
Abhi dan Suhu itu kini tiba di rumah mewah nya, Suhu itu hanya menatap ke luar jendela dengan pikiran nya yang tak menentu, dari tadi dia menghubungi tim nya dan mengatakan bahwa semua nya harus segera pergi dari sana. Dan sebuah pesawat sudah menunggu mereka untuk membawa mereka bersembunyi dengan segara.
" Kau tak tenang?" Suara Abhi kini mengejutkan nya, dia dengan cepat melihat ke arah nya dengan senyuman yang tertahan.
" Sedikit, aku tak lega sebelum mereka berangkat ke persembunyian itu..." Wanita itu mencoba untuk tersenyum meskipun hati nya kacau tak menentu.
" Mereka aman, kau tenang saja. Tim ku belum bergerak hari ini, para FBI juga tak akan bergerak sekarang, jadi kau tenang..." Entah kenapa setiap laki laki itu berbicara Suhu cantik itu bisa bernafas lega. Dia hanya tersenyum melihat Abhi yang juga menatap nya. " Ayo turun..." Suhu itu mengangguk pelan dan segera turun dari mobil nya.
Mata nya menatap sekeliling rumah dari police itu, rumah yang bersih serta taman yang indah membuat siapa saja akan betah di rumah itu. Abhi membawa koper milik dari wanita itu, membawa nya masuk juga. Setelah Abhi mengenalkan Suhu itu kepada para pembantu, Abhi memberi tahu kamar tamu yang ada di atas bersebelahan dengan kamar nya.
" Ini kamar mu, dan itu kamar ku. Jika ada apa aku di sana..." Suhu itu berada di ambang pintu kamar tamu yang akan dia tempati sementara waktu.
" Terima kasih..." Jawabnya membuat Abhi juga membalas senyuman itu.
" Istirahatlah, aku akan bersih bersih badan..." Suhu itu mengangguk dan dia segera masuk ke dalam kamarnya dan menutup pintu itu dengan segera, Wanita itu bersandar di pintu dengan menyentuh dada nya yang terasa tak biasa nya.
" Astaga kenapa jantung ku?, ini hanya gara gara aku khawatir dengan tim ku..." Dia tak yakin dengan apa yang di alami nya, dia yakin bahwa jantungnya seperti ini karena tim nya belum berangkat bersembunyi.
Wanita itu berjalan merebahkan tubuh nya di atas kasur dengan memejamkan mata nya sebentar untuk menetralkan pikiran serta hati nya yang kacau. Dia tak takut berhadapan dengan siapa pun, jika dia di penjara pun tak jadi masalah yang jadi masalah adalah tim nya yang di bawah tanggung jawab nya selama ini.
Sedangkan di kamar lain laki laki itu menatap dirinya di depan cermin, dia menatap sinis dan kecewa pada dirinya sekarang, dia yang masih berpakaian lengkap police tak menyangka bahwa dirinya bisa berkhianat di dalam kesatuannya, dan dia juga tengah menyembunyikan seseorang yang tengah di incar banyak pihak.
" Apa keputusan ku benar?" Liriknya dengan pelan.
__ADS_1
" Apa aku pantas berdiri di antara dua kelompok?" Sambungnya lagi.
Abhi bimbang dengan semua nya, dia bimbang harus bagaimana. Dia sudah terlanjur jauh bermain main dengan mereka, tapi nyata nya dia lebih nyaman bersama para mafia itu. Hati dan pikiran nya kini menentukan pilihan nya, meskipun pilihan itu sulit tapi kini dia yakin bahwa pilihannya adalah yang terbaik untuk nya.
Abhi yang dari tadi bergelut dengan pikiran serta hati nya, kini berjam jam berada di dalam kamarnya akhirnya setelah selesai membersihkan tubuhnya kini memilih keluar dari kamar nya. Dia menatap kamar tamu yang masih tertutup.
