
" Biarkan aku pergi dan cari tahu siapa yang mengetahui aku ada di sini..." Sambungnya lagi.
Zac menghela nafas nya, menurunkan senjatanya yang dari tadi dia todongkan ke arah kakak iparnya, dia benar benar goyah karena ucapkan kakak iparnya yang terlalu serius dan sungguh sungguh.
" He.. jangan bergerak..." Teriaknya ketika laki laki itu bergerak ingin kabur. Abhi langsung terdiam ketika mendengar teriakan dari adik iparnya itu dan langsung mengangkat tangan nya lagi ketika senjata itu di todongkan lagi.
" Biarkan aku pergi..." Suaranya yang serius dan permohonan yang sungguh sungguh.
" Aku beri waktu satu minggu untuk mencari tahu, jika dalam waktu satu minggu kau tak bisa memberi tahu siapa yang membongkar kau di sini, bukti kejahatan mu akan ada di meja Jendral mu..." Ancamnya dengan serius. Itu bukan ancaman tapi kata sungguh sungguh dari ketua mafia Dio Della Morte.
" Aku janji akan mencari tahu semuanya..." Zac melemparkan senjata yang dia pengang agar di bawah Abhi.
Abhi yang mendapatkan posisi terbuka dengan segera pergi keluar dari markas itu, dia akan mencari tahu siapa yang tahu bahwa dirinya ada di markas ini.
tap!! tap!! tap!! suara Abhi berlari yang ingin keluar melewati pintu belakang. Bug!! suara benturan yang keras itu dari tubuh Abhi yang terjatuh karena tendangan dari arah samping lengan Abhi.
Abhi menatap siapa pelakunya yang menendang dirinya dari samping, membuat mata mereka saling bertatapan dengan pancaran masing masing kilatan. Abhi tak bisa bangun ketika besi panjang itu diarahkan ke leher nya oleh seseorang yang berdiri tak jauh dari sana.
" Harusnya aku tak terjebak oleh cinta mu, jika aku tahu kau membodohi ku dan mengkhianati tim ku..." Suaranya dingin dan ketus, kini cinta tak lagi ada di hati wanita itu, dia merasakan sakit yang begitu dalam gara gara laki laki yang tergeletak di lantai itu.
__ADS_1
" Cinta, aku tak melakukan apapun..." Suaranya bergetar, dia tak tahu harus menjelaskan bagaimana kepada wanitanya.
" Tak ada cinta di sini, aku bukan kekasihmu, bukan cintamu. Tapi aku dewa kematian yang mengambil nyawa mu. Sudah ku Peringatan bahwa jika kau macam macam aku akan yang membunuh mu sendiri, dan akan mengubur cinta ini bersama mayat mu..." Suhu cantik itu kini menjadi ganas, rasa sakit dan kecewa dari wanita itu mampu mengubah suaranya yang kemarin lembut dan sikapnya yang romantis kini menjadi dewa kematian yang siap membunuhnya kapan pun.
Abhi tak bisa mengatakan apapun saat ini, hanya bisa menatap penuh luka ketika wanita yang dia cintai harus seperti ini kepadanya.
" Ikutlah dengan ku dan kita akan membangun rumah tangga yang kita impikan selama ini..." hanya itu yang mampu di ucapkan oleh laki laki itu, Jika wanitanya ingin pergi bersama nya dan meninggalkan dunia ini, dia janji akan bersembunyi di lubang kecil sekali pun asal hidup bersama wanita yang dia cintai.
Suhu itu tertawa dengan sinis nya, kilatan kemarahan yang di tangkap oleh Abhi tak pudar sama sekali. " Aku tak pengecut seperti mu, aku akan tetap di sini bersama keluarga, membantai semua musuh ku yang ingin mengincar keluarga ku..." Katanya dengan sinis.
