Wanita Nakal

Wanita Nakal
Wanita Nakal Musim3_ Melawan 22


__ADS_3

Pengawal Allinna kini masih memukul mundur lawannya dengan pelan mereka yang juga hanya memiliki peluru sedikit kini harus saling menghemat peluru tersebut dengan kerja sama yang mereka lakukan.


Dor!! Salah satu dari mereka kini memukul tang bensin yang membuat kedua orang yang masih hidup kini langsung lari ketika mobil yang dia jadikan persembunyian itu akan meledak seketika.


Duar!!! Mobil itu kini meledak dengan cepat ketika tembakan kepada tempat bensin kedua kalinya. Mereka yang tadi masih berlari sedikit menjauh kini terpental menjauh dari mobil mereka. Sedangkan para pengawal itu hanya bisa tersenyum sinis ketika melihat lawannya tak ada sisa satu pun.


Mereka kini mendekat dengan penuh hati hati dan senjata itu masih mereka todongkan, mereka dengan pelan segera menghampiri mereka yang terpental dengan tengkurap. Salah satu dari mereka kini membangunkan orang yang sedikit berusaha bangun dari jatuhnya tadi.


Bug!! pengawal itu kini memukul wajah orang itu, dan kembali memukul mata orang itu yang segera membiru lebam karena tangan nya yang sengaja di pukul kan tersebut.


" Siapa yang menyuruh kalian melakukan ini semua he?" Tanyanya dengan geram.


" Saya tidak tahu saya hanya bawahan mereka..." Elaknya dengan menahan rasa sakit kepada lehernya ketika dia di cekik oleh pengawal Allinna.


" Jangan berbohong, kau bukan lawan kami. Kami bisa membunuh mu saat ini juga, tapi sepertinya akan menjadi tontonan yang menyenangkan bagi kami jika keluarga mu juga ada di sini dan kau menyaksikan mereka kami siksa..." Ancamnya dengan cepat.


" Jangan.. jangan menyentuh keluarga ku, aku mohon mereka tidak mengerti apa apa..." Mohonnya dengan segera.


Bajingan sekejam apapun pasti memiliki kelemahan dalam keluarganya, mereka pasti akan melindungi keluarga nya dengan cara mereka dan mereka tentu saja tidak akan mengorbankan keluarganya hanya karena kesalahan yang mereka perbuat.


" Maka katakan siapa yang menyuruh kalian?"


" Saya sungguh tidak tahu Tuan, kami hanya di perintahkan untuk wanita yang mengendari mobil yang anda kendari..." Jawabnya dengan berbohong.


Bug!! Pukulan yang kedua itu kini mengenai hatinya dan rasa sakit itu kini tak bisa di tutupi oleh dirinya, rasa sakit itu kini membuat orang itu meringkuk kesakitan.


" Kau masih ingin mengelabui kita, kau ingin bermain main dengan kita rupanya. Kau tahu nama mafia Dio Della Morte yang memiliki simbol Singa kelaparan dan nyawa harus di balas nyawa."


Orang itu kini di buat gemetar mereka tak menyangka bahwa orang orang yang ada di sana kini mengatakan tentang nama Mafia yang dia tahu sedikit. Tapi dia pernah mendengar bahwa mafia tersebut tidak memiliki rasa hati untuk berbaik hati kepada lawannya.

__ADS_1


" Jika kau bisa kami ajak bekerja sama maka kamu dan keluarga mu akan selamat dari kami. Kita sama sama bajingan tapi kelas mu rendahan sedangkan kami adalah bajingan kelas atas jadi jika kau cari masalah dengan kami, kalian salah musuh..." Katanya dengan tenang bahkan senjata itu kini berada di kepalanya dengan berada di kanan dan kiri.


" Aku rasa kau bisa menentukan pilihan mu, kau cukup pintar mengambil keputusan kau selamatkan orang yang menyuruhmu atau mau menyelamatkan keluarga mu?"


" Saya akan menyelamatkan keluarga saya, tapi jangan sentuh mereka, saya akan mengatakan kepada kalian siapa yang menyuruh kita..." Pengawal itu kini tersenyum penuh kemenangan. Mereka hanya musuh rendahan yang tidak ada tandingannya untuk mereka.


Kini salah satu dari mereka yang tadi menghubungi bantuan temannya kini menunggu bantuan datang untuk membawa mereka pergi dari sana dan membawa saksi siapa yang menyerang mereka.


Supir tadi kini langsung berlari masuk ke dalam hutan mencari bos nya yang bersembunyi di dalam hutan yang begitu lebat dengan pohon serta semak semak yang tinggi. Sang supir kini tidak menemukan bosnya di mana pun, sang supir hanya bisa mengusap wajahnya dengan kasat ketika dia yang berlari ke kanan dan ke kiri tapi tidak menemukan bos nya tersebut.


" Singa.. anda di mana?" Sang supir kini berteriak kencang dengan berlari masuk ke dalam hutan tersebut. " Singa anda di mana?, saya supir dari Tim Singa..." Teriaknya yang semakin keras membuat Allinna yang bersembunyi mendengar dengan jelas.


" Singa anda di mana?, kita aman sekarang..." Teriaknya lagi dengan kencang.


Allinna yang mendengar teriakan dan kode tersebut kini yang tadi berjongkok bersembunyi di semak semak langsung berdiri dan segara keluar dari semak semak tersebut. Allinna segera berlari mengikuti suara sang supir yang masih berteriak memberikan kode.


" Keluar Nona, semuanya sudah aman dan kami sudah menyelesaikan ini semua. Anda di mana?, lihat ponsel saya yang aku angkat ke atas."


Allinna mencari kode yang membuat mereka agar bisa bertemu, Allinna memutar badannya mencari kode yang di maksud tapi nampaknya Allinna kesusahan mencari kode tersebut.


" Saya melihatnya..." Allinna langsung berlari mengikuti jalur ketika melihat ponsel yang ada di atas itu dengan segera.


Allinna yang berlari cepat kini segera tiba di mana sang supir tengah menunggunya. Senyum mereka mengembang dan sang supir merasa lega karena bos wanitanya tidak luka sama sekali.


" Nona tidak apa apa?"


" Tidak apa apa, hanya luka lecet ketika aku turun tadi, tapi tak masalah bagi ku."


" Maafkan saya nona."

__ADS_1


" Tidak masalah, ayo keluar dari sini..." Sang supir kini mengangguk dan segera memberikan jalan agar bosnya juga bisa keluar dari hutan ini.


Setelah keluar dari hutan ternyata bala bantuan dari mereka semua kini sudah menunggunya, dan mereka kini langsung masuk ke dalam mobil dan segera melajukan mobilnya kembali ke markas. Sedangkan orang dua tadi kini mereka ikat dan mereka letakkan di bagasi mobil mereka di belakang. Mereka lega ketiak melihat bosnya yang baik baik saja, jika ada apa apa dengan mereka habislah mereka dengan amukan Singa kelaparan saat ini.


Mobil yang membawa Alex juga tiba di depan markas, mereka segera membawa Alex masuk dengan luka tembak yang ada di lengan nya, mereka semua yang berada di markas kini melotot tak percaya ketika melihat penampilan Alex yang berantakan dan ada luka tembak di lengannya.


" Kenapa dengan mu?" Andre yang kini langsung membantu Alex untuk duduk.


Alex langsung menceritakan semuanya yang terjadi dan musuhnya kini meninggal karena luka tembak yang membabi buta dari pengawalnya. Tak berselang lama Allinna juga masuk ke dalam markas dengan berantakan yang juga berantakan. Mata Alex dan Allinna juga sama sama berpandangan.


" Sayang kenapa lengan mu?" Allinna kini merasa cemas ketika melihat lengan suaminya berdarah.


" Kamu juga kenapa Honey?, kenapa kau juga berantakan?"


Allinna menceritakan semuanya dan mereka semua yang mendengarnya kini merasa terkejut bahwa mereka kini di serang oleh orang orang yang sengaja ingin membunuhnya.


Allinna dan Alex kini saling berpelukan dengan rasa leganya karena mereka selamat dari orang orang yang ingin membunuhnya.



" Mereka akan menerima balasan dari kita sebentar lagi, tidak akan kita biarkan mereka hidup tenang setelah ini..." Ucap dingin Valarie yang mendengar dari tadi cerita dari kedua temannya yang di serang oleh orang yang sengaja ingin membunuhnya.


Bersambung ya mak 😁 besok lagi 😁 selamat datang bulan April 🤗 semoga bulan ini kita lebih baik lagi dari bulan kemarin ya 🤗 jangan bulan ini lebih buruk dari bulan kemarin 🤣🤣


Selamat menjalankan puasa ramadhan yang sudah mulai menjalankan nya 🙏 mohon maaf jika ada kesalahan dari Mince 🤗🤗


Mince puasa Up dua kali ya 🤭 di tengah malam dan siang hari untuk menemani kalian semua 🤗 dan jika ada adegan dewasa Mince kirim lewat chat pribadi wa ya 🤭 jadi Mince buka wa lagi untuk kalian semua 🤭 Serpihan juga mulai senin menemani kalian lagi 🤣


Hubungi wa Mince di sini ya 081324594302 Mince ada di wa juga ada di telegram, jadi kalian terserah mau hubungi di mana 😁 dengan mengatakan bab yang Mince potong di sini 🤗 makasih 😘🥰

__ADS_1


__ADS_2