
" Mereka tahu semuanya?, dari mana mereka tahu?" Suara nya kini bergetar hebat dia tak menyangka kehancuran telah ada di depan matanya.
" Entahlah tapi aku rasa ini ulah dari Alex beserta Allinna mereka lah yang saat ini ingin menghancurkan kita. Tapi lihat saja aku akan membalas mereka..." Tatapan tajam dari Adriano kini membuat kedua wanita itu hanya bisa diam.
" Kau tahu dia adalah anak dari ketua Dragon Red bagaimana mungkin kau ingin membalasnya?, jika kau ingin membalasnya maka kamu dulu yang akan mati di tangan mereka. Ayah pernah mengatakan bahwa mereka tidak memiliki hati ketika ada yang menyerang putri dan suaminya itu..." Anna kini mengatakan apa yang dia dengar dari Ayahnya.
" Apa kita akan diam saja melihat mereka dengan sengaja menghancurkan kita Anna?, apa kau tidak berpikir bahwa mereka lah yang memulai peperangan ini dan aku hanya membalas apa yang mereka lakukan kepada kita. Kau tak tahu bagaimana rasa malu nya bahkan aku seperti tidak memiliki muka di depan mereka tadi, mereka dengan sengaja memberitahu kepada penanam saham agar perusahaan kita hancur..." Adriano kini emosi dia tidak peduli dengan apa yang di katakan oleh istrinya kini dendam dan rasa marah kepada Alex beserta Allinna tidak bisa di cegah.
" Kakak jika terjadi apa apa dengan mu bagaimana?, tidak mungkin mereka akan diam saja melihat kau menyerang anak mereka."
" Kalian tenang saja aku membayar jasa pembunuh bayaran untuk melukai mereka dan mereka sangat profesional jadi kalian tidak perlu takut."
" Kau yakin mereka tidak akan tertangkap?, aku takut kau yang malah terkena imbasnya."
" Aku yakin..." Adriano kini yakin dengan semua rencananya yang ingin melukai Alex beserta istrinya Allinna. " Bagaimana kabar Ayah?"
" Ayah baik dia hanya meminta kita untuk menyiapkan diri jika ada konferensi pers untuk membantah semua tuntunan kepada Ayah, mereka semua juga harus tahu bahwa kita adalah keluarga yang bahagia dan saling mendukung serta saling melindungi. Maria mau kan kamu ikut kami ke acara tersebut agar mereka semua tahu bahwa kita adalah keluarga yang utuh dan bagaimana mungkin Ayah yang menyanyangi kita bisa melakukan hal seperti itu, kita hanya harus membantah semua tuntunan itu."
" Tentu saja bukan kah keluarga harus saling mendukung dan membantu..." Anna tersenyum puas mendengar apa yang di katakan oleh gadis kecil tersebut. Hatinya bersorak senang karena sandiwara nya tidak ada yang sia-sia selama ini.
__ADS_1
" Kapan akan di adakan konferensi pers?" Tanya sang suami.
" Hari di mana sidang pertama sang Ayah di mulai dua hari lagi. Aku tidak ingin membuat Ayah berlama lama di dalam penjara."
" Aku merasa kasihan kepada Paman Peter, harusnya dia menikmati masa tua nya bersama kita bukan malah berhadapan dengan hukum, aku rasa orang yang menuntutnya dia memiliki hati dan mereka memiliki rasa iri karena Paman berada di atas..." Timpal Maria yang membuat kedua orang yang mendengarnya mengangguk.
Adriano kini merangkul kedua wanita kesayangannya tersebut, kini Adriano memeluknya dengan senang.
" Kalian adalah semangat kami jadi kalian harus saling bersama dan saling mendukung dalam keadaan apapun, jika kita bersama seperti ini selamanya masalah sebesar apapun kita akan bisa lewati dan sekarang tujuan kita adalah membebaskan Ayah dari sana..." Lagi lagi kedua wanita itu mengangguk di dalam pelukan Adriano.
Bersamanya dengan Maria selamanya jangan mimpi, jika tidak ada keperluannya mana mau aku berdekatan dengan sampah seperti dia. Dasar gadis bodoh. Batin nya dengan menatap Maria yang sedang tersenyum bahkan wajahnya kelihatan bahwa ada kebahagian yang mendalam.
