Wanita Nakal

Wanita Nakal
Wanita Nakal Musim3_ Kejujuran 5


__ADS_3

Pagi ini Steve sudah kembali normal, dirinya kini siap dengan tugas tugas nya, masalah kemarin yang membuat hati nya rapuh kini dia tutup rapat rapat meskipun hati nya perlu waktu untuk menata ulang semua nya itu. Steve kini sudah tiba di rumah bos nya, Steve selalu datang untuk menjemput bos nya, kini berdiri di dalam rumah itu dengan mengobrol dengan beberapa pengawal yang ada di sana.


Valarie yang keluar dari kamar nya tanpa sengaja menatap ke arah sosok laki laki yang dari semalam di pikirkan suaminya, Val kini menghampirinya dengan langkah pelan nya. Steve yang melihat Nyonya muda itu juga menghampiri nya dengan segera.


" Selamat pagi Nyonya..." Sapa nya dengan cepat ketika mereka sudah saling menatap.


" Selamat pagi Steve?, kau datang kemari?"


" Tentu Nyonya, apa anda lupa bawa saya setiap hari datang?" Steve tau bahwa Nyonya muda nya itu pasti sudah mengetahui semua ini. Tapi dirinya kini sudah bertekad untuk melupakan cinta itu, saat ini mungkin belum bisa tapi dirinya akan berusaha untuk merelakan cinta nya yang kandas.


"'Steve aku tau kau sedang terluka, kau tak apa?, jika kau masih ingin sendiri kau bisa mengambil cuti mu, aku yang akan mengatakan pada suami ku..." Val yang ingin segera melangkah tertahan.


" Tidak Nyonya, saya tidak apa apa. Mungkin jika saya mengambil cuti saya akan merasa laki laki yang paling menyedihkan, tapi jika saya bekerja saya akan sedikit melupakan masalah ini. Semua nya butuh proses Nyonya, tapi saya yakin saya bisa melupakan nya..." Steve kini tersenyum kecut, dia menelan kata kata nya dengan berat hati. Mulut dan hati nya kini tak sama, mulutnya berkata dia akan merelakan ini semua tapi hatinya masih enggan untuk melupakan nya.


" Steve aku tau semuanya butuh proses kau harus berjuang untuk melupakan itu semua, tapi aku rasa kau harus berjuang demi cinta mu. Aku yakin kau pasti bisa."


" Tidak Nyonya, kami berdua sepakat untuk tidak ada yang memperjuangkan cinta ini. Profesi kami tak bisa kami satukan, jika kami tetap bertahan akan saling menyakiti karena kami tak ingin ada terluka di sini. Mungkin ini sudah jalan Tuhan menjadikan kami kuat di depan nanti, aku yakin Tuhan tau mana yang terbaik untuk kami..." Steve dengan kerelaan hatinya dia bisa mengatakan hal yang tentu saja menyakiti hati nya itu. Hati laki laki dingin itu rapuh, sangat rapuh tapi dia berusaha menutupi semuanya dengan senyuman seperti biasanya. Dia kembali seperti biasa nya sosok Steve yang selalu dingin dan akan berada di depan bos nya itu.

__ADS_1


" Steve jangan membenci Zac, aku tau di salah tapi dia melakukan ini untuk kebaikan kalian semua, dia hanya ingin kekasih mu mundur dari kerja nya agar kalian bisa menikah, hanya itu. Tapi seperti nya kalian memilih tak sesuai dengan imajinasi Zac, dia berharap Jennifer mundur dan memilih mu, tapi sayangnya dia lebih memilih pekerjaan nya."


" Nyonya kami tak bisa mundur dari pekerjaan hanya karena cinta itu tak etis menurut kami. Kami memang membutuhkan cinta tapi kami juga membutuhkan pekerjaan ini. Anda jangan terlalu memikirkan saya Nyonya, saya baik baik saja, saya akan tetap baik baik saja..." Steve kini tersenyum lembut meskipun senyuman itu harus ada luka di sana.


" Berjuanglah jika kau ingin berjuang tapi jika kau ingin menyerah maka menyerah lah, karena cinta tak akan datang satu kali di antara kalian, akan ada jodoh yang Tuhan berikan untuk mu maupun Jennifer, aku yakin kalian berdua pasti bisa melewati hal ini. Kalian saja bisa melewati hal buruk sekali pun berulang kali, maka kalian pasti bisa melewati hal seperti ini..." Val menatap kesedihan di mata Steve, Val juga menangkap wajah laki laki itu berusaha menjadikan dirinya kuat dalam hal ini, dia berusaha dengan segala kekuatan nya.


Steve hanya mengangguk membernarkan apa yang di katakan oleh Nyonya muda nya, Steve memang sudah melewati hal buruk sekalipun, hal yang paling menyakiti sekali pun. Tapi hari di mana cinta hilang adalah hari paling buruk yang belum dia lewati sama sekali. Hari ini adalah hari yang paling buruk, dia berusaha bangkit dari keterpurukan cinta, dia berusaha keluar dari lingkaran cinta yang membuatnya jatuh ketitik terendah saat ini.


" Apa Tuan masih tidur Nyonya?" Steve mengahlikan pembicaraan yang membuat dada nya terasa sesak jika harus membahas nya lagi.


" Tidak dia pasti sebentar lagi keluar, Steve aku harus duduk, pinggang ku terasa sakit jika berdiri terlalu lama."


Zac yang keluar dari kamar nya dan melihat sang istri duduk di sofa dengan seorang yang di kenal. Zac tak menyangka bawa asisten nya itu kini seperti biasanya datang dan mengobrol dengan istrinya seperti tak ada masalah apapun yang terjadi di hati nya.


" Sayang..." Zac segera memanggil istrinya itu membuat kedua orang itu menoleh kearah nya dan Steve tentu saja langsung berdiri dan sedikit menunduk.


" Selamat pagi Tuan..." Sapa nya dengan menunduk.

__ADS_1


" Selamat pagi, duduklah..." Steve kini kembali dudu ketika bos nya menyuruhnya untuk duduk dan dia juga duduk di sofa dekat istrinya itu.


" Kau tak makan honey?, kenapa malah duduk di sini?" Zac mencium pipi istrinya itu.


" Makanan akan di antar ke sini, aku bosan harus duduk di meja makan..." Jawabnya dengan cemberut.


" Tuan nanti anda tak terlalu memilih jadwal yang padat, bagaimana jika saya pesan kan restoran untuk anda makan malam..." Timpal Steve dengan segera.


" Ide yang bagus Steve, tapi kau juga harus ikut kami, aku merasa bosan makan berdua saja dengan suami ku..." Zac melotot tak percaya ketika istrinya malah berucap seperti itu.


" Kau apa sayang?" Tanyanya dengan dingin.


" Steve ajaklah yang lain aku ingin kita makan rame rame pasti itu akan sangat seru..." Val malah tak menjawab apa yang di katakan suaminya itu.


" Sayang kau tak menjawab pertanyaan ku he?"


" Ayolah Hubby aku tak ingin ribut oke, aku hanya ingin kita makan rame rame dengan yang lain. Aku beneran bosan makan berdua saja dengan mu..." Val memainkan mata satu nya agar sang suami itu mengerti arti dari ini semua tapi nyata nya sang suami itu tak tahu apapun.

__ADS_1


" Steve kau pesan kita untuk makan malam oke, kita perlu berkumpul karena kita lama tak berkumpul dengan yang lain..." Val merasa kesal karena suaminya tak tahu maksud tujuan nya itu.


Dasar suami payah. Cibir Val di dalam hati.


__ADS_2