Wanita Nakal

Wanita Nakal
Wanita Nakal Season2_ Tak Terduga


__ADS_3

" Alex, aku mau semuanya berjalan dengan apik, aku juga ingin semua perusahan yang ikut ini menikmati hadiah, meskipun mereka kalah.." Jonathan kini dan Alex tengah duduk saling berhadapan hanya ada meja yang memisahkan nya.


" Aku sudah mengurus nya.." Jawab nya datar.


" Aku tak ingin ada yang kau istimewa kan."


" Apa yang kau katakan, aku tak mengerti."


" Aku ingin semua nya datang tanpa terkecuali."


" Kau masih membahas yang membuat desain sketsa."


" Alex jika kau mengatakan, semua pimpinan harus ikut maka semua nya harus ikut."


" Tapi masalah nya dia sedang hamil besar."


" Aku akan siapkan kursi roda untuknya, bahwa kau harus mengatakan bahwa semua pimpinan harus datang.." Jonathan tak bisa mengambil keputusan sendiri, karena dia hanya sebagai pendamping Alex saja.


Alex membuang nafas kasar nya. " Baiklah aku akan merubah peraturan nya.." Akhir nya Alex mengalah dari pada harus berdebat hanya karena masalah kecil.



Sedangkan di tempat lain Alinna sedikit kesal karena peraturan itu berubah, Alinna mau tak mau harus ikut ke acara tender tersebut. Alinna akhir nya mengalah untuk ikut karena jaminan yang di janjikan jika menang sangat menjanjikan.


" Madam.. maaf tapi kali ini pimpinan harus ikut, dan yang membuat sketsa harus menjelaskan sendiri kepada kepala perusahan.." Elle nampak ketakutan karena bos nya hanya memasang wajah datar nya, bahkan dia tak bergeming, dia masih fokus dengan pensil di tangan nya.


" Tak apa, kita akan datang.." Alinna akhir nya bicara dengan menatap sekretaris nya. " Tapi pastikan semua nya aman.." Sambungnya dengan nada penuh penekanan.


Flash Black On



" Elle, aku tahu kamu sekretaris Alinna, aku juga tahu semua nya tentang siapa bos mu itu. Aku hanya minta tolong satu hal pada mu.." Zac malam setelah bertemu dengan Jonathan, dia menemui Elle sang sekretaris Alinna untuk meminta bantuan.


" Apa yang bisa saya bantu Tuan."


" Berbohong lah sedikit saja kepadanya, jika dia bertanya siapa pimpinan yang membuat acara ini, katakan bahwa dia adalah Jonathan, bukan Alex.." Zac mengatakan dengan sungguh sungguh.


" Tapi jika dia memecat ku?"


" Aku akan memberikan kamu pekerjaan jika dia memecat mu, tapi aku yakin dia tak akan memecat mu.." Zac sedikit menyakinkan sekretaris nya. " Please, katakan seperti itu. Aku hanya ingin dia bertemu dengan laki laki yang sudah mencari nya berbulan bulan, apa kau juga tak kasihan pada calon anak nya, dia juga butuh ayah, kasihan jika dia lahir tanpa seorang ayah.." Elle nampak berfikir sebentar.


" Aku akan lakukan..." Zac tersenyum senang karena rencana nya akan berhasil kali ini.


🌹🌹🌹

__ADS_1


" Madam anda telah di siapkan kursi roda, agar anda tak lelah.." Elle yang mendorong kursi roda di depan Alinna.


Alinna hanya tertawa pelan mendengar penuturan sekretaris nya yang menurut nya lucu. " El, aku bisa jalan.." Tolak nya, karena dia akan sangat malu jika harus di dorong seperti itu.


" Tapi madam."


" Tidak apa, aku kuat untuk berjalan.." Alinna semakin menahan tawa nya melihat tingkah laku sekretaris nya yang lucu.


Kini mereka tengah masuk ke dalam lift dengan beberapa orang yang juga mengikuti tender tersebut.


" Zac.." Alinna menyapa laki laki yang baru masuk ke dalam lift yang sama dengan nya.


" Hai Alinna.." Sapa nya balik. " Sedang apa kau di sini?" Sambung nya dengan berdiri di sebelah nya.


" Aku mengikuti tender di sini, sedangkan kamu?"


" Aku ingin bertemu sepupu ku.." Zac tentu saja berbohong, padahal sedari tadi dia sudah mengikuti Alinna dari rumah nya bahkan hingga sampai sini. " Kebetulan dia pimpinan di sini, Jonathan.." Dia hanya memastikan bahwa Alinna benar benar akan datang dan bertemu dengan Alex.


" Oh.." Alinna berfikir kali ini dia akan aman lagi, karena pimpinan nya bukan bernama Alex. " Zac aku keluar dulu, sampai jumpa.." Alinna segera keluar ketika pintu lift terbuka dan membuat beberapa orang keluar dari sana.


" Sampai jumpa.." Gumam nya. " Kita tak akan bertemu lagi Alinna, kekasih mu itu akan membunuh ku jika kita bertemu lagi.." Lirik nya dengan terkekeh pelan.


Beberapa orang juga ikut masuk ke dalam dengan tak sabar, Alinna hanya mampu menghindar ketika orang orang itu berjalan dengan cepat untuk masuk ke dalam ruangan yang sudah di siapkan.


" Berhenti di sana.." Suara bariton Jonathan menghentikan langkah para orang orang yang ingin masuk ke dalam ruangan. " Biarkan para wanita dulu yang masuk.." Sambung nya yang membuat para wanita segera masuk dahulu.


" Mari Madam kita jalan dulu.." Elle mengandeng tangan bos nya, mereka berjalan terlebih dahulu dan langkah nya terhenti seketika ketika mata itu menatap nya dengan tatapan yang begitu sendu.


Deg


Deg


Deg


Jantung mereka memompa begitu cepat dari biasanya, Alinna tak melanjutkan langkah nya, dia hanya meremas baju dress nya, dunia seakan terhenti saat itu juga, mata nya tak bisa lari dari pandangan nya.



" Madam.." Suara Elle membuyarkan tatapan nya kepada laki laki yang di ujung meja sana.


" Elle.." Panggil nya dengan gugup. " Aku ingin ke toilet.." Alinna membuang muka nya.


" Silahkan duduk.." Suara Jonathan terdengar begitu kencang kali ini.


" Saya.. ingin ke toilet sebentar.." Mereka tahu bahwa wanita itu ingin lari dari sana.

__ADS_1


" Itu toilet nya.." Alex kini bersuara setelah dari tadi hanya terdiam, dia menunjuk toilet yang juga ada di dalam ruangan tersebut.


"Jika kalian sudah masuk, kalian tak bisa keluar sebelum acara ini selesai.." Ucap Alex dengan tegas, karena dia yakin itu hanya akal Wanita nya untuk pergi dari sana.


Alinna memejamkan mata nya sebentar dan kembali membuka nya. " Elle ayo duduk.." Ajak nya.


" Madam tak ingin ke toilet.." Elle sebenarnya tahu bahwa bos nya hanya mencari alasan untuk pergi dari sana.


" Tidak.." Kata nya dengan dingin. " Aku butuh penjelasan setelah ini Elle.." Sambungnya dengan tetap bernada dingin.


Setelah Alinna duduk, kini semua nya telah di mulai, dan para pembuat sketsa mulai menjelaskan secara rinci ruangan yang mereka rancang. Para pesaing yang di sana begitu handal semua, Sedangkan Alex menjadi tak fokus karena mata nya meneliti wanita yang di cari berbulan bulan. Sebalik nya dengan Alinna, dia berusaha fokus dan tenang duduk di sana, meskipun jantung nya sudah tak karuan berdetak kencang.


🌼🌼🌼🌼


Nah lo itu sudah bertemu dengan Alex, ya kan siapkan emosi kalian 🀣🀣 Bang Zac juga ikut andil kan untuk mempertemukan mereka 🀭


Zac : Kalian sudah puas mak?.


mak : Puas apa nya bang?.


Author : Jangan tanya pada emak emak bang Zac.


Zac : Aku marah pada kalian, karena kalian sudah menuduh ku dari kemarin, padahal aku masih mencari celah, tapi kalian sudah menuduh ku jadi pebinor 😒.


Mak : Maaf ya Bang Zac, aku sekarang memihak pada mu, karena kau mereka bertemu.


Zac : Bodoh amat, aku marah 😑


Mak : Sini Bang mak cium 😘😘😘


Zac : Ogak πŸ‘Ί


Author : Kasihan, di tolak bang Zac 🀣🀣


Mak : Jangan tertawa mak, aku pukul pakai sandal baru tahu rasa 🀬


Author : Lari πŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒ


Ramaikan like dan komentar dulu yu,


Vote dan hadiah nya juga jangan lupa, mereka sudah bertemu kan, jadi boleh dong author minta vote nya 😘😘


Satu bab dulu ya, hari kamis ini mau ritual dulu πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚


Makasih 😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2