Wanita Nakal

Wanita Nakal
Wanita Nakal Season2_ Pertengkaran 2


__ADS_3

“ apa maksud nya..” tanya nya dengan menatap ke arah hans.


“ mereka hanya ingin buat kamu semakin marah..” sangkal hans.


“ ariana sudah kita pergi..” cla menarik tangan ariana untuk pergi dari sana.


“ he bilang pada teman kamu itu, jika dia tak laku jangan mencoba mengambil milik orang lain, atau jangan jangan teman kamu itu jal*ng yang-“


“ cukup..” cla membentak wanita tersebut yang membuat nya terkejut dan tak jadi meneruskan ucapan nya. “ sekali lagi kau bilang dia jal*ng, kau akan tahu akibat nya..” tunjuk cla tepat di depan wajah nya.


Hans menempel tangan cla dengan keras. “ jangan kau berani menunjuk kekasih aku..” kata nya dengan tegas dengan juga menunjuk cla.


“ turun kan tangan mu dari kekasih ku..” suara tegas itu membuat semua orang yang beradu sengit menatap nya. “ lawan lu bukan dia. Lawan aku kekasihnya..” sambung nya dengan tegas dan kencang. Alex kini berdiri di depan cla dengan menantang hans.



“ honey sudah jangan bertengkar di sini..” cla menarik lengan alex tapi tetap alex tak pedulikan.


“ jangan berani dengan wanita tuan, hadapi aku kekasih nya..” hans hanya menatap ke arah alex dengan tatapan tak suka. “ kau tadi menantang kekasih aku, sekarang kau diam saja..” alex lagi lagi tak menghiraukan cla yang menarik lengan nya.


“ ini tak ada urusan nya dengan kamu. Urusan ku dengan para wanita ini yang tak terima dengan wanita ku.”


“ dia adalah wanita ku. apapun yang berurusan dengan clarissa akan menjadi urusan aku..” katanya dengan tegas.

__ADS_1


“ sekarang apa mau kamu?”


“ sekarang minta maaf pada cla karena sudah menampel tangan nya dan kekasih kamu juga harus minta maaf karena sudah mengatakan ariana jal*ng.”


“ kalau aku gak mau. Aku juga gak bakal ijinkan wanita aku minta maaf pada kalian..” ucap nya dengan menantang alex.


“ honey jangan bertengkar..” cla menarik nya lagi tapi tetap tak di hiraukan. “ i miss you honey..” katanya dengan manja, agar alex tak jadi bertengkar.


“ dia gak ingin minta maaf..” kata nya dengan menatap cla yang berada di belakang nya.


“ seperti nya dia harus di beri pelajaran alex..” timpal arnold yang juga maju ke depan.


“ astaga..” kata ariana dengan pelan.


“ lu yakin gak bakal minta maaf pada mereka..” alex yang bertanya lagi dengan gaya nya yang sombong.


“ baik, jika kau tak mau minta maaf pada mereka.”


Bugh!! Bugh !! dua pukulan di wajah hans dan perut nya membuat wanita yang di sana berteriak dengan pelan. Cla dengan spontan mundur kan langkah nya. hans yang memegangi perut nya menahan rasa sakit nya melihat ke arah alex yang menantang nya kembali. Bugh !! kini malah giliran arnold yang kembali memukul hans. Hans yang akhir nya tak terima malah memukul alex, bugh !!.


Alex kembali membalas nya dengan memberi pukulan pada tendangan kaki perut nya serta tendangan di kaki nya.


“ kamu kenapa malah ikutan sih beb..” ariana menarik tangan arnold. “ pisah mereka jangan malah ikutan bertengkar..” sambungnya. Arnold mencoba memisahkan mereka tapi tak bisa karena mereka sama sama terbawah emosi.

__ADS_1


“ berhenti..” teriak cla ketika alex hampir memukul hans lagi. “ kalian berdua benar benar memalukan..” kata nya dengan berlari.


“ cla.. cla.. tunggu aku clarissa..” ariana yang mengejar cla yang berlari keluar dari hotel tersebut.


“ honey..tunggu.. clarissa..” alex juga ikut mengejar nya.


“ clarissa...” hans juga berada di belakang alex, mengikuti mengejar nya, hans juga baru mengingat bahwa mantan nya takut dengan pertengkaran. Sedangkan wanita hans hanya terdiam ketika melihat laki laki nya ikut mengejar wanita yang bernama clarissa.


Clarissa yang dari tadi pagi tak mau menjawab telfon dari alex membiarkan ponsel nya bergetar dari tadi. Cla menatap nya sebentar ketika ponsel nya kembali bergetar. “ cla kamu baik baik saja?” ariana bertanya dengan sangat hati hati.


“ aku baik ariana..” kata nya dengan memejamkan mata. Bayangan masa lalu nya kembali menghantui diri nya, bayangan itu seakan di depan mata nya, pertengkaran alex dan hans tadi adalah pemicu bayangan kelam itu kembali, meskipun dengan susah payah cla tetap berusaha melupakan bayangan yang mengerikan.


“ bukan ayah yang melakukan nya..” teriak nya dengan menangis histeris.


“ tapi barang bukti ada di tangan ayah kamu..” jawab nya mereka.


“ kalian boleh membawa aku tapi lepaskan putri aku, jangan kalian ganggu dia..” laki laki yang gagah di masa itu seakan nampak hancur ketika melihat putri nya menangis di depan mata nya.


“ ayah katakan pada mereka bahwa bukan ayah pelaku nya.”


“ dengar gadis kecil, kau putri nya jelas kau akan membela ayah kamu, tapi kami para polisi di sini mengetahui barang bukti nya ada di tangan ayah kamu.”


“ tapi kalian tak menyaksikan apa yang mereka lakukan pada ayah aku.”

__ADS_1


“ clarissa diam nak..” sang ayah mencoba pendiam kan putri nya yang dari tadi tetap menyangkal bahwa ayah nya adalah pelaku tersebut. “ ayah akan ikut dengan mereka, dan kamu harus menjaga diri baik baik..” sambungnya dengan tetap kuat di depan putri nya. “ kalian jaga nona muda dengan baik, aku akan tetap memantau..” katanya kepada para pengawal nya dan mereka hanya menganggu. “ cari cara agar aku bisa bebas..” bisiknya kepada orang kepercayaan nya.


Clarissa masih ingat betul apa yang terjadi pada diri nya seusia 10 tahun. Usia yang masih sangat kecil untuk mengerti tentang hukum dan mengerti tentang urusan orang dewasa. Trauma nya di umur 10 tahun hingga sekarang tetap membekas di mata nya, clarissa menyaksikan apapun pada malam itu, malam di mana membuat nya harus berpisah dari sosok ayah yang selalu di bangga kan hingga saat ini.


__ADS_2