Wanita Nakal

Wanita Nakal
Season4_ Ex Husband Is Broken_ Tempat Apa Ini 4


__ADS_3

Sarah mengerjapkan matanya dengan pelan, rasa sakit pada tengkuknya membuatnya susah bergerak menoleh ke samping. Matanya dengan perlahan menatap sekelilingnya melihat ruangan yang asing bagi dirinya.


Sarah menyempurnakan matanya melihat sekelilingnya dan dia yang terkejut menyadari bahwa ruangan asing itu bukan lah kamarnya, dia yang takut segera bangun dari tidurnya tak peduli jika tengkuknya terasa sakit.


Matanya menatap tajam ke arah laki laki yang tertidur di sofa dengan cara terduduk, ada rasa benci yang sangat mendalam melihat wajah damai yang ada di depannya itu.


Dia bos yang memperkerjakan adik ku menjadi pelac*r di sini dan kematian adik ku pun, aku rasa ada kaitannya dengan dia. Dan sekarang lihatlah dia bisa tidur dengan tenang dasar bajinga*. Batinnya dengan kesal.


Rasa amarah Sarah tak dapat di kontrol dia tak bisa berpikir panjang, saat ini hanya ada luka adiknya yang ada di pikirannya. Balas dendam kepada orang orang yang bersangkutan tentang pembunuhan ini harus dia lakukan.


Sarah kini turun dari ranjang berjalan pelan pelan serta mengendap agar tak menimbulkan bunyi ketika dia berjalan. Langkahnya kini berhenti tepat di depan laki laki yang saat ini terlelap dalam tidurnya.


Benci dan dendam kini menjadi satu di hatinya semuanya berada satu di hati dan pikirannya. Tatapannya sangat mematikan, matanya yang merah kini sangat terlihat jelas di cermin besar di sebelahnya.


Jantungnya tak kontrol ketika kedua tangan nya terangkat, di sisi lain dia tak ingin melakukannya tapi di sisi lain dendam memenuhi hatinya. Dengan yakin yang salah dia menutup wajah Bryan dengan bantal yang telah dia bawah dari ranjang tadi.


Bryan yang merasa sesak kini kalang kabut ketika dia merasakan ada sebuah benda yang menekan ke wajahnya. Tangannya kini meraih apapun untuk membuka benda itu tapi sepertinya kekuatan Sarah lebih besar dari biasanya.


Bryan kini berusaha dengan memiringkan kepalanya berpikir tenang, meraih gelas yang ada di sebelahnya, memukul orang yang menjadi pelaku utamanya dengan gelas.


Prank!! gelas itu kini mengenai dahi pinggir pelaku utama hingga membuat pelaku utama itu kini mundur karena rasa sakit pada dahinya. Darah segar langsung keluar begitu saja merembes keluar begitu saja.


Benda yang ada di wajah Bryan kini segera di singkirkan oleh Bryan dia segera berdiri dan menghirup udara banyak banyak. Hanya karena bantal hampir saja membuat dia kehilangan nyawanya hari ini.

__ADS_1


Matanya kini menatap pelaku yang ada di depannya, pelaku itu saat ini menyentuh dahinya yang mengeluarkan darah.


" Jadi kau yang ingin membunuh ku?" Ujarnya dengan sinis, dia tau siapa yang menjadi pelaku utamanya yang ingin membunuhnya.


" Ya aku ingin membunuh mu karena kau ada kaitan dengan kematian adik ku..." Sarah berteriak dengan kencang tatapan matanya tak bisa di sembunyikan bahwa ada luka serta dendam yang membara.


" Dasar wanita bodoh..." Ejeknya dengan kesal.


" Kau mengatakan apa?" Sarah maju dia yang ingin menampar Bryan kini lagi lagi harus di tahan oleh tangan Bryan.


Kedua mata mereka bertatapan dengan arti yang hanya mereka yang tau. Tatapan mereka saling bertabrakan dengan rasa benci dan rasa dendam dari Sarah sedangkan Bryan hanya menatapnya dengan rasa kesalnya karena amarahnya menghancurkan orang lain.


" Auwh..." Rintihan nya ketika Bryan dengan pelan memelintir tangan Sarah. " Lepaskan aku..." Berontaknya dengan kasar.


