Wanita Nakal

Wanita Nakal
Wanita Nakal Musim3_ Kemarahan Mereka 21


__ADS_3

" Tidak Al, aku tidak akan mau ikut dengan kalian kesana…" Violet kini langsung berdiri dari duduknya dia sungguh langsung menolak ajakan Albert untuk menemui Gusman.


" Vio tak ada yang perlu kamu takutkan, semuanya akan baik baik saja percaya kepada kami."


" Tidak Al, aku tidak mau bertemu dengan nya…" Tolak Violet dengan tegas. 


Albert menghampiri kekasihnya dia tau wanita itu sedang ketakutan tapi tak ada cara lain melawan James. Hanya Gusman yang bisa membantu mereka.


" Violet tak ada cara lain selain kamu sendiri yang mengatakan kepada Gusman, jika kami yang mengatakannya mereka tak akan percaya dan hanya mengira kami yang mencari masalah dengan mereka."


" Al tidak maka tidak!, Kau tak mengenal mereka, Gusman pasti akan membela adiknya, baginya James adalah segalanya. Meskipun mereka saudara tiri tapi mereka saling melindungi dan saling menyayanginya. Percuma jika kamu meminta bantuan kepada Gusman mereka akan menganggap kalian adalah musuh nya…" Violet mengatakan dengan serius.


" Aku pernah mengatakan masalah ini kepada nya tapi dia tak percaya kepada ku, dia lebih percaya dengan James."


Albert kini menyentuh kedua lengan wanita itu dengan saling berhadapan. Matanya terpancarkan ketakutan.


" Kali ini mereka pasti akan percaya dengan apa yang kamu katakan sayang, karena kita tak hanya berdua kesana, kita akan datang dengan pasukan yang banyak. Jadi jangan takut apapun."


" Tidak Al, aku tetap gak mau datang ke sana…" Violet melepaskan dirinya dia kini gusar dengan ketakutannya sendiri, dia tidak ingin menambah masalah ini menjadi besar.


" Apa yang kamu takutkan sebenarnya Sayang?, Apa kamu tak percaya dengan aku?"


" Bukan masalah tak percaya tapi hanya kalian belum mengenal Gusman seperti apa. Aku tak ingin kalian menambah masalah. Biarkan saja dia mencari aku kemana mana, yang jelas aku tak ingin bertemu dengan Gusman."


" Sampai kapan kamu akan lari dari nya?, Apa kamu tetap bersembunyi di sini?, Satu minggu, satu bulan, satu tahun, Sampai kapan?, Apa kamu tak memikirkan Angel?, Jika kamu tak mau menghadapi ini semua gimana gadis kecil itu yang ingin melihat dunia tapi kamu masih takut dengan orang orang itu?"


Violet hanya diam dia tak menjawabnya. Dia takut dengan semuanya, semuanya menjadi berputar putar di otaknya. Dia tak mungkin berani menemui Gusman, laki laki yang pernah membantah nya dan tak percaya dengan apa yang dikatakan olehnya.


Violet hanya mengatur nafasnya yang memburu karena emosi. " Aku tak ingin menemuinya karena aku takut Angel akan diambil oleh mereka. Mereka sangat menyayangi Angel dan jika aku bercerai dengannya maka aku harus kehilangan Angel, aku tak mungkin rela jika Angel diambil oleh mereka."


" Semuanya sudah kami pikirkan sayang, kamu tinggal menjadi mengatakan semuanya kepada Gusman apa saja yang dilakukan oleh James kepadamu. Jika dia masih tak percaya maka Angel juga perlu mengatakan nya. Kami tak akan membiarkanmu dan Angel seorang diri, kita akan melawannya…" Albert kini kembali menyentuh tangan wanita itu, menggenggamnya dengan erat.

__ADS_1


Mata mereka berpandangan dengan arti yang berbeda, tapi mereka mengerti bahwa mata itu ada ketakutan dan ketulusan.


" Al apa kita akan baik baik saja?, Kalian akan menjamin kita tak akan terjadi apa apa di sana?" 


" Tak akan ada yang terjadi apa apa Sayang, percayalah pada ku. Jika mereka sudah berkata akan melindungi kita maka mereka akan melindungi kita semua."


" Baiklah aku ikut kalian."


Albert tersenyum dengan memeluknya apa yang dikatakan oleh laki laki itu benar sampai kapan dia bersembunyi dari kegelapan ini semua. Jika dia sanggup untuk bersembunyi tapi tidak untuk gadis kecil yang memiliki masa depan yang panjang di luar sana.