Apa dia belum keluar? batin nya dengan menatap pintu besar itu.
Tok! Tok! ketukan pelan dan panggilan pada Suhu itu membuat orang yang ada di dalam nya tak mendapatkan respon sama sekali. Abhi yang takut terjadi apa apa kini memberanikan diri untuk masuk ke dalam.
Ceklek!! pintu itu ternyata tak di kunci oleh orang nya, Abhi melihat sekeliling kamar itu tak ada wanita yang dia cari, pikiran nya berkecamuk, dia takut jika wanita itu kabur dan meninggalkan rumah itu.
" Suhu.. di mana kamu?" Liriknya dengan pelan.
Ceklek!! Suara pintu dari kamar mandi membuatnya melihat seketika. Abhi yang melihat wanita itu keluar dari kamar mandi terasa sangat lega hati nya, setidaknya wanita itu tak kabur.
" Maaf.. aku pikir tadi kamu kenapa kenapa, jadi aku masuk..." Abhi menatap wanita itu yang rambutnya masih basah karena dia baru saja menyelesaikan urusan mandi nya.
" Bisakah kau pergi, aku ingin berganti pakaian..." Usirnya dengan cepat.
" Ah.. iya..." Abhi langsung pergi dari kamar wanita itu ketika wanita itu mengatakan apa yang ingin dia lakukan. Abhi dari tadi tak fokus ketika setengah melihat tubuh putih dan mulus dari wanita itu. Jiwa liar nya kini memenuhi otak nya yang dari tadi berpikir yang tidak tidak.
" Apa yang ada di dalam handuk tadi juga begitu mulus..." Pikiran nya kini mulai kotor dan dengan cepat dia geleng geleng kepala untuk tidak berpikir yang tidak tidak.
Abhi yang kini duduk di taman belakang serta dengan lamunan nya, tersentak terkejut ketika ada sebuah tangan menyentuh pundak nya.
" Kau mengejutkan ku..." Laki laki itu benar benar terkejut ketika tangan kecil itu menyentuh pundaknya.
__ADS_1
" Kau melamun?" Tanyanya dengan duduk di sebelah laki laki itu dengan juga menatap ke arah bunga bunga yang bermekaran.
" Tidak..." Katanya dengan cepat.
" Atau jangan jangan kau berpikir kotor tentang ku?" Abhi di buat melotot ke arah wanita yang menuduhnya itu.
" Tentu saja tidak..." Elaknya dengan cepat, tapi apa yang ditudukkan wanita itu memang benar, dia sedangkan melamunkan wanita yang saat ini ada di sebelahnya.
" Biasanya para laki laki akan memikirkan hal yang tidak tidak jika sudah melihat wanita hanya memakai handuk..." Abhi di buat menatapnya langsung ke arah wanita itu.
" Aku tak seperti laki laki lain..." Katanya dengan gugup, dia tak tahu bagaimana wanita itu tahu bahwa dia tengah memikirkan liar tentang dirinya itu.
" Kenapa kau gugup jika tidak..." Suhu cantik itu tersenyum ketika melihat wajah laki laki itu panik serta suaranya yang begitu gugup.
" Tidak..." Elaknya.
" Tapi wajah mu memerah?" Godanya lagi.
" Ini hanya terkena cahaya matahari..." Tentu saja dia berbohong, dia tak mungkin jujur mengatakan bahwa dirinya memang tengah melamunkan wanita itu bertelanjang.
" Benarkah?" Godanya dengan menahan tawa nya.
" Atau jangan jangan kau berharap tadi aku menggoda mu dan memasuki tubuh mu?" Kini Abhi malah membalas menggoda wanita yang ads di samping nya.
Suhu itu kini malah di buat tak berkutik dengan ucapan yang di lontarkan oleh laki laki itu.
" Aku tidak..." Jawabnya dengan cepat dan memang wanita itu tak memiliki pikiran apa apa tentang laki laki police itu.
__ADS_1