" Aku datang kemari mencari tau siapa yang menjadi dalang atas kematian adik ku, sampai sini tak mungkin aku akan diam saja tak membunuh orang yang berkaitan dengan ini semua..." Sarah kini masih saja bisa menjawabnya dengan sinis bahkan dari suaranya dia tak takut meskipun dia bergetar.


Bryan melepaskan tangan itu dan berbalik ingin meninggalkan kamar pribadinya.Bug!! pukulan yang di layangkan oleh Sarah membuat dia hampir tersungkur tapi dia masih bisa menahan nya dengan sabar.


" Kau pembunuh maka kau harus mati bersama adik ku..." Teriaknya dengan kencang. " Kau menjual adik ku, menikmati tubuh adik ku lalu membunuhnya dengan keji."


Bryan yang ingin berjalan tadi kini terhenti ketika tuduhan demi tuduhan terus di layangkan oleh wanita itu. Dia berbalik lagi menatap wanita itu yang saat ini menangis.


Plak!! Plak!! dua tamparan melayang menyentuh pipi Bryan dengan keras tapi Bryan kali ini hanya bisa diam dia tak membalasnya. Tangan Sarah kini kembali terangkat tapi kali ini lagi lagi Bryan menahannya.

__ADS_1


Sarah memberontak tapi dia tak bisa bergerak ketika tangan nya di cekal kencang oleh Bryan. " Lepaskan aku, lepaskan aku! kau pembunuh kau pembunuh adik ku!" Teriaknya dengan kencang.


" Diam..." Bryan berteriak kencang hingga membuat Sarah terdiam.


Isak tangis itu juga tak ada hanya ada air mata yang menetes di pipi wajah pucat itu. Bryan melepaskan nya tapi sepertinya Sarah sungguh tak bisa dikasihani dia tetap memukul Bryan dengan kedua tangannya bahkan kali ini dadanya yang menjadi sasaran amukan dari Sarah.


Bryan hanya bisa meringis kesakitan tapi dia tak mencegah Sarah melakukan hal ini dia membiarkan wanita itu mengamuk melampiaskan amarahnya yang mungkin tak bisa dia keluarkan dari tadi. Sarah melemah dan kali ini kedua tangannya kembali di cekal olehnya.


Dengan keras Bryan mendorong Sarah karena Sarah terus memberontak di sana, kini mereka sama sama terjatuh di atas kasur dengan Bryan yang ada di atas tubuh Sarah. Kali ini Sarah diam ketika dia menyadari bahwa posisinya sungguh menakutkan dirinya.


" Diam! ku mohon diam. Aku tau kau sedang berduka tapi jangan memiliki pikiran sempit tentang aku yang membunuh adik mu. Aku berani bersumpah bahwa aku tak melakukan apa yang kau tuduhkan kepada ku. Amel adalah orang ku mana mungkin aku membunuh orang ku..." Ucapnya dengan pelan dengan tetap posisi mereka yang seperti tadi.


" Lepaskan aku dan tolong minggir..." Sarah tentu saja diam dia tak mungkin memberontak dalam keadaan posisi mereka yang seperti ini.


" Aku akan lepaskan asal kau tenang dan mau mendengar semua penjelaskan ku. Kau harus tenang jika tidak aku akan memborgol mu..." Ancamnya.


Sarah kali ini lebih bisa lebih tenang dia hanya mengangguk dia menuruti apa yang di katakan oleh Bryan agar dia bisa lepas dari posisi yang sangat membahayakan dirinya sendiri.


Bryan segera berdiri dari posisi yang tadi dan Sarah juga segera duduk di sisi ranjang tersebut, dia menunduk menenangkan pikirannya agar amarahnya tak membeludak ketika menatap laki laki yang ada di depan nya.


" Kau sudah makan? apa kau ingin lapar?" Bryan menatap Sarah dengan lembut.


Sarah menggeleng dengan pelan dan menunduk dengan rasa yang hampir tenang. Bryan kini duduk di sofa tadi mengatur nafasnya yang dari tadi tak beraturan.

__ADS_1


" Jika kau tenang aku akan menjelaskan siapa aku dan seperti apa Amel di sini."


__ADS_2