Violet kini mengambil langkah yang begitu besar dengan resiko yang cukup tinggi. Bertemu dengan Gusman dengan bersama orang orang Albert akan membuat dirinya merasa dilindungi, tapi dia tak yakin bahwa Gusman akan percaya dengan apa yang dikatakan oleh dirinya.


Violet harus menyiapkan hatinya menyiapkan semuanya untuk pertemuan ini, dia harus memikirkan semua resiko yang akan terjadi setelah pertemuan ini. Dia lebih tau seperti apa James, laki laki yang tidak mau dengan kata kata mengalah atau kalah dalam sebuah perebutan. Di juga tau seperti apa keluarga mereka yang saling melindungi dan saling menyayangi satu sama lain.


Tapi jika masalah ini tak ada jalan keluar lainnya maka dia juga harus terpaksa mengikuti apa yang dikatakan oleh Albert. Dia juga tak mungkin mengorbankan semuanya hanya karena masalah pribadinya yang seperti sekarang.


Sedangkan di tempat lain Zac kini sedang duduk di depan James dengan tatapan mereka yang berbeda. Zac menahan rasa geramnya bahkan menahan tangannya yang gatal untuk menghajar laki laki arogan yang ada di depannya.


" Dia membawa kabur istri ku, aku rasa dia yang mempengaruhi istri ku untuk meninggalkan aku…" Jawabnya dengan ketus.


" Ada hubungan apa istrimu dengan Albert?"


" Mereka teman satu kampus Tuan, padahal kami saling mencintai tapi karena pertemuan dia dengan Albert rumah tangga ku hancur seperti ini."


Zac merasa kesal karena dia terus menyalahkan orangnya dan seakan semua kesalahan ini adalah Albert yang salah. Padahal semua ini kesalahan laki laki psycho yang ada di depannya ini.



" Baiklah aku setuju dengan tawaran mu, karena aku pribadi tak suka dengan orang yang merusak kebahagian orang lain."


James kini tersenyum penuh kemenangan seakan semuanya menjadi kemenangan dirinya. Dia yakin dia akan menang saat ini.

__ADS_1


" Tanda tangani dokumen pemindahan kekuasan ini…" Zac melemparkan dokumen di atas meja di depan James.


James tersenyum sinis. " Ternyata ada begitu licik, julukan Singa memang cocok untuk anda…" Katanya dengan menandatangani semua kertas yang ada di depannya.


James yang percaya diri rupanya tak membaca semua isi yang ada di kertas itu, semuanya langsung dibumbui tanda tangan oleh nya. Zac hanya tersenyum ketika melihat kecerobohan laki laki arogan yang ada di depannya ini.


" Ternyata anda sudah tak memakai Albert sebagai kuasa hukum anda?" Matanya membaca nama kuasa hukum yang ada di bagian paling bawa dokumen itu.


" Aku bukan orang yang akan memakai jasa orang untuk kedua kalinya, jika dia membawa keuntungan untuk ku maka aku akan lakukan meskipun aku harus membunuhnya."


" Bukankah dia yang memenangkan kasus anda bersama Tuan Peter?"


" Tapi aku membayarnya dengan harga tinggi, bukankah aku dan Albert sama sama menguntungkan dan aku membayar sesuai dengan apa yang diberikan kepada ku…" Jawabnya dengan tenang dan santai.


" Baiklah kapan anda akan bertindak?" 


" Sepertinya anda sudah tak sabar melihat kehancuran Albert?"


" Tentu saja."


" Aku dua hari ada perjalanan bisnis, setelah dua hari kita akan bertemu lagi, tapi orang orang ku akan mencari istri dan anakmu."


" Aku akan tunggu kabar dari mu Tuan Singa. Aku sudah tak sabar melihat Albert menangis di bawa kaki ku dan memohon ampun."


Kau yang akan hancur bodoh. Batin Zac dengan tersenyum penuh kemenangan.



Fokus dengan orangnya dengan wajah tampannya jangan fokus dengan yang tengah 🤣🤣 nanti traveling pikiran kalian 🤭


Bersambung besok ya bisa bantu subsc*ribe* di cha*nel you*tub*e Coretan tinta biru Forget Love 🤗🤗 Mince juga ada di sana loe makasih 😍😍😍

__ADS_1


__ADS_2