Wanita Nakal

Wanita Nakal
Wanita Nakal Musim3_ Kemarahan Mereka 2


__ADS_3

Suara raungan mobil dari James kini membuat kedua wanita itu saling bertatapan. Sang pengasuh sedikit mengintip dari jendela kamar Angel, James yang akan selalu keluar jika dirinya setelah memukuli Violet.


" Nyonya Tuan pergi..." Katanya dengan mengatakan kepada Nyonya nya.


Violet kini bernafas lega setidaknya dia bisa bernafas. Violet kini meminta baju ganti kepada pengasuh tersebut.


" Bereskan barang barang Angel kita pergi dari sini, aku bisa mati jika tetap di sini..." Sang pengasuh hanya bisa melongo tak percaya ketika Nyonya kini mengambil keputusan.


" Nyonya yakin?"


" Bereskan yang terpenting saja, tengah malam nanti kita keluar diam diam..." Keputusan itu tak bisa di bantah lagi keputusannya untuk pergi jauh dari James kini harus di ambil oleh Violet.


Bertahun tahun dia menghadapi siksaan seperti ini, dia bertahan hanya demi keponakannya yang di anggap anak nya sendiri. Dia tak ingin mental gadis kecil terganggu karena ulah mereka.


Tapi kali ini dia sudah cukup untuk bertahan, dia tak ingin bertahan di dalam rumah tangga yang selalu penuh dengan derita. Siksaan batin dan siksaan fisik seakan tak pernah berakhir di dari dulu.


Violet kini mencari ponsel nya tapi seakan semuanya tertinggal di kamar miliknya. Violet kini dengan perlahan keluar dari kamar anak nya, langkahnya begitu pelan dan membuka pintu itu dengan hati hati.


Violet membuka kamar itu dan dengan segera mencari ponselnya tapi sayangnya ponsel itu tak ada di mana pun. Violet mencarinya di setiap sudut kamar tapi tetap tak menemukan ponsel nya.


" Ini pasti ulah James yang menyembunyikan ponsel ku, sial..." Katanya dengan geram.


Violet kini mengambil barang barang pentingnya dia hanya membawa sedikit barang untuk keperluannya. Violet kini kembali ke kamar anak nya dengan tas kecil yang siap di bawah.


" Sudah selesai?"


" Sudah Nyonya, saya hanya membawa barang seperlunya saja..." Jawab sang pengasuh.


" Berikan ponsel mu aku ingin menghubungi seseorang..." Violet tak tau ingin menghubungi. siapa, nomer ponsel Albert pun di juga tak tau.


Violet kini mencari nama Albert seorang pengacara yang begitu terkenal. Dia menekan nomer ponsel nya yang tertera di datanya.



Sedangkan Albert kini menatap ponselnya yang bergetar, dia melihat jam pada dinding nya. Ponsel yang hanya untuk para klien nya kini bergetar dari tadi.


" Astaga ini sudah malam tapi masih saja ada yang menghubungi ku..." Albert kini hanya menghela nafasnya dengan kasar dan mengabaikan panggilan itu.

__ADS_1


Albert kini kembali dengan lamunannya tapi laki laki fokusnya gagal ketika mendengar suara getaran panggilan yang seakan berteriak meminta untuk di angkat.


" Astaga nomer ini..." Albert kini menggeser tombol hijau dengan rasa kesal.


" Halo selamat malam!, bisakah untuk kembali menghubungi saya kembali besok saya-"


" Al..." Suara lembut itu menghentikan ucapan Albert. " Albert kau mendengar ku?"


" Vio itu kah kamu Sayang?" Albert tak menyangka bawa wanitanya malah menghubunginya di nomer khusus klien nya.


" Al bisakah aku meminta bantuan mu?"


" Ada apa?, kenapa dengan suara mu?" Albert kini yakin ada sesuatu yang terjadi.


Violet menceritakan semuanya, semua kejahatan yang di lakukan oleh suaminya, pertengkaran tadi hingga tamparan serta cekikan tadi membuat Albert merasa geram.


" Aku akan datang ke sana untuk menjemput kalian."


