Wanita Nakal

Wanita Nakal
Wanita Nakal Musim3_ Dugaan Yang Benar 4


__ADS_3

Albert kini menatap kearah wanita yang sedang menatap tajam kearah Jenni, bahkan semua orang tau bahwa tatapan itu adalah tatapan dendam serta kebencian yang mendalam. Dari matanya sudah sangat jelas bawa ada kemarahan di sana.


" Saya belum mengetahui keseluruhan kasus Nyonya Lu, meskipun saya sebenarnya sudah tahu dari media sosial yang saya baca..." Albert memang sudah mengetahui nya tapi Albert juga masih belum tahu secara rinci.


Hari ini adalah hari pertama tim nya bertemu dengan wanita itu. Albert juga belum tau secara rinci semua yang terjadi dengan suaminya itu.


" Anda yang mengatakan atau saya yang mengatakan Nyonya Lu, saya sangat senang menjelaskan kepada Tuan Albert kasus apa yang sedang dihadapi oleh suami anda, bahkan saya bisa menjadi saksi hidup dari pengacara anda sendiri..." Jenni kini meladeni wanita itu, dari tadi dia diam karena takut ada bos nya tapi kini tak ada bos nya bisa membuat wanita itu berbicara dengan lancar.


" Mari kita buka dari mana saya berbicara, agar calon pengacara anda ini tau, bahwa ada kasus yang sengaja tak di publikasi agar seluruh dunia tak ada yang tahu seperti apa suami anda itu..." Jenni menekan kata katanya itu.


" Ayolah Nyonya Lu, jangan diam saja. Dari tadi anda sangat ingin menyerang saya, sekarang anda malah diam saja. Kenapa anda takut. Jika saya mengatakan semuanya maka saya yakin calon pengacara ini tak akan ada yang mau membela suami anda..." Sambungannya dengan tersenyum penuh kemenangan ketika wanita itu tak berkutik. Dia hanya diam meskipun tatapan matanya itu sangat tajam kearahnya.


" Jika kau berani membuat ulah lagi, aku pastikan hidup mu tak tenang..." Ancamnya dengan menunjuk kearah Jenni.


" Lihatlah Tuan Albert dia mengancam saya, apa saya bisa mengajukan keluhan terhadap wanita ini. Saya tak memperlihatkan bukti karena anda sendiri bisa menjadi saksi karena dia mengancam saya..." Wanita itu di buat terdiam ketika Jenni malah selalu bisa menjawab semua yang dia katakan.


Semua orang yang ada di sana sudah terbiasa dengan perdebatan ini semua, perusahan yang mereka naungi adalah para pengacara handal jadi dapat di pastikan bahwa pertengkaran seperti itu biasa terjadi di sana.


" Jenni sudah hentikan..." Steve menghentikan wanita itu ketika malah menjadi meladeni ucapan wanita itu.


" Dia tak akan berhenti jika aku tak meladeni Tuan Steve, aku ingin melihat seberapa dia memiliki nyali untuk melawan ku..." Matanya menatap kearah wanita itu dengan sangat menantang, dia kini siap jika Albert akan mengetahui siapa wanita itu.


" Sebaiknya anda harus hati hati dengan nya Tuan, seperti yang saya katakan dia adalah ular berbisa yang siapa mengingat anda dan menyebarkan racun racun nya."

__ADS_1


" Anda ingin menguji saya Nyonya?, jika saya satu saja mengajukan keluhan anda akan bisa bertemu dengan suami anda, bahkan saya bisa mengatakan pada petugas nya untuk menyatukan kalian berdua."


" Tolong hentikan jangan buat keributan di sini, saya tidak ingin ada pertengkaran lagi..." Albert kini melerai kedua wanita itu yang sedari tadi tak ada hentinya berdebat.


Kenapa Nyonya Lu sangat membenci Jenni, ada apa di balik ini semua, atau jangan jangan kasus Tuan Lu ada hubungan nya dengan Jenni. Batin Albert dengan menebak dengan benar.


" Steve sebaiknya ajak dia kembali, kalian sudah di tunggu Tuan Zac bukan..." Albert kini langsung melerai kedua kubu yang sedang memanas itu.


" Nyonya Lu jika anda ingin bantuan aku maka katakan, aku dengan siap membuat drama kecil di pengadilan untuk menghukum suami mu itu..." Teriak Jenni ketika dirinya hampir di tarik oleh Steve.


" Sayang hentikan Albert akan mencurigai mu..." Bisiknya tepat di telinga Jenni.


Jenni hanya menatap kesal kearah Steve yang malah membawa nya pergi, padahal dia ingin memberikan wanita itu pelajaran agar tak sembarangan menuduhnya. Jenni kini menaik turunkan dada nya yang terasa kesal. Hari nya begitu hancur ketika bertemu dengan wanita itu.


" Aku hanya merasa kesal padanya, dia pikir aku siapa?, jika bukan karena aku menjalankan tugas mana mungkin aku memenjarakan seseorang. Dia pikir pekerjaan ku muda..." Ucapnya dengan nada tinggi.


Pekerjaan sebagai Agen CIA yang di tugaskan untuk mengamati setiap perusahan yang mencurigakan selalu membuat dirinya memiliki musuh banyak di tambah lagi dengan dirinya sendiri yang membongkar kejahatan mereka, Semua keluarga dari mereka yang tidak terima dengan dirinya pasti akan datang marah marah dan membuat ulah, itulah resiko yang harus dia ambil dalam setiap pekerjaan nya.


Sepertinya hal nya sekarang, dia ingin mencari tahu tentang semua aset aset Zac Kozan, dia ingin membongkar sindikat dari nya tapi dirinya sekarang terjerat oleh cinta nya sendiri yang tak bisa berkutik. Cinta nya pada salah satu orang kepercayaan nya itu malah membuat Jenni harus menutupi bahwa perusahan itu sedang baik baik saja, dan semua yang mereka curigai tak ada satu pun.


Selama perjalanan mereka hanya diam dengan pemikiran mereka masing masing. Jenni hanya menatap lurus kedepan dengan dirinya yang mengontrol emosinya, jika sudah tiba di perusahan nya maka emosi itu sudah reda. Sedangkan Steve tentu saja sedang fokus dengan jalanan yang dia tembus itu.


Drt!! drt!! getaran pada ponsel milik Jenni membuat tangan itu segera menggeser nya tanpa melihat siapa yang menghubunginya.

__ADS_1


" Jangan berbicara apapun, biarkan aku yang berbicara. Aku tahu kau sedang bersandiwara jatuh cinta dengan laki laki yang bernama Steve, kau menjalin hubungan dengan nya hanya untuk mendapatkan informasi tentang perusahannya, tak masalah bagi ku dan aku akan mendukung mu. Nanti malam kita harus bertemu, Marco siap bertemu dengan mu, tak perlu menunggu minggu depan. Marco sudah sangat ingin bertemu dengan mu, jadi datanglah sendiri karena kita akan menyusun rencana untuk kita semua..." Jenni hanya geleng geleng tak percaya dengan apa yang di katakan oleh pimpinannya itu.


" Saya akan datang nanti..." Jenni langsung menutup panggilan itu dan langsung melihat kearah Steve yang juga melihatnya sekilas.


" David mengajak ku bertemu dengan Marco."


Sedangkan di ruangan besar itu Zac kini masih menunggu kedatangan dari Kedua orang itu, dia meminta penjelasan tentang ini semua. Zac sudah tak sabar menunggunya, semua dugaan itu benar adanya, dia kini yakin seratus persen dengan semua yang dia curigai, kali ini semua bukti sudah mengarah kearah nya.


Kini mereka berdua telah masuk ke dalam perusahan itu dengan jalan beriringan tapi langkah mereka terhenti ketika seseorang datang menghampiri mereka berdua.


" Tuan Steve dan Nona Jenni di tunggu di ruangan Tuan Zac..." Perkataan resepsionis itu membuat kedua orang itu saling bertatapan dengan jantung yang sudah tak karuan.


Bersambung ya mak 🤭


Kalian harus jaga kesehatan kalian semua ya 🤗 visual kagak bisa di buka ya 😁 agak susah visual akhir akhir ini, yang penasaran dengan visual mereka kalian bisa hubungi mince lewat wa mince 🤭


Like komen dan share boleh ya 🤭 kasih vote dan hadiah boleh juga 🤭


Ini nomer mince ya mak 081324594302 kalian hubungi mince, kita ngehalu sama sama mak 😂 kalian jika mau hubungi mince pakai sandi ya mak, jawab pertanyaan mince.


Siapa nama abang mince yang masih ada darah sepupu dengan Jonathan Cristopher?, itu sandi nya para mak mak yang tahu.


Terima kasih buat kalian semua ya 😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2