" Monica sayang ingat aku mencintai mu dan kau mencintai ku. Kita hanya perlu bergandengan tangan pergi dari ini semua. Aku akan mengundurkan diri dari kesatuan jika kau ingin ikut bersama ku.Kita akan membangun rumah tangga yang bahagia serta melihat anak anak kita lahir..." Abhi berkata dengan lembut menyakinkan kekasihnya, mengingatkan kembali apa yang menjadi harapannya kemarin.
" Cinta ku mati ketika menyadari aku tahu kau bersandiwara selama ini. Kau tak mencintai ku Abhi tapi kau membodohi ku, mencari tahu siapa di balik ini semua, mencari tahu siapa ketua kami, sekarang kau tahu dan kau kabur karena ingin memberi tahu bahwa siapa pimpinan ini..." Tuduhnya dengan menatap tajam ke arah laki laki itu.
" Monica aku memilih pergi karena aku tak tega melihat mereka terbunuh, aku lebih baik pergi dan mencari tahu-"
" Mencari tahu siapa lagi atasan kami?" Senyum kecut dari bibir wanita itu tak bisa di pungkiri, Wanita itu tetap tak percaya dengan apa yang di katakan oleh laki laki itu.
__ADS_1
" Suhu biarkan aku pergi dari sini, aku harus pergi. Zac mengijinkan aku pergi dan mencari tahu siapa di balik ini semua..." Kata katanya dengan sungguh sungguh.
" Bos mengijinkan mu tapi aku tidak. Aku lebih memilih kau mati dengan membawa cinta ku mati di banding kau pergi membawa cinta ku pergi bersama mu..." Ucapnya dengan sungguh sungguh.
" Jangan membenci ku dan percayalah bahwa aku mencintai mu..." Liriknya dengan sedih.
Abhi kini menyentuh besi panjang itu, memelintir nya dengan kuat hingga ujung besi yang di pegang oleh Monica harus mengenai wajah ayunya, secara otomatis Monica melepaskan besi itu dengan berputar tubuhnya. Kini besi itu ada di tangan Abhi dan dia segera berdiri dengan tetap membawa besi itu.
Kini mereka saling bertatapan dengan tatapan berbeda. Monica mundur seketika ketika besi itu malah terbalik mengancam nyawanya. Kini mereka berdua saling bertatapan, Monica menatap penuh kebencian sedangkan Abhi menatap penuh maaf. Abhi harus melakukan ini agar dirinya bisa keluar dari sana.
" Maafkan aku, tapi aku mohon jangan membenci ku, kau yang mengatakan apapun yang terjadi percayalah ini yang terbaik dan kau tahu bahwa kita saling mencintai..." suara lembut dari Abhi membuat tubuh wanita gemetar dia merasakan sakit yang begitu mendalam. Pertama merasakan jatuh cinta kini malah merasakan pengkhianatan yang begitu menyakitkan hatinya.
" Aku sudah membuang jauh cinta ku pada mu, mengubur cinta ku. Kau dan aku tak akan bersama..." Jawabnya dengan menatap kearah laki laki itu dengan tajam.
" Suhu kau di mana..." Suara teriakan dari laki laki yang dia tahu kini membuat Abhi menatap sekilas ke arah wanita yang dia cintai.
" Percayalah bahwa aku mencintai mu, dan aku akan kembali mengambil cinta ku, sekali lagi maafkan aku. Aku mencintai mu dan jaga diri mu..." Setelah mengatakan hal itu Abhi kini segera keluar dari sana, Abhi berlari dengan kencang agar tak ada yang menghalanginya.
Suhu itu menatap punggung kekasihnya dengan rasa sedihnya, air mata yang dia tahan sedari tadi kini luruh ke pipinya. Suhu itu kini luruh ke lantai dengan tangisan yang begitu menyakitkan hatinya, dia baru jatuh cinta tapi rasa sakit padanya begitu dalam. Kini dia merasakan seperti apa sakitnya jatuh cinta, lebih sakit dari pada terkena pukulan pada tubuhnya.
__ADS_1