
Zac yang dari tadi tertidur merasakan getaran pada ponsel nya yang begitu keras, dia dengan segera menjawabnya meskipun tak melihat siapa yang menghubunginya itu.
" Halo..." Dengan suaranya yang serak serta malas karena dirinya baru saja memejamkan matanya.
"....."
Zac langsung membuka matanya dengan sempurna dia melotot kan mata nya dia mendengar baik baik kabar yang membuat nya terkejut itu.
" Jangan bercanda, aku tak suka dengan bercanda kalian..." Suara nya bergetar kabar duka itu membuat nya tak percaya.
Val yang merasakan pergerakan pada suaminya kini juga membuka mata nya sedikit melihat suaminya yang masih terpaku di sana dengan ponsel di pipi nya itu. Valarie kini juga terbangun dia membernarkan posisi nya menjadi duduk dan bersandar di ranjang itu.
"...."
" Aku segera kesana, aku akan datang..." Katanya dengan gugup bukan main, dia tak tau apa yang terjadi dia juga tak tau apa yang harus dia katakan.
" Hubby ada apa?" Val kini menyandarkan kepalanya kepada lengan suaminya itu, dari tadi dia tak berhenti menguap matanya terasa lengket serta rasa kantuknya itu tak bisa dia hilangkan.
" Sayang tidurlah, aku harus pergi melihat sesuatu dulu..." Jawaban dari Zac yang gugup membuat Val segera menatap kearah suaminya dengan mengerutkan kening nya itu.
__ADS_1
" Hubby ada apa?, apa sesuatu terjadi?" Zac hanya bisa diam dia tak tau harus mengatakan apa, dia bingung dengan apa yang harus dia katakan kepada istrinya itu. " Sayang ada apa, katakan?" Val kini semakin di buat bingung ketika suami nya hanya berdiam diri bahkan tak membuka suaranya itu.
Zac menelan ludahnya dengan kasar ketika istrinya itu semakin menanyakan apa yang terjadi. " Sayang ikutlah dengan ku, nanti aku akan jelaskan di sana..." Val semakin bingung dengan apa yang di katakan oleh suami nya itu, dia juga bingung tapi seperti nya mereka harus segera melihat apa yang terjadi di sana.
Val yang tak menanyakan lagi kini dengan patuh nya dia tetap memakai baju nya, dia tetap mengikuti suami nya meskipun tak ada percakapan di antara mereka. Val sebenarnya merasa penasaran tapi dia tak berani bertanya apa apa lagi. Kini mereka mengendari mobil itu dengan sedikit cepat, Val hanya merasakan genggaman tangan suami nya begitu erat serta tangan nya yang dingin. Mata nya kini menatap ke depan dengan lurus dia masih mencerna apa yang terjadi, tapi dirinya tak ingin menebak nebak apa yang terjadi.
Mobil itu kini berhenti di sebuah jalanan yang masih di penuhi dengan orang orang nya serta mobil police serta mobil pemadam kebakaran yang masih berada di sana. Mata Val kini menatap kearah suaminya dengan tanda tanya. Kini Zac yang segera turun itu tak luput dengan membukakan pintu untuk istrinya itu.
Seseorang orang nya kini yang melihat bos nya datang dengan segera berlari menuju kearah nya. " Bos..." Tangan Zac yang terangkat untuk menghentikan apa yang akan orang itu katakan.
Jantung mereka kini berdetak kencang, aura dingin serta hembusan angin malam tak membuat kedua orang itu menghentikan langkah. Mereka kini melangkah menuju ke arah mereka yang bergerombol itu.
Zac tak menjawabnya dia tetap Menggenggam erat tangan istrinya serta berjalan menuju kearah orang orang itu. Kaki nya kini seakan tak kuat ketika mata nya menangkap sesuatu yang tak tersisa di sana. Tapi Zac tetap berusaha untuk kuat menuju kearah mereka semua.
Semuanya kini menunduk ketika melihat bos nya datang menghampiri mereka. Val kini semakin tak mengerti dengan apa yang terjadi meskipun dia tau sedang terjadi apa di sana. Matanya menatap semua orang yang ada di sana semua orang sedang memasang wajah sedih nya, duka yang begitu menyakitkan.
" Ada apa ini?, tolong katakan ada apa?, Hubby katakan ada apa?" Val yang ingin tau semua nya kini berteriak kepada mereka semua tapi mereka hanya bisa menunduk tak berkutik di sana.
Sedangkan salah satu dari mereka juga tak luput untuk memberikan kabar duka ini kepada Jonathan. Tengah malam itu Jonathan yang baru saja menyelesaikan pekerjaan nya kini sedikit menguap karena dirinya benar benar lelah. Jonathan mengerutkan keningnya ketika orang nya menghubungi dirinya di tengah malam begini, Jonathan segera menjawab nya karena dia yakin ini sangatlah penting jika tidak maka orang orang itu tak akan menghubunginya di tengah malam seperti ini.
__ADS_1
" Tuan maafkan saya menghubungi anda malam malam begini, apa anda sudah tidur?" Laki laki itu juga gugup ketika membuka suaranya ketika panggilan itu terjawab.
" Katakan ada apa?" Jonathan segera bertanya ketika dirinya tau pasti ada masalah penting hingga larut malam mereka masih melapor kepada nya.
Jonathan di buat terkejut dengan laporan yang di berikan oleh orang nya itu dia langsung berdiri dari duduk nya, rasa kantuk tadi kini terganti dengan rasa yang sungguh sungguh terkejut. Jantung nya berdetak cepat dia tak menyangka bawah kabar yang di dengar itu kini menyayat hati nya. Kabar itu membuat tubuhnya lemas tak berdaya.
" Kau mengatakan apa?, jangan bercanda?, aku tak suka dengan ini semua?" Suaranya bergetar dia gugup bukan main. Dia takut yang dia dengar adalah kebenaran. Dia tau bawah orang orang nya itu tak mungkin berbohong dalam hal seperti ini.
" Saya tak berbohong Tuan Jo, maafkan saya yang membawa kabar duka ini."
" Aku akan segera kesana."
" Kami akan membawa nya di rumah duka Tuan, meskipun tubuh mereka sudah hancur karena ledakan itu..." Ucapannya membuat kedua laki laki tangguh itu hancur tak terlihat. Bagaimana tidak mereka saling mengenal dan dekat dari dulu tapi kematian nya sungguh tragis menyisakan luka yang begitu dalam.
Jonathan yang masih tak percaya dengan kabar itu membuat dirinya terduduk kembali di kursi itu dengan tubuhnya yang gemetar serta mata yang berkaca kaca karena merasakan kesedihan yang mendalam.
" Tidak mungkin.. ini mimpi, aku harap ini mimpi..." Jonathan segera berlari menuju kamar nya membangunkan istrinya yang terlelap, memberi kabar bawah seseorang telah pergi meninggalkan mereka semua.
__ADS_1
Kabar duka itu tersebar ke semua orang membuat semua orang yang ada di sana sungguh bersedih, dia tak menyangka bahwa mereka berdua begitu cepat meninggalkan mereka semua. Kabar duka yang membuat semua orang meringis sakit ketika mengetahui bahwa kedua orang itu kini telah meninggal terjebak di dalam mobil yang meledak dengan seketika. Mereka tak bisa keluar dengan cepat untuk menyelamatkan diri mereka dari kecelakaan itu.