Wanita Nakal

Wanita Nakal
Wanita Nakal Musim3_ Ancaman 1


__ADS_3

" Dengar Marco kau dan aku sudah berakhir, kau hanya serpihan kaca yang sudah aku hancurkan..." Kata kata Monica membuat Marco terdiam, kata kata menyakitkan itu sungguh keluar dari bibir wanita yang dia rindukan selama ini.


Marco diam dia sedikit terkejut bahwa wanita itu mengatakan hal yang menyakitkan hati nya itu. Tatapan wanita itu seakan menembus hati nya yang begitu membuatnya merinding ketakutan. Tatapan kebencian serta tatapan amarah kini tak terpungkiri dari mata wanita cantik itu.


" Monic kau tahu kenapa aku bersikap seperti ini. Kau tahu betul bahwa aku melakukan ini demi mu..." Ucapnya tak memperdulikan bawa ada suaminya yang berdiri di sana.


" Aku tak membutuhkan mu, bahkan aku tak membutuhkan harta yang hasil curian mu itu. Kau tahu aku bahwa aku tak pernah memandang seseorang dari harta atau kedudukan nya. Tapi sikap mu yang sungguh memalukan membuat ku sangat membenci mu, bahkan aku sudah menganggap kau mati..." Monica menekan kata kata nya, dia menekan setiap kata agar laki laki tahu seperti apa rasa bencinya dari dulu hingga sekarang bahkan tak berubah sama sekali.


" Monica kau sungguh tak merindukan ku?" Marco kini masih terus bertanya agar apa yang ingin dia dengar beberapa tahun ini dia ucapkan.


" Kau dan aku berakhir Marco, di saat aku tahu kau memanfaatkan aku di situ lah aku membuang jauh rasa ku pada mu. Kau serpihan kaca yang sudah aku hancurkan dengan tangan ku sendiri, jadi aku sendiri yang tak ingin membenarkan serpihan itu..." Monica kini mengandeng tangan suami nya dengan erat.


" Monica..." Gumam nya lagi dengan tak menyangka.


" Sebaiknya kau pergi jauh dari kami, sebelum kami menghancurkan kamu. Kami dulu tak menghancurkan mu karena kau menghilang begitu saja, tapi sekarang kami bisa menghancurkan mu dengan muda..." Ancam nya dengan sungguh sungguh.


" Aku tak akan pergi, bukankah aku sudah berkata bahwa aku akan kembali mengambil cinta ku di saat aku memiliki kedudukan. Apa kau bahagia dengan suami mu?, apa kau yakin dia pilihan mu yang terbaik saat ini..." Marco kini menatap Monica dengan sungguh sungguh dan ada kekecewaan di sana.


" Aku bahagia dengan suami ku, dia adalah pilihan ku, cinta ku. Sampai kapan pun kami akan bersama, cinta kami yang akan melawan orang seperti mu. Aku tak peduli dengan kau ada di sini atau tidak, aku sudah tak pernah menganggap kau ada dan kau sudah mati di hati ku, jadi jangan muncul di depan kami, aku sudah melupakan mu sangat melupakan mu, jadi jangan berharap lebih dari aku, aku sudah memiliki orang yang aku cintai, jadi pergi dari kami jangan muncul di sini... " Marco terdiam kembali, dia tak menyangka wanita itu sudah benar benar melupakan nya. Marco mengamati wajah wanita itu, mencari kebohongan di setiap kata kata itu. Tapi nyata nya mata itu terpancar kesungguhan dan ketulusan yang mendalam.


" Tidak kau tidak mungkin melupakan ku, aku masih sangat mencintai mu Monica..." Marco sungguh tak terima dengan semua yang dia dengar dia tak menyangka bahwa wanita itu benar benar sudah melupakan nya.

__ADS_1


Andre dan Albert kini menarik paksa laki laki itu agar mengikuti langkah nya untuk meninggalkan arena bowling itu. Mata Monica memancarkan kebencian serta kemarahan yang dari dulu dia tahan. Andre dan Albert menarik paksa tangan Marco agar keluar dari sana.


Bugh!! mereka berdua mendorong tubuh Marco yang dari tadi dia hanya diam. Terlihat jelas bahwa laki laki sangar itu terlihat terkejut karena mendengar semua apa yang di lontarkan oleh wanita yang dia rindukan selama ini. Apa yang dia harapkan nyata nya tak jadi kenyataan. Wanita yang dai rindukan serta dia cintai kini sudah memiliki laki laki lain yang begitu dia cintai.


" Pergi dari sini atau kau akan kami hancurkan. Aku tak segan untuk membunuh mu jika kau berani menganggu kami..." Ancam Albert dengan segera.


Marco yang terjatuh tadi kini duduk di lantai dengan menatap Albert yang juga berjongkok di sana dengan menatap nya.


" Kau yang aku hancurkan, kau lihat saja bagaimana aku akan menghancurkan kalian semua. Aku akan menghancurkan kalian dengan cara yang tak pernah kalian pikirkan sebelum nya..." Ancam balik Marco dengan menantang mata Albert.


" Kau yang akan kami hancurkan sebelum kau menghancurkan kami..." Timpal Andre dengan cepat.


" Jika kau berani macam macam ku pastikan kau akan menghadapi kami dan kami sungguh tak segan untuk membunuh mu kapan pun..." Andre kini berucap dengan dingin dan sinis.


Kini mereka berdua meninggalkan Marco yang masih merasa kesal serta luka di hati nya. Dendam itu kini kian membara, dendam akan penolakan wanita itu membuat Marco tak bisa untuk tak ingin merebut kembali cinta nya itu.


" Di mana Ara dan Val?" Zac yang dari tadi melihat sekeliling arena itu tak menemukan istri dan sepupunya, hanya ada Suhu yang di sana dengan memukul musuhnya tadi.


" Aku sudah menyembunyikan kedua wanita kita bos. Tenanglah dulu..." Suhu membuka suaranya dengan sedikit tersenyum.


" Di mana Suhu, musuh ada di mana mana kau tahu itu..." Jonathan kini juga panik ketika sadar bahwa istrinya dan istri sepupunya itu tak ada di sana.

__ADS_1


Suhu cantik itu tersenyum melihat wajah kedua bos nya itu malah panik tak melihat istrinya mereka masing masing. Sedangkan tadi untuk berhadapan dengan musuh nya mereka begitu santai dan tenang.


" Hubby..." Suara lembut itu membuat semua orang menatap ke arah pintu masuk arena itu.


" Sayang kau dari mana?" Zac menghampiri istrinya yang berjalan menghampiri dirinya.


Zac memeluk istrinya dengan erat, memberikan ciuman hangat di kening nya itu.


" Honey..." Jonathan juga menghampiri istrinya yang berjalan menghampiri dirinya. Pelukan hangat kini menyambut wanita itu dengan erat.


" Kau sudah selesai dengan belanja mu?" Jonathan bertanya ketika pelukan itu terlepas.


" Hmm.. tapi belum semua nya yang aku beli honey, tapi aku kasihan jika Val terus berjalan mengikuti ku kemana yang aku mau..." Ara berkata dengan menatap sepupunya itu.


" Akhirnya kau memiliki perasaan kasihan pada orang Ara.." Jawab Zac dengan cepat.


Semua orang yang melihat adegan romantis dan adegan bahagia itu membuat semua orang merasa iri dan ingin memiliki pasangan hidup masing masing.


" Kita main saja di banding melihat mereka bermesraan di sini..." Andre kini mengajak Steve dan Albert untuk memulai permainan bola bowling lagi, di banding mereka harus melihat adegan yang membuat para jomblo iri.


" Albert jangan melupakan dokumen yang tadi..." Jonathan kini berbicara dengan senyum yang mengembang sedangkan Zac hanya menatap malas ke arah sepupunya itu.

__ADS_1


__ADS_2