Wanita Nakal

Wanita Nakal
Wanita Nakal Musim3_ Gagal 2


__ADS_3

" Sayang jangan marah, aku tak bermaksud menolak mu. Aku juga tersiksa seperti ini. Julio juga sakit karena dirinya bangun..." Zac yang melihat sang istri tidur dengan memiringkan tidurnya memunggungi nya dengan cepat merangkak ke sebelahnya memeluknya dari arah belakang, mencium leher istrinya lagi.


" Sudahlah, aku sudah mengantuk. Tidurlah..." Val mencoba memejamkan matanya, dirinya pura pura tidur agar sang suami untuk tidur di sebelahnya.


" Sayang jangan marah please..." Nada permohonan dari Zac tak membuat Val membuka matanya, bahkan dirinya pura pura tertidur meskipun dirinya sedang menahan hasra* nya dan menahan amarahnya karena lagi lagi di tolak oleh sang suami.


" Honey..." Zac membalikan badan istrinya hingga tubuh sang istri terlentang di depan nya. Mata Val kini terbuka dengan tatapan datarnya yang penuh dengan rasa kecewa yang begitu dalam.


" Tidurlah, ini sudah malam..." Val yang ingin membalikan tubuhnya lagi tak bisa karena di tahan oleh sang suami yang kini menatap nya dengan penuh permohonan.


" Sayang jangan marah..." Val yang ingin menjawab tak bisa karena mulut nya sudah di bungkam oleh ciuman sang suami yang terasa terburu buru ingin menuntaskan sesuatu yang dari tadi ingin keluar.


" Hmm..." Desaha* tertahan itu dan Val memukul dada suami nya dengan kencang membuat Zac segera melepaskan ciuman itu.


" Zac kau ingin membunuh ku?" Suara nya meninggi ketika ciuman itu terlepas.


" Sayang maafkan aku, aku tak bermaksud seperti itu..." Zac dengan cepat menjelaskan nya kepada sang istri.


" Sudahlah jangan di paksa, sebaiknya kita tidur..." Kedua mata itu kini saling bertatapan, mata Zac yang penuh dengan permohonan maaf sedangkan Val tatapan penuh dengan rasa kecewa.

__ADS_1


Zac kini kembali menggapai bibir istrinya dengan pelan, meluma* nya dengan lembut, menyesa* nya dengan hati hati dan tak terburu buru seperti tadi. Ciuman yang hanya Zac yang melakukan nya kini tak di sambut oleh sang istri, Zac tahu istri nya kini sedang dalam keadaan marahnya, tapi Zac tetap menggoda istrinya dengan meluma* bibir ranum istrinya, menggigi* dengan pelan, Val membuka bibir itu mengijinkan sang suami menarik lida* nya. Cumbuan itu kini menggoda Val, pada akhirnya ciuman itu di sambut hangat oleh sang istri, Val kini membalas apa yang dia lakukan oleh sang suami nya, meluma* nya dengan penuh kerinduan yang mendalam. Mereka saling menumpahkan kerinduan itu hanya melalui ciuman yang begitu lembut.


Tangan Zac kini menjelajahi seluruh tubuh istrinya, merema* benda yang begitu menonjo* di depan sana. Val menggeliat ketika sebuah godaan yang tak bisa dia tahan untuk tak mendesa* kenikmatan di sana. Zac melepaskan semua pakaian yang ada di tubuh mereka dengan cepat, lida* nya kini menggoda putin* itu dengan sesekali menyesa* nya.


" Uh.. ah.. Hubby..." Erangnya ketika lida* menyapu seluruh nya dengan hasr*t yang sudah memuncak.


Tangan Zac tak hanya berada di sana dia mulai menggoda benda kenikmata* yang di tumbuhi bulu bulu halus di sana. Desaha* itu kini terdengar lagi ketika jemarinya masuk menggoda di sana dengan pelan. Zac mengera* ketika telapak tangan sang istri meraba benda yang ada di antara dua paha dan membuatnya kembali One dengan sangat sempurna.


Genggaman itu terlepas ketika Zac menuruni tubuh istrinya, dan menggapai* benda itu menggunakan lida* nya. Val merasakan kegelian di saat lida* itu menggoda di bawah sana.


" Ah.. hubby...uh...argh...." Desaha* itu begitu membuat tubuh Zac begitu tegang, dirinya juga merasakan tegang ketika dirinya bermain main di bawah sana.


Ah!!! desaha* yang sungguh tak bisa membuat dirinya tertahan lama, tangan Val kini meremas rambut suaminya, menjepit kepala nya dengan kedua pahanya serta menahan nya, Zac dengan cepat menghisa* semua caira* yang terasa keluar membasahi seluruh mulut nya itu. Val yang tak cukup lama bertahan kini di buat lemas karena gelombang pertama kalinya mengalir begitu saja di bawah sana. Dengan pelan dan mengatur nafas nya dia melepaskan semuanya dengan saling mengatur nafas itu.


" Sayang..." Bisikan pada telinga nya membuat wanita itu menatap ke arah samping. Sekarang mata mereka bertatapan. Val mendorong tubuh suami nya kini giliran Zac yang terlentang di sana. Val mengulu* dada suaminya dengan sesekali menggoda nya mengunakan lida* nya dengan lembut.


" Sayang.. uh...ah..." Geraman nya ketika tangan istrinya memainkan benda tumpul itu dengan naik turun dengan cepat, bibirnya tak henti henti nya menggoda dada suami nya yang kali ini sungguh pasrah.


Val kali ini menurunkan kuluma* nya, menjelajahi tubuh suaminya mengunakan lida* nya dengan sesekali menyesa* nya dengan pelan. Zac hanya mampu mengeram dan memejamkan matanya ketika menikmati perilaku sang istri yang begitu membangkitkan gairah nya. Zac kini langsung membuka matanya dengan melihat sebentar, dia sedikit memejamkan matanya kembali ketika merasakan julio itu masuk ke dalam bibir istrinya dengan sempurna.

__ADS_1


" Ah...uh... Honey..." Erangnya ketika lida* itu menggoda pucuk julio itu dengan lembut. Zac kini tak bisa berkutik ketika sebuah kenikmatan yang di sajikan oleh sang istri mampu membuatnya tak tahan begitu lama.


Val kembali memasukan nya ke dalam mulut nya, menggoda nya dengan nikmat. Lida* itu tetap mempermainkan benda tumpul itu hingga membuat laki laki yang memiliki kekuasan itu kini tak berdaya dan terhanyut dalam kenikmatan yang di berikan oleh mulut istrinya itu. Kepala Val kini maju mundur memasukan benda itu dengan pelan pelan, Zac hanya mampu mengeram karena kenikmatan.


" Ah.. honey.. aku sampai..." Erangnya dengan menahan julio itu tetap berada di mulut sang istri. Zac tak tahan karena kenikmatan mulut sang istri hingga membuat dirinya terhanyut akan denyuta* yang begitu dia ingin gapai dari tadi


Val tentu saja tak melepaskan begitu saja dia tetap menyesa* julio itu, Val tetap mendiamkan di sana dengan merasakan caira* itu memenuhi mulutnya. Val bahkan menelan itu semua dengan tanpa rasa jijiknya, bahkan dia tetap menjilat* julio itu, membersihkan julio itu dengan lida* nya.


" Sayang kita mengeluarkan nya tanpa harus melakukan nya..." Ucap Val yang berbaring di sebelah suami nya itu.


Zac kini mengatur nafasnya yang memburu, apa yang di katakan istrinya benar, mereka mengeluarkan nya tanpa melakukan hubungan badan.


" Kau nakal sekali honey, lain kali jangan lakukan hal ini."


" Tapi kau juga menikmati nya hubby..." Kedua orang sama sama saling berpandangan dengan saling tersenyum penuh dengan rasa puas nya.


" Tidurlah sayang, besok kita akan bertanya kepada dokter..." Val mengangguk pelan ketika sebuah dekapan menyentuh nya dengan erat.


Malam ini mereka berdua tertidur dengan rasa yang tenang karena sesuatu yang tertahan beberapa lama kini akhirnya keluar dengan nikmat. Kedamaian mereka tak membuat semua orang orang nya yang masih saling menatap penuh dengan tanda tanya, serta penuh dengan hawa panas di sekitar mereka.

__ADS_1


Di apartemen Steve kini Jennifer mulai membuka jati dirinya dengan rasa takut yang bergetar di tubuhnya, sedangkan di markas kedua orang itu mengakui nya telah di perintahkan oleh sosok laki laki bernama Marco.


__ADS_2