Wanita Nakal

Wanita Nakal
Wanita Nakal Musim3_Gara Gara Dia


__ADS_3

Abhi yang pagi ini sudah siap dengan pakaian lengkap nya, kini keluar dari kamarnya berjalan melewati kamar wanita yang membuatnya semalam tak bisa tidur karena memikirkan nya. Perasan yang selalu tenang dan tak gampang terpengaruh kini menjadi ricu dengan hadirnya wanita bertato yang kemarin mampu membuat pertahanannya goyah. Abhi hanya menatap kamar itu, tanpa berani membuka nya atau memanggil namanya, dia terlalu takut serta malu jika bertatapan dengan wanita yang ada di dalam kamar.


" Lebih baik baku hantam dan melawan musuh dari pada harus berhadapan dengan wanita yang menganggu pikiran ku..." Liriknya dengan menghela nafas nya dalam dalam, sebelum akhirnya dia memberanikan diri untuk mengetik pintu besar kamar tersebut.


Ketukan beberapa kali tak membuat wanita itu keluar dari kamarnya, dia merasakan ada sesuatu yang aneh, jika wanita itu ada pasti akan terdengar suaranya, tak mungkin jika wanita itu ada di kamar mandi, atau dia lari. Pikiran nya berkecamuk, dia takut bahwa wanita itu kabur memilih kembali ke markas nya setelah kejadian kemarin.


Ceklek!! Abhi membuka kamar itu dengan tergesa gesa dan dengan langkah cepat masuk ke dalam, hatinya tenang ketika melihat wanita itu masih di bawah selimutnya, tidur dengan tenang serta damai. Abhi menyentuh dada nya yang bergemuruh dari tadi. Abhi yang ingin maju menghampiri wanita itu tak jadi, karena dia takut menganggu tidurnya juga takut dirinya tak bisa mengontrol sesuatu yang terasa menganggu dari kemarin.


Abhi hanya mampu geleng geleng kepala dan memilih pergi dari sana sebelum semuanya terlambat, dia tak ingin bahwa wanita itu menganggap dirinya sama dengan laki laki lain yang hanya menomer satukan hasra* nya.


" Abhi..." Suara serak wanita itu yang baru bangun membuat Abhi menatap nya dan tak jadi keluar dari kamar wanita cantik itu.


" Maaf aku menganggu tidur mu..." Abhi menatap wanita itu yang terduduk di sana.


" Jangan menatap ku, aku baru bangun tidur..." Wanita itu menutup wajah nya dengan bantal di sebelahnya, Abhi mengulum senyumnya ketika melihat wanita itu begitu mengemaskan. Abhi merasakan ada sisi lain dari wanita itu.


" Jangan kau tutupi, kau tetap cantik meskipun kau baru bangun tidur..." Abhi yang tadi berjalan menuju ranjang Suhu cantik itu, mengambil bantal yang ada di wajahnya.


" Cantik dari mana, muka bantal seperti ini. Kau pandai merayu tuan police..." Wanita itu terpaksa membiarkan laki laki itu mengambil bantal yang menutupi wajah nya.

__ADS_1


Abhi hanya tertawa pelan ketika dia mengacak rambut wanita itu. " Segera mandi, lalu kita makan di bawah..." Katanya dengan tersenyum.


" Tidak.. aku tidak biasa makan pagi.. kau makan saja..." Katanya dengan tetap duduk di sana.


Abhi kini duduk di depan wanita itu, duduk di tepi ranjang dengan menatap wanita yang baru bangun tidur.


" Kau harus makan pagi nona, karena makan pagi baik untuk perut mu."


" Tapi aku tak biasa, jangan memaksa."


" Tapi kau di rumah ku, di bawah lindungan ku, tangung jawab ku, jadi kau harus menurut apa kata ku selagi itu baik..." Abhi kini mengatakan dengan nada serius nya, dia benar benar tak ingin di bantah soal makan pagi nya.


