
Andre hanya tersenyum penuh kemangan ketika melihat wajah kekhawatiran dari police yang akan membantunya itu. Dia sangat senang membuat police itu menjadi cemas. Tapi di saat berdua seperti ini police itu bisa saja membunuh nya karena memang Andre tak membawa senjata apapun di tangan nya ataupun di sampingnya, hanya pakaian anti peluru yang ada di balik baju yang memperlihatkan tato nya itu.
Suara ledakan kecil membuat Andre langsung berdiri, dia tahu ledakan itu adalah kode bahwa mereka berhasil melumpuhkan sebagian pihak police yang menghalangi mereka.
" Ayo kita keluar..." Abhi akhirnya bernafas lega karena laki laki itu akhirnya mau keluar dari kapal itu, jika mereka bisa keluar dan membawa laki laki bertato itu masuk ke dalam mobil yang telah di siapkan maka pertempuran itu akan berakhir, setidaknya dia tak harus mengorbankan banyak anggota nya.
" Kita harus lari ke sana..." Andre mengikuti langkah Abhi yang cepat, melewati pohon pohon besar. Andre yang berada di belakang Abhi akhirnya juga berlari pelan mengimbangi langkah dari police itu.
" Apa masih jauh?" Tanyanya meskipun dengan langkah cepat nya.
" Lima menit..." Jawabnya dengan juga berlari lagi.
Dor!! dor!! dua tembakan yang di depan membuat kedua laki laki itu secara reflek menundukkan kepalanya dan menghentikan larinya. Mereka berjongkok dengan cepat.
" Kau bawa senjata?" Bisiknya kepada Abhi yang ada di depan.
" Hmm..." Gumamnya dengan pelan juga. " Kau bawa?" Sambungnya.
" Tidak..." Jawabnya dengan cepat.
" Cepat telusuri jalanan ini, aku yakin tadi mereka berlari ke arah depan..." Suara itu membuat Abhi memejamkan mata nya, dia ingat betul suara siapa laki laki itu.
" Kita harus segera menuju mobil kita..." Abhi mengangguk setuju, dari pada dia harus melawan temannya sendiri, lebih baik dia menghindari dan segera berlari menuju kendaraan mereka. " Aku bilang tiga kita harus berlari..." Sambungnya lagi lagi Abhi mengangguk mengerti. " Tiga..." Andre yang langsung berteriak tiga membuat Andre langsung berlari, sedangkan Abhi terkejut karena laki laki itu langsung berteriak tiga tanpa memberikan aba aba lagi.
Abhi akhirnya mengikuti langkah laki laki yang ada di depan nya itu, dia dengan cepat juga berlari di belakang Andre.
__ADS_1
" Kau meninggalkan ku.. sial..." Katanya dengan berlari.
" Kau bodoh, sudah aku katakan, jika aku mengatakan tiga kita harus berlari..." Jawabnya dengan berlari juga.
" Itu mereka..." Teriak para anggota yang ada di belakang mereka. Para anggota itu kini mengejar mereka berdua yang semakin berlari dengan cepat.
" Tembak mereka..." Katanya.
" Tidak, mereka anak bua ku..." Tolaknya, dia tak akan tega menembak para anak bua nya.
" Berikan senjata mu..." Kini mereka berdua tengah bersembunyi di pohon besar yang muat menutupi tubuh mereka berdua.
Abhi terpaksa memberikan pistol nya itu kepada Andre yang meminta pistol. " Kau tak memakai pistol kesatuan mu?" Andre heran ketika pistol itu bukan pistol kesatuannya.
" Tidak, aku membawa pistol milik pribadi ku sendiri, aku tak mungkin membiarkan peluru ku bersarang di tubuh mereka."
" Kau cukup pintar bermain bersembunyi."
Dor! Dor!! Dua tembakan itu langsung Andre layangkan dan bersarang di dada para anggota itu, kedua police itu langsung gugur di sana dengan seketika.
" Maafkan aku..." Ucapnya dengan menyesal. Abhi terdiam, kini mereka mengintai lagi keluar dari persembunyian itu dengan hati hati.