Hans kini tak tahu harus berbuat apa kata kata Albert seakan masih menggema di telinga nya dan bahkan Hans kini di buat ketakutan dia takut bahwa dia terseret kasus yang sama dengan Peter. Hans kini takut karena Firma hukum yang dia bangun juga uang dari Yun yang mereka rampas, Hans yang sengaja ingin memiliki Firma Hukum sendiri dia dengan cara liciknya menjadi Pengacara dari Peter ketika sebuah surat pengalihan harta serta nama Heeney yang di sematkan di nama belakangnya.
" Peter kamu yakin kita akan bisa mengelabui Yun, kau tahu sendiri dia orang yang begitu teliti dalam sebuah dokumen yang akan dia tanda tangani..." Hans waktu itu belum menjadi siapa siapa dia masih menjadi Tim dari pengacara yang tidak terlalu terkenal.
" Kau yakin kita bertiga bisa mengelabui Yun?, dia tidak muda di tipu Peter?, jangan main main..." Jeremi juga ikut menimpali teman nya itu.
" Kalian tenang saja dia orang yang percaya dengan ku, semua yang aku katakan dia percaya dan semua yang aku bawah pasti dia langsung menandatangani tanpa membaca nya, mungkin hanya di awal dokumen dan di akhir dokumen, kita bisa taruh dokumen itu di tengah tengah, kau tenang saja aku sudah siapkan semuanya..." Peter yang memiliki semua rencana ini dalang utama dari ini semua adalah Peter.
__ADS_1
" Tapi nanti jika rencana kita gagal habislah kita..." Hans menepuk jidatnya.
" Aku juga gak ingin membuat karier ku hancur gara gara ini..." Jeremi juga menolaknya dia tidak ingin jika ini semua menghancurkan karier nya.
" Apa kalian sungguh tak ingin memiliki Firma Hukum sendiri dan nama kalian yang di sematkan di papan?, apa kalian mau kita hanya menjadi pembantu mereka?, ayolah Hans, Jeremi semuanya akan aman, percayalah pada ku. Aku akan mengatur semuanya..." Peter membujuk Mereka agar dia mau mengikuti rencananya.
Hans dan Jeremi membuang nafasnya dengan kasar, mereka juga tidak tahu pilihannya ini benar atau salah tapi yang jelas pilihannya akan menjadi bom yang meledak suatu saat nanti.
" Baiklah aku akan menulis semuanya jika siap aku akan mengabari mu."
" Cepat lakukan dengan sengara, kau harus ingat identitas dari Yun heenney juga harus ada di nama belakang ku..." Hans kini mengangguk dengan pelan.
Flashback Of
Kejadian 22 tahun lalu membuat Hans saat ini ketakutan dia tak menyangka apa yang selama ini mereka kubur kini telah di gali oleh keponakan Yun dengan dendam yang membara. Semua bukti yang meringankan Peter pun seakan hilang entah siapa yang mengambilnya.
" Aku rasa mereka maju setelah semuanya mereka susun dengan matang, jika mereka tidak memiliki rencana yang matang tidak mungkin mereka akan melawan Peter..." Gumamnya dengan pelan.
" Aku harus tanya kepada Violet siapa saja keponakan dari Yun yang kini menuntutnya, setidaknya aku tahu siapa lawan ku saat ini dan siapa yang akan aku temui untuk bicara secara pribadi. Waktu dua hari harus aku manfaatkan sebaik mungkin untuk mencari jalan damai untuk kita semua..." Dialog nya sendiri.
__ADS_1
Hans harus memikirkan semuanya dia juga harus memikirkan nasibnya jika Peter terbukti bersalah di persidangan maka semuanya akan berantakan dan tidak mungkin jika Peter tidak menyeret namanya karena mereka berdua lah yang menikmati harta Yun selama ini.
" Aku juga harus segera menghubungi Jeremi, aku rasa dia harus tahu tentang ini semua..." Hans kini mencoba menghubungi teman nya yang saat ini sedang tidak ada di negara yang sama dengan mereka.