
Kepergian Adelio Phelix serta Adella Phelix membuat semua orang yang mengenal mereka merasakan kehilangan yang begitu dalam. Kecelakaan malam itu membuat keluarga itu terpuruk saat ini. Jonathan serta orang orang nya menatap kejauhan laki laki yang terisak di peti jenazah itu. Jonathan tak bisa berbuat apa apa saat ini, dia masih berkabung dan menghargai sahabatnya itu.
Siang itu mereka menyelesaikan pemakaman, meninggalkan semua orang dengan kesedihan yang mendalam. Laki laki yang bernama Abhi itu tersungkur di tanah dengan isak tangis dengan mendalam.
" Ayah.. ibu.. kenapa kalian meninggalkan ku, apa yang harus aku lakukan sekarang yah..." Suaranya sangat menyayat hati bagi yang mendengarkan. Laki laki itu memang dewasa tapi kepergian keluarga nya begitu membuatnya terluka, bahkan sangat terluka.
" Kamu harus bangkit, jika kau seperti ini bagaimana nasib adik mu, kau harus bangkit demi adik mu."
Abhi menghela nafas nya yang di katakan kakek nya benar, dia benar jika dia terpuruk saat ini dia tak akan bisa melindungi adik nya yang masih kecil itu. Bahkan adik nya tak tahu jika saat ini kedua orang tua nya pergi dan tak akan kembali lagi.
" Ayah aku janji akan menjaga adik, akan ku jaga dengan nyawa ku yah. Aku pergi dulu yah, ibu, Abhi akan kembali lagi nanti..." Abhi kini berusaha tegar dan berusaha kuat untuk menjaga adik nya satu satu nya.
Dari kejauhan mata Jonathan meneteskan air mata nya dia bersedih karena dia terlambat datang untuk menyelamatkan hidup sahabatnya itu. Dia yang pernah di tolong oleh keluarga Phelix kini rasa nya Jonathan tak memiliki wajah saat ini. Dia tak bisa membalas budi kepada keluarga Phelix.
" Kita pergi dari sini, dan bawa aku ke keluarga Simon, dia harus merasakan apa yang aku alami saat ini..." Katanya kini berubah sinis dan kejam, Jonathan yang ingin berubah menjadi lebih baik tak bisa ketika keluarga nya di sakiti, apalagi seperti ini. Dia kehilangan orang yang sudah di anggap keluarga nya sendiri.
Tak berselang lama kini para orang orang Jonathan telah tiba di sebuah rumah mewah, dengan cepat rumah itu di kepung dengan segera, laki laki tegap dan berpakaian lengkap itu kini telah siap di posisi nya, telah siap dengan senjata mereka masing masing.
Steve yang waktu itu juga ikut penyerangan dengan sengaja melemparkan gas berasap agar seisi ruangan itu berasap dengan banyak. Orang orang yang sedang bersantai di ruangan tengah itu kini mulai terbatuk bantuk.
Andre yang memberikan kode agar masuk ke dalam, suara pistol yang sudah di redam kini tak terdengar meskipun peluru itu menembus tubuh mereka.
" Siapa kalian..." Laki laki tua yang terkejut itu kini mulai ketakutan ketika menyaksikan para keluarga nya terbaring di sana.
" Kau tak perlu tahu siapa aku, tapi aku di sini untuk membalas dendam pada laki laki yang bernama Simon..." Suara tegas dari Jonathan itu membuat laki laki tua itu menelan ludah nya dengan kasar serta ketakutan hinggap di hati nya.
__ADS_1
" Siapa kamu ha?" Teriaknya.
" Aku adalah dewa kematian yang akan menyabut nyawa mu..." Sebuah laras panjang telah mengarah pada nya.
" Katakan apa salah suami ku..." Timpal seorang wanita itu.
" Dia membunuh Adelio Phelix serta istri nya..." Kesedihan masih ada di nada bicara Jonathan.
" Jadi kau ingin balas dendam pada nya?, dia pantas mati karena dia sudah mengambil investor ku. Aku akan membunuh semua keluarga nya, bahkan aku akan membunuh orang tua nya."
Dor!! dor!! Suara yang bertubi tubi itu tak dapat terelakan lagi, laki laki dan wanita itu kini di berondong peluru oleh kelompok Jonathan, dengan air mata yang terus keluar Jonathan tetap membabi buta memberondong tubuh kedua orang itu dengan peluru hingga membuat kedua orang itu meninggal seketika.
" Pergi dari sini..." Jonathan serta orang orang nya dengan cepat meninggalkan rumah mewah itu, meninggalkan kedua mayat itu begitu saja. Orang orang Jonathan tak meninggalkan satu saja yang mengarah pada mereka.
*Setelah kepergian mereka, Jonathan juga mendapatkan kabar bahwa kedua orang tua dari Adelio Phelix juga meninggal karena sebuah tembakan yang tepat di jantung nya. Dia kembali terluka, dia tak bisa menjaga keluarga itu.
" Argh.... sial...." Teriaknya dengan kencang karena dia gagal lagi melindungi keluarga yang pernah menyelamatkan nyawa nya.
Dalam sehari keluarga Phelix telah di bantai dengan rasa tak kemanusiaan, tapi Abhi serta pihak Police yang di sana bisa melumpuhkan musuhnya yang sengaja menembak kakak dan nenek nya. Tangisan kesedihan kini tak dapat di pungkiri lagi, Abhi serta adik nya itu kini kehilangan keluarganya. Dalam satu hari keluarga besar itu kehilangan nyawa nya.
" Sayang kamu harus kuat..." Jovanka tahu betul bahwa suami nya sangat merasa bersalah kepada keluarga Phelix. Dia tak bisa membalas apa yang pernah mereka berikan pada nya.
" Aku merasa sangat bersalah honey..." Tangisan laki laki kekar itu kini pecah di pelukan istrinya. Hanya sosok sang istri yang bisa melihat kerapuhan serta air mata suami nya saat ini. " Aku gagal melindungi mereka..." Sambungnya lagi dengan terus mendekap istrinya.
" Semuanya sudah takdir sayang, jangan salahkan dirimu. Tuhan sudah berkehendak lain untuk mereka. Kamu sudah membalas perbuat mereka dan mereka sudah merasakan nya..." Jovanka berusaha menguatkan suaminya yang saat ini terpuruk karena sahabatnya telah pergi.
__ADS_1
" Mereka memiliki anak perempuan sayang, tapi aku tak tahu siapa nama nya. Aku harus mencari nya dan menjaga nya."
" Kita akan temukan dia oke, kita akan menjaga nya..." Laki laki kekar serta kejam itu kini begitu terpuruk. Orang yang berjasa untuk nya harus pergi seperti ini, dia tak bisa menjaga nya hanya itu yang di pikirkan oleh Jonathan saat ini.
Aku tak akan menganggu anak mu Lio, tapi aku akan mencari anak perempuan mu untuk ku juga, aku dan Abhi tak akan saling bermusuhan aku janji itu, aku akan menghindari konflik dengan nya jika suatu saat nanti aku dan dia bertemu. Aku akan menuruti apa yang kau katakan pada akhir hembusan nafas mu. Aku sudah membunuh semua musuh mu, agat Abhi juga tak mengalami hidupnya di ancam, aku akan menemukan anak perempuan mu Lio aku janji, akan aku jaga dia seperti anak ku. Batin Jonathan dengan terus berada di dekapan istrinya.
Hanya Jovanka yang tahu rapuh laki laki itu, hanya sang istri yang tahu tangisan suami nya itu*.
Bersambung Besok mak🤭
Flashback Off
Jika kalian mengikuti lembaran ini dari awal kalian pasti tahu bahwa Jonathan pernah tenggelam di sungai waktu itu, dan mince sudah jawab siapa yang menolong nya.
Ini nomer mince ya mak 081324594302 kalian hubungi mince, kita ngehalu sama sama mak 😂 kalian jika mau hubungi mince pakai sandi ya mak, jawab pertanyaan mince.
Siapa nama abang mince yang masih ada darah sepupu dengan Jonathan Cristopher?, itu sandi nya para mak mak yang tahu.
Ramaikan like dan komentar yuk mak, Vote sudah masuk hari ini ya mak dan hadiah juga sudah mulai masuk ya mak 😁 Beri pelindung juga boleh kok mak 🙏
Yang suka like ayo dong ramaikan kolom komentar nya jangan kasih jempol aja, jempol juga di kasih komentar juga dong biar rame 😁 kalian komentar apapun boleh loe mak 😁 tak ada yang ngelarang ataupun marah.
Kasih tahu satu kampung suruh mampir di lembaran ini 🙏🙏
Makasih ya mak 🙏🙏💋💋
__ADS_1