" Angkat tangan anda..." Suara tegas dan sebuah pistol di kepala kedua laki laki yang mengintai orang orang tadi. " Buang senjata kalian..." Andre dengan sigap membuang senjata yang ada di tangan nya. " Berbalik badan..." Kedua laki laki itu segera membalikan badan dan kedua anggota itu terkejut bahwa pimpinannya kini yang ditodongkan pistol oleh mereka.
" Sir Abhi..." Gumamnya dengan tak percaya, kedua anggota itu saling bertatapan tak percaya bahwa pimpinannya membantu orang yang telah menjadi buronan kabur dari perbatasan.
" Saya tak menyangka bahwa Sir Abhi ada di balik ini semua..." Salah satu anggota itu kini berucap dengan nada kecewa. Anggota itu adalah teman Abhi dari masa pendidikan serta sekarang menjadi bawahannya, mereka begitu dekat, sangat dekat. Tapi tak di sangka bahwa pimpinan yang di anggap sahabat itu malah membantu lawan nya.
__ADS_1
" Biarkan kita pergi, setelah dari sini aku akan jelaskan pada kalian..." Abhi mencoba nego, dia tak ingin melakukan kekerasan dia ingin bicara baik baik. Dia yakin jika bicara baik baik temannya itu mengerti kenapa dia melakukan hal itu.
" Tidak, kami terpaksa harus mengatakan kepada kesatuan bahwa kau membantu musuh kita..." Tolaknya dengan tegas.
" Biarkan kita pergi, nanti aku akan jelaskan pada kalian kenapa aku melakukan hal ini. Please kali ini saja..." Katanya dengan sungguh sungguh. Pistol itu masih mengarah di kepala kedua laki laki itu. Andre bahkan tak ada takut takut nya, dia bersikap santai menyaksikan adegan police harus memohon kepada sesama anggota itu.
" Maafkan aku, aku tak ingin berkhianat..." Katanya dengan menatap teman nya itu.
" Maafkan aku harus berbuat ini pada mu..." Abhi langsung menendang perut laki laki itu, hingga membuat nya terpental jauh.
Andre juga ikut menyerang satu police yang dari tadi diam, dia menunggu apa yang akan di lakukan police itu, tapi semuanya di luar dugaannya bahwa Abhi menyerang nya, menghajarnya. Di sana ada pertempuran antara kedua police itu. Dengan sama mengunakan tangan untuk saling memukul. Andre dan police lain nya hanya bersandiwara saling beradu jotos.
" Kau harus pura pura pingsan dengar itu..." Bisiknya, police itu adalah orang nya juga, dia menyamar menjadi police dan dia tempatkan di bagian kriminal untuk mencari informasi apapun dan melaporkan kepada mereka dan kini dia mengikuti mengejar mendengar bos nya telah di ketahui ketika dia berlari.
Laki laki itu mengangguk pelan, dia tahu apa yang harus dia lakukan. Police itu kini tersungkur ke tanah dengan cepat.
" Abhi terima ini..." Andre melemparkan pistol ke arah nya, dengan cepat Abhi menerima pistol itu dan dia arahkan kepada temannya itu.
" Tembak aku..." Katanya dengan menantang.
" Maafkan aku, tapi aku harus pergi. Nanti aku akan menemui mu dan mengatakan pada mu kenapa aku bersikap seperti ini, sekali lagi maafkan aku..." Katanya dengan nada bersalah, dia tak tega membunuh temannya itu.
" Aku akan melaporkan mu kepada Komandan Excel, ku pastikan dia akan tahu apa yang kau lakukan kau membantu musuh mu sendiri, kau menyalahi aturan kita sebagai police, kau sama saja dengan mereka yang muda di suap oleh para mafia itu."
" Maafkan aku sekali lagi maafkan aku..." Abhi meninggalkan teman nya itu, membiarkan temannya itu hidup.
" Aku akan melaporkan mu Abhi."
__ADS_1
Dor!! dor!! dor!!! Abhi memberondongi tubuh temannya itu dengan peluru yang banyak hingga membuat teman nya itu kehilangan nyawa nya seketika, dengan air mata yang menetes dia terpaksa membunuh teman nya sendiri, mengunakan tangan nya sendiri. Membunuh anggota nya sendiri dengan sengaja.
Misi awal ku berhasil, secara tidak langsung kau menunjukan pengorbanan mu. Batin Andre dengan tersenyum senang.