" Tidak Al, aku tidak mau ada sesuatu yang terjadi padamu. Bantu aku untuk pergi dari sini tapi jangan datang kemari."


" Baiklah aku berangkat sekarang."


" Baiklah aku akan menunggu di sana. Al jika dalam satu jam aku tak datang maka datanglah kemari, aku benar benar butuh bantuan mu tapi untuk saat ini biarkan aku pergi dengan cara ku."


" Baiklah Sayang kami hati hati."


Panggilan itu pun terputus dan Albert tentu saja langsung menghubungi rekan rekannya untuk meminta bantuan.



" Kau ini kenapa malam malam menghubungi ku?" Andre yang baru masuk ke dalam kamarnya kini melihat ponselnya yang bergetar.


" Aku meminta bantuan mu, datanglah ke tempat yang aku kirimkan, datanglah dengan banyak orang. Aku sungguh butuh bantuan mu."


" Kau ini kenapa?, apa kau di serang orang lain?"


" Andre bisakah kau tak banyak tanya dulu, datanglah saja dulu."

__ADS_1


" Oke aku datang, kau ini lama lama jadi cerewet kayak wanita."


Albert tak peduli dengan ocehan dari sahabatnya dia memutuskan panggilan tersebut. Albert dengan segera mengirimkan lokasi di mana dia membutuhkan bantuan.


Albert kini segera meninggalkan apartemennya dan segera menuju ke tempat di mana mereka nanti bertemu. Sedangkan Violet kini dengan menyakinkan hatinya membawa pergi dari ini semua.


" Kakak maafkan aku, aku sudah tak sanggup dengan James, aku bisa mati perlahan jika aku terus di sini. Kakak maafkan aku tapi aku akan membawa Angel bersama mu, beri aku kekuatan Kak..." Violet kini menyakinkan dirinya sendiri bahwa keputusannya saat ini tepat.


Sang pengasuh kini mengendong pelan Angel yang masih terlelap tidurnya.


" Kita harus pelan jangan biarkan ada yang bangun dan ada yang tau kita pergi..." Sang pengasuh hanya mengangguk pelan.


Mereka kini mengendap-endap keluarnya dengan pelan, seakan mereka adalah seperti perampok yang akan pergi setelah mengambil milik rumah tersebut. Violet serta sang pengasuh seakan menahan nafasnya ketika mereka hampir tiba di pintu rumah tersebut.


" Kalian duduklah di belakang dan pasang selimut untuk menutupi kalian, agar penjaga tak tau kalau kita keluar."


" Baik Nyonya..." Sang pengasuh patuh apa yang di katakan Nyonya itu. Dia lebih tau seperti apa penderitaan yang di rasakan oleh Nyonya nya.


Tintin!! penjaga pagar itu langsung menghampiri mobil dari Violet yang sudah berada di depan gerbang.


" Nyonya anda mau kemana ini sudah malam."


" Saya ingin menemui suami saya, buka gerbangnya..." Perintahnya.


" Maaf Nyonya saya akan menghubungi Tuan dulu-"


" Suami saya tidak sadarkan diri karena banyak minum, jadi kau ingin aku menunggu mu menghubungi suami saya?, buka atau kau akan tau akibatnya besok?" Sang penjaga kini berpikir sebentar, memang biasanya Tuan nya pasti akan tak sadar jika banyak minum.


Sang penjaga kini membuka gerbang dengan cepat dan dengan segara Violet melajukan mobilnya dengan sedikit kencang. Kini mereka menghela nafas dengan lega ketika mereka bisa keluar dari rumah tersebut.


" Nyonya kita mau kemana?, kita pasti akan ketahuan oleh Tuan James."


" Tenanglah dulu jangan khawatir, ada teman ku yang akan membantu kita untuk bersembunyi."


Violet kini dengan cepat melajukan mobilnya menuju ketempat di mana dia dan Albert bertemu. Violet kini menyiapkan segala hatinya dengan semua apa yang akan terjadi sebentar lagi.


James tak akan tinggal diam ketika mengetahui bahwa istri dan putri nya kabur dari rumah mereka.

__ADS_1


__ADS_2