" Kau selalu memanfaatkan kesempatan..." Jawabnya dengan bernada malas. " Baiklah aku turun setelah mandi..." Abhi tersenyum ketika wanita itu mengatakannya, Abhi lebih suka dengan sikap wanita itu yang selalu menurut apa katanya dibanding dia selalu membantah apa yang dia katakan.


" Abhi kau bisa memeriksa markas ku yang sekarang sudah kosong..." Perkataan wanita itu membuat Abhi menatap mata nya dengan sungguh sungguh.


" Kau yakin aku bisa memeriksa nya?, jika ada barang mu di sana pasti kalian akan mudah di temukan dan aku tak mau itu terjadi..." Nada kepanikan serta khawatir tak dapat di tolak di telinga wanita itu.


" Tak akan ada apa apa di sana, kami sudah mengatur nya. Kami selalu membereskan semuanya sebelum kami bersembunyi jadi jangan khawatirkan hal itu. Aku ingin kau memeriksa nya sebelum para FBI yang menemukan markas kami, setidaknya kau bisa di pandang bahwa kau sungguh sungguh mencari sindikat kami..." Abhi berpikir sejenak, apa yang di katakan wanita itu benar tapi dia juga tak ingin mengambil resiko tentang semuanya.

__ADS_1


" Sebenarnya apa yang kau katakan benar, tapi aku tak ingin mengambil resiko apapun."


" Tak ada apa apa di sana, jangan khawatirkan hal itu..." Suhu itu menyakinkan police yang duduk di depan nya, bahwa di sana tak ada apapun, semua barangnya sudah tak ada di sana meskipun hanya sedikit.


" Baiklah.. aku akan menyusun rencana agar aku bisa mengeledah markas mu, kau kirim alamatnya..." Suhu itu tersenyum, dia tak ingin laki laki baik ini terkena masalah karena pekerjaan nya, meskipun dia mengatakan bahwa bersedia menjadi tameng untuk nya, bahkan dia rela di pecat jika saja perbuatannya di ketahui oleh komandan nya, tapi hal itu tak mungkin di biarkan oleh wanita cantik yang semalam juga tak bisa tidur.


Wajah Abhi seakan ada di bayangannya dari semalam, getaran getaran kecil di hatinya tak dapat di tolak oleh wanita itu. Dia tahu apa yang dia rasakan, cinta tak pernah tahu akan bersarang di mana.


Kini keduanya saling bertatapan ketika mereka sudah selesai makan paginya, Abhi yang ingin berjalan keluar dari rumah nya tak jadi ketika ada sebuah tangan menahan nya.


" Ada apa?" Suara Abhi begitu lembut, nada nada tinggi yang biasa nya di lontarkan ketika berhadapan dengan orang orang kini luntur.


" Selamat bekerja..." Wanita itu menunduk kan kepalanya, menahan malu karena mengatakan hal itu. Abhi tersenyum senang ketika ada yang memberikan ucapan yang tak pernah dia dengar dari siapapun.


Abhi mengangkat dagu wanita itu agar mereka bertatapan dengan tatapan yang berbinar binar. Abhi menggapai bibi* wanita itu, meluma* nya lembut dan wanita itu kini membalasnya, dengan luma*an yang tak kalah lembutnya juga, ciuman itu seakan menjadi candu baru bagi mereka berdua. Abhi menarik pinggang wanita itu agar mengikis jarak di antara mereka berdua.


Ciuman yang lembut serta sebentar itu mampu membuat jantung mereka memompa begitu cepat, seakan adrenalin mereka terpacu pagi ini.


" Abhi lepaskan kau akan terlambat bekerja..." Wanita itu memukul pelan dada laki laki itu ketika tangan nya masih berada di pinggangnya dan tak melepaskan nya.

__ADS_1


" Baiklah aku berangkat, jangan kemana mana..." Wanita itu mengangguk mengerti. " Jika butuh apa apa katakan pada pembantu atau gak hubungi aku..." Wanita itu mengangguk lagi, Abhi mencium sebentar bibir itu kemudian melangkah pergi untuk bekerja.


Pagi ini suasana Italia begitu cerah secerah hati kedua insan yang sedang merasakan jatuh cinta yang begitu indah.


__ADS_2