Wanita Nakal

Wanita Nakal
Wanita Nakal Musim3_ Ancaman 2


__ADS_3

Steve yang baru pulang pada malam hari merasa ada ribuan pisau yang menancap di hati nya. Steve melangkah dengan terburu buru bahkan dia menatap tajam kearah depan. Steve bahkan membuka pintu apartemen nya begitu tergesa-gesa. Matanya menatap sekeliling ruangan itu tapi tak menemukan siapapun di sana. Steve berjalan kembali membuka pintu kamar dari wanita itu juga tak ada siapapun di sana. Hatinya kini menjadi gusar karena wanita itu belum datang sedari tadi pagi.


Steve kini masuk ke dalam kamar nya sendiri, membersihkan dirinya dengan segera. Menguyur kepalanya yang terasa panas sedari tadi. Tak butuh waktu lama Steve menyelesaikan acara mandi nya. Steve yang hanya memakai kimono nya mendengar suara pintu yang terbuka. Steve tersenyum dengan langkah yang keluar dari kamar nya. Entah sadar atau tidak yang jelas saat ini Steve hanya memakai kimono serta celana pendek yang menutup sesuatu nya itu.


" Kau baru pulang bagus ini sudah hampir malam..." Bariton dari Steve membuat Jenni langsung memejamkan matanya sebentar sebelum akhirnya kembali membuka dan menatap orang itu.


" Steve kau sudah pulang?" Jenni malah terlihat gugup bahkan dia tak menjawab pertanyaan sengit yang di layangkan oleh laki laki itu yang tengah menatap nya dengan tajam.


" Kau dari mana he?" Steve menyilangkan tangan nya ke dada menatap wanita itu, memperhatikan wajah wanita itu meneliti nya dengan seksama.


" Aku baru bertemu dengan teman lama jadi aku lupa waktu karena asik nya mengobrol..." Jawab Jenni dengan tersenyum. Jenni kini melangkah kembali dirinya ingin masuk ke dalam kamar nya.


Tangan Steve segera menarik pergelangan tangan Jenni ketika wanita itu melewati nya begitu saja.


" Astaga kau membuat ku terkejut..." Jenni yang mendapatkan serangan tarikan pada tangan nya sungguh terkejut bukan main, bahkan dirinya yang di pojokan di dinding pun juga belum sadar nampaknya.


" Kau bertemu dengan teman lama siapa?"

__ADS_1


" Ha?, teman lama..." Jenni gugup bukan main, kali ini dia sadar bahwa posisi ini sungguh membuat jantung nya ingin lompat seketika dari rongga tubuh nya.


" Bukan teman lama tapi kau bertahan di restoran dengan David bukan?" Lagi lagi Jenni menelan ludahnya ketika laki laki itu berkata hal yang benar. Harusnya dia tak perlu berbohong karena rasa nya ini akan percuma karena laki laki dingin ini akan tahu apa saja yang dia lakukan.


" Steve aku di sana hanya untuk mendapatkan nama yang kau tanyakan dan aku juga berdebat dengan nya karena aku ingin keluar dari misi ini, aku sungguh tak macam macam dengan nya, aku hanya menanyakan hal yang kau suruh kemarin, sungguh..." Jenni dengan cepat menjelaskan apa yang terjadi di sana dengan cepat ketika tatapan dingin serta tatapan tajam itu meneliti nya.


" Berdebat seperti apa yang harus kalian lakukan?, berdebat hanya mulut dan mulut bukan kalian yang saling berpelukan..." Suaranya dingin ,Jenni terdiam ketika hal itu juga tak luput dari yang di ketahui oleh laki laki itu.


" Steve bisa kau minggir aku ingin mandi, aju benar benar lelah. Nanti kita akan membahas nya lagi..." Jenni kini ingin kabur dari kungkungan laki laki itu tapi nyata nya Steve tetap tak ingin melepaskan wanita itu.


" Steve..." Wanita itu yang merengek untuk di lepaskan kini menatap laki laki itu dengan tatapan tanda tanya. Jenni tahu betul bahwa tatapan penuh kemarahan itu tapi dia tak tahu apa yang membuat laki laki itu marah.


" Steve aku ingin mand- hmmpp..." Jenni tak bisa meneruskan ucapan nya ketika bibir nya kini secara paksa di bungkam oleh ciuman dari laki laki dingin itu.


Jenni hanya diam dia terlalu terkejut ketika serangan itu dia dapatkan dari Steve. Mata nya masih terbelalak tak percaya ketika ciuman pemaksa itu menyerang bibir nya. Jenni sulit bernafas seketika. Steve kini melepaskan ciuman itu ketika merasakan wanita itu tak membalas nya bahkan kaku bagaikan patung di sana.


" Bernafas lah..." Sebuah perkataan sebentar yang akhirnya ciuman lain nya menyasar bibir Jenni dengan lembut.

__ADS_1


Kini ciuman yang manis menyentuh Jenni, ciuman yang lembut tak seperti pertama ciuman tadi. Kini ciuman itu lebih dekat dari pertama nya karena Steve memiringkan kepalanya, mereka memejamkan mata nya dan saling membalas ciuman itu. Jenni meremas lengan Steve dengan kuat ketika ciuman itu seakan berbicara di sana. Kini tangan Steve meremas tengkuk wanita itu hingga ciuman itu kini menjadi ciuman yang lebih dalam. Kini mereka berpelukan bertambah erat dengan tetap berciuman yang begitu liar.


Ciuman itu kini menyasar leher wanita itu dengan begitu saja, Jenni kini sedikit memberikan ijin laki laki itu untuk mengakses leher nya dengan leluasa. Suara desaha* itu kini lolos begitu saja dari bibir wanita itu. Sebuah sentuhan lain nya membuat dirinya sedikit tersentak sadar. Otak nya seakan menyala seakan ada bahaya yang menimpah tubuhnya saat ini. Jenni mendorong tubuh Steve dengan keras hingga tubuh mereka terlepas begitu saja. Mereka saling bertatapan dengan bara api.


" Steve apa yang kau lalukan?" Jenni mengatur nafas nya yang memburu itu. Dia tak pungkiri bawa ciuman itu membangkitkan jiwa lain nya tapi ini tak bisa terjadi jika tak ada status yang jelas untuk mereka berdua.


Steve bahkan maju satu langkah lagi, menempelkan tubuh nya dengan tubuh Jenni. Matanya menatap wanita itu dengan tatapan hangat nya.


" Steve ini tak boleh terjadi, aku dan kamu tak memiliki hubungan apapun, kau dan aku-" Lagi lagi ucapan nya terhenti ketika ciuman pemaksa itu lagi lagi menyerang nya begitu saja. Tangan Jenni yang memberontak kini seakan muda di tahan oleh laki laki berbadan kekar itu.


Steve melepaskan ciuman itu ketika merasakan mereka tak memiliki oksigen untuk bernafas lagi. Mereka saling menempelkan kening nya dengan sama sama memejamkan mata nya.


" Maaf, aku tak bisa mengontrol diri ku. Aku tak tahu apa yang terjadi pada ku, tapi hati ku terasa panas dari tadi. Seseorang pengawal mu mengirimkan aku sebuah foto bahwa kau di peluk oleh David dan itu membuat aku serasa ingin membunuh laki laki itu. Tapi aku bisa menahan nya, giliran aku melihat mu dan kau malah berbohong pada ku, aku sungguh tak bisa menahan nya..." Steve yang berkata dengan mengatur nafas nya yang memburu karena ciuman itu.


Jenni menatap laki laki itu ketika kening itu tak saling menempel lagi. Jenni memberanikan diri menyelami mata itu.


" Kau cemburu hanya melihat aku di peluk oleh David?" Sebuah pertanyaan itu membuat Steve malah menatap ke arah mata Jenni dengan tatapan hangat nya.

__ADS_1


__ADS_2