat itu ternyata berfungsi dengan sangat apik. Mereka membuat nya sendiri dan kebetulan ada wanita yang di sekap hingga dia harus menjadi bahan percobaan, dan obat itu bekerja sesuai harapan nya.
Chelsea dengan sekuat tenaga merangkak keluar tapi semuanya sia sia, karena dia tetap tak bisa bergerak dari tempat pertama dirinya terjatuh.
" Merangkak lah sekuat tenaga mu, aku ingin melihat seberapa kau mempunyai tekad untuk keluar dari sini..." Johan kembali duduk di mana tempat nya tadi, dia ingin menyaksikan wanita itu berusaha.
" Kau laki laki tua yang kejam yang pernah aku temui..." Teriaknya dengan sinis. " Aku bersumpah aku akan membalas mu jika aku bisa keluar dari sini..." Sambungnya dengan penuh pengancaman.
Johan yang di ancam hanya tertawa dengan penuh mengejek, tawa nya seakan menggelegar di ruangan tersebut. " Kau hanya tikus kecil tapi kau berani mengancam ku..." Johan menekan kata kata nya.
Plak, Plak, Plak " Auw.. auw.. auw..." Teriakan kesakitan Chelsea ketika sebuah cambuk memukul tubuh nya dengan kencang. " Ah.. ah..." Johan menarik rambut nya dengan kencang ketika sebuah cambukan itu selesai.
__ADS_1