
Warning 21+ mince masih ingin menebarkan benih untuk kalian semua 🤣 yang bocil minggir dulu karena ini tempat berbahaya untuk kalian 🤣🤣
Happy reading 😍😍
Suhu cantik itu terdiam, dia tak menjawabnya sama sekali, bibirnya tertutup rapat bahkan dia hanya memejamkan matanya dia bingung harus menjelaskan apa. Abhi memutar tubuh wanita itu hingga mata mereka bertatapan.
" Apa ada hubungan spesial antara kau dan Andre?" Laki laki itu menanyakan untuk kedua kalinya dengan mengelus pipi wanita itu.
" Tidak.. kami hanya menjadi teman baik..." Jawabnya dengan cepat agar laki laki itu tak salah paham.
Abhi memasang wajah tampannya, dia tersenyum begitu manis di depan wanita itu, rasa marah serta cemburu itu kini hilang ketika wanita itu mengatakan nya dengan menatap mata nya.
Abhi menyentuh bibir wanita itu, dia menyentuh piercing yang ada di tengah bibir wanita itu.
" Kau memasang nya lagi?" Abhi baru sadar bahwa tindik itu terpasang di sana.
__ADS_1
" Hmm.. tadi sesudah mandi..." Debaran kecil yang mereka rasakan seakan ingin melompat dari tubuh kedua insan itu.
Mata mereka bertatapan dengan sungguh sungguh, semakin menyelami tatapan yang begitu menusuk jantung mereka. Saling menyelami perasaan mereka yang terasa panas, Abhi yang masih memakai kimono mandi nya terasa hawa panas menjalar ke seluruh tubuhnya. Dengan langkah berani Abhi mendaratkan sebuah kecupa* ringan kepada bibir wanita itu. Suhu itu hanya bisa menahan nafas nya ketika sebuah kecupa* itu mendarat di sana. Suhu itu kesulitan bernafas karena terlalu terkejut meskipun ini bukan pertama kalinya mereka berciuma* tapi serangan dadakan itu mampu membuatnya tak bisa bernafas.
" Bernafas lah cinta..." Katanya yang lembut membuat semua wanita pasti luluh seketika, tatapan matanya yang begitu tulus sungguh mampu membuat wanita mana saja terhipnotis.
Ciuman kedua nya membuat wanita kembali membeku tapi sedetik kemudian dia mampu mengimbangi ciuman yang ringan kini menjadi cumbua* yang seperti ingin menjelajahi seluruh tubuh mereka.
Tangan Abhi kini menggapai tengkuk wanita itu, sedikit merema* nya agar ciuam*n itu semakin dalam, sedangkan tangan Suhu itu jini naik ke leher Abhi, mengalungkan di sana dengan cepat. Kini lumata* kecil serta decapa* tak bisa terelakan lagi dari adegan ciuma* yang mampu menggoyahkan pertahanan kedua insan yang baru merasakan cinta. Kini mereka saling membalas ciuma* ini, saling bernafas dalam ciuma* itu adalah kegiatan yang baru mereka rasakan. Bernafas di tengah tengah ciuma* adalah hal yang menyenangkan bagi mereka untuk saat ini. Kini mereka masih saling mengulu* bibir, Abhi yang kadang memainkan piercing itu dengan sedikit memberikan godaan itu.
Abhi memeluknya dengan erat dan tubuhnya menekan tubuh wanita itu ke dinding. Di bawah sana terasa menekan nya sekarang membuat wanita itu melenguh, Abhi kini menurunkan cumbua* nya memangut leher wanita itu, menggigi* nya pelan, menyesa* nya dengan penuh kenikmatan hingga meninggalkan tanda kepemilikan di sana, bahkan tak hanya satu tanda itu tersebar, ada beberapa tanda yang siap bersarang di sana. Abhi kini semakin menekan tubuhnya ke Suhu cantik itu, menekan nya tubuhnya kedinding dengan dirinya yang sudah tegang sepenuhnya.
Alarm berbahaya seakan menyala di otak wanita itu ketika tangan laki laki itu merambat masuk ke dalam kaos yang dia pakai, menyentuh sesuatu yang masih di bungkus bra dengan sempurna, menjamah nya dengan pelan. Pikiran ku ingin menolak sentuhan yang menyiksa ini, tapi bahasa tubuh nya ingin merasakan sensasi bersentuhan yang tak pernah dia rasakan sama sekali. Kedua orang itu kini ingin merasakan sensasi bersentuhan yang lebih jauh dari sekedar ciuma* ini.
Abhi kini kembali melahap bibir wanita itu yang dari tadi mendesa* tak karuan ketika tangan dan bibirnya berkeliaran di antara leher. Ciuman yang penuh gaira* asamara itu benar benar memabukan kedua insan tersebut.
Abhi mengendong tubuh wanita itu ketika kaki wanita itu mengapit ke pinggang nya, Abhi membawa wanita itu ke ranjangnya tanpa melepaskan ciuman panas mereka, merebahkan tubuh wanita itu dengan hati hati, memiringkan kepalanya agar ciuman itu semakin dalam. Abhi yang kini dengan pelan menyibakkan kaos yang wanita itu kenakan, hingga gunduka* itu terlihat olehnya, tangan nya kini bermain main di sana, merema* nya dengan lembut, hingga terdengar suara desah** yang tambah membuat laki laki police itu tak terkendalikan.
__ADS_1
Mereka saling menyentuh satu sama lain, Suhu itu masuk ke dalam kimono itu, menyentuh kulit laki laki itu dengan pelan, usapan pada dadanya membuat laki laki itu merasakan kenikmata* yang begitu nyata dia rasakan. Kini mereka ketagihan, mereka ingin melakukan hal lain tak hanya saling menyentuh tapi saling memuaskan hasra* yang dari kemarin tertahan.
Mata mereka saling bertatapan dengan api gaira* yang jelas terpancar di sana, jantung mereka terasa ingin lepas ketika Abhi dengan sengaja membuka kimono meninggalkan celan* dala* yang masih menutupi kejantannya.
Abhi membantu wanita itu melepaskan kaos nya dan melepaskan br* yang menutupi gundukan yang sedikit berwarna merah jambu itu. Jantung mereka berdetak kencang ketika menyelipkan jarinya menggenggam telapak tangannya dengan wajah panas.
Abhi menurunkan cumbua* kini menggapai gunduka* yang dari tadi menyentuh dada nya, tato itu kini terlihat oleh mata laki laki itu, tato yang sedikit memenuhi tubuh mulus itu membuat kesan wanita itu bertambah se*si di bawah kungkungan laki laki itu.
" Abhi.. ah..." Desaha* itu lolos lagi ketika lida* nya menggoda nya dengan lembut.
" Aku ingin tahu nama mu cinta?, bisa kau katakan siapa nama mu sayang?" Katanya tertahan ketika siksaan itu menerpa kedua nya.
Mata mereka bertatapan sebentar sebelum wanita itu melenguh lagi ketika tersentak ada sebuah benda yang bawah yang menekan tubuh bawahnya dan kali ini suhu itu mendesa* di telinga nya.
" Apa aku boleh melakukan nya sayang?" Suhu itu merasa tersanjung ketika Abhi menanyakan hal itu, ketika mereka sama sama tegang dan sama sama ingin hal lebih dari ini, tapi laki laki itu masih saja bertanya lebih dahulu. Dengan rasa yang sudah terlanjur untuk di hentikan, wanita itu mengangguk, menyetujui apa yang akan terjadi selanjutnya, memberikan apa yang selama ini mereka pertahankan.
Dengan cepat mereka melepaskan semua kain yang menjadi penghalang tubuh mereka berdua. Sementara wanita itu mengeran* ketika dia merasakan sentuha* lain nya kepada tubuhnya, Abhi tak ingin terburu buru melakukan hal ini.
__ADS_1
Tapi genggaman pada miliknya, membuatnya ingin terasa meledak sekarang, tapi dia berusaha untuk bertahan. Abhi kini siap memasukan kejantanan nya. Meskipun susah Abhi tetap berusaha, tangan wanita itu kini merema* nya dengan kencang ketika rasa sakit menjalar keseluruh tubuhnya.
Suhu itu merinding ketika merasakan sesuatu telah memenuhi tubuh bawahnya, Abhi tak ingin terburu buru dia masih membenamkan nya di sana tanpa ingin bergerak, dia mencerna sesuatu ketika merasakan ada caira* merah yang keluar. Tapi sedetik kemudian rasa bahagia itu menyelimuti hati nya. Abhi kini bergerak pelan agar membuat wanita yang ada di bawahnya tak merasakan